Mohon tunggu...
Yudi Kresnasurya
Yudi Kresnasurya Mohon Tunggu... PRIBADI BIASA

BERSYUKURLAH MAKA ENGKAU BAHAGIA

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Menasihati atau Memengaruhi?

13 Juni 2019   14:34 Diperbarui: 13 Juni 2019   15:08 0 0 0 Mohon Tunggu...

Bangsa Indonesia sebenarnya dikenal dengan bangsa yang mempunyai budaya yang luhur dan mempesona. Lihatlah masyarakat kita yang hidup di desa -- desa yang belum terpengaruh dengan budaya luar (terutama televisi dan internet). Kehidupan mereka sangat damai dan menyejukkan terlebih bagi kita (sebagai orang perkotaan / daerah yang dianggap maju) datang untuk berehat / piknik ke permukiman mereka setelah suntuk berusaha siang dan malam, maka akan sangat terasa menentramkan batin kita.

Bukan saya ingin menyalahkan kemajuan teknologi dan zaman yang memang tidak bisa dibendung, namun sebenarnya banyak dari kita yang terkejut dengan kemajuan teknologi yang sangat pesat. Tidak sedikit yang akhirnya hanya memanfaatkan teknologi sebagai alat atau fasilitas untuk hura -- hura saja, tidak berusaha memanfaatkan dengan lebih baik untuk kemaslahatan bangsa. Juga tidak sedikit bagi kalangan tertentu yang berusaha menunggangi teknologi untuk melancarkan ajaran -- ajaran yang tidak sesuai dengan moralitas bangsa Indonesia. Khusus bagi kalangan tertentu tersebut tidak malu -- malu lagi menggunakan jubah agama untuk menarik simpati masyarakat dan mereka menyiarkannya melalui internet atau media -- media sosial.

Kini sangat mudah ditemui jejak -- jejak digital kalangan tersebut di media -- media sosial. Umumnya mereka menayangkannya dengan tampilan yang sangat agamis, ditambah kalimat -- kalimat bertabur dalil baik ayat suci maupun sunnah nabi. Sasaran mereka tentu saja masyarakat banyak yang awam terhadap agama khususnya mereka yang tidak suka berbelit -- belit mencari sumber aslinya. 

Banyak sekarang ditemui orang -- orang yang bergelar ustadz, ataupun mubaligh, serta mudah mengeluarkan seruan -- seruan bernada agamis. Namun sesungguhnya sangat banyak seruan dari mereka kalau diteliti dengan baik melenceng dari tujuan beragama yang benar. 

Mereka berseru seakan ingin menasehati masyarakat, ikutlah seruan agar tidak salah posisi, tidak salah memilih, tidak keluar dari garis kebenaran, sehingga bila tidak mengikuti seruan dianggap berpihak pada kejahilan, kesesatan dan kesalahan. Mereka berpendapat ikutilah mereka walaupun harus berpisah jalan sebagai sebuah kelompok atau bangsa. Seruan mereka menjadikan masyarakat menjadi berkutub -- kutub, namun mereka malah senang karena mengganggap berhasil menyaring kelompok kebenaran dari kelompok kebatilan

Inilah yang sepertinya sulit dipisahkan oleh masyatrakat awam, apakah seruan mereka adalah  menasehati atau mempengaruhi. Menasehati tentu merupakan ajakan untuk kembali ke jalan yang memang sudah disepakati secara nyata kebenarannya dari jalan yang sudah disepakati secara nyata kesalahannya. 

Jadi seruan dari mereka adalah mempengaruhi, karena boleh jadi masyarakat masih atau sudah berada di jalan yang benar, sehingga kemungkinan masyarakat malah ke jalan yang salah bila mengikuti seruan mereka. Namun demikian nyatanya sudah banyak masyarakat yang terjebak dengan seruan mereka.

Bisa dilihat sekarang banyak masyarakat yang terbelah menjadi kubu -- kubuan. Hal ini tentu saja berpotensi merusak kesatuan bangsa. Sehingga diperlukan bagi orang -- orang yang mempunyai pengetahuan mendalam baik agama maupun kemasyarakatan khususnya dari tokoh -- tokoh agama dan masyarakat yang memang sudah teruji kematangan ilmu dan kebijakannya untuk memberikan nasehat secara terus menerus agar masyarakat tetap berpegang pada kebenaran, serta meninggalkan jalan yang salah , sehingga persatuan dan kesatuan bangsa tetap terpelihara. Inilah tindakan menasehati yang dapat mempengaruhi...

KONTEN MENARIK LAINNYA
x