Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Penulis lepas amatir & Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Pekan Sempurna Si Merah

20 Januari 2020   07:38 Diperbarui: 20 Januari 2020   07:49 80 1 0 Mohon Tunggu...
Pekan Sempurna Si Merah
Kompas.com

Sempurna. Inilah kata yang kiranya pas, untuk menggambarkan bagaimana situasi Liverpool di pekan ke 22 Liga Inggris musim ini. Maklum, selain menang 2-0 atas Manchester United (MU) di Anfield, Minggu (19/1), berkat gol-gol yang dicetak Virgil Van Dijk dan Mohamed Salah, dua rival terdekat di klasemen, yakni Manchester City (posisi 2) dan Leicester City (posisi 3) sama-sama gagal meraih poin penuh pekan ini.

Seperti diketahui, Manchester City (posisi 2, nilai 48) bermain imbang 2-2 saat menghadapi Crystal Palace, sementara itu, Leicester City (posisi 3, nilai 45) takluk 1-2 atas Burnley. Alhasil, Liverpool kian leluasa di puncak klasemen sementara liga, berkat 64 poin yang sejauh ini sudah mereka dapat. Jarak ini bisa kian lebar, andai mereka dapat meraih kemenangan atas West Ham United di laga tunda.

Bicara soal jalannya pertandingan, kita melihat bersama, Ole Gunnar Solskjaer dan MU ingin coba mengulang apa yang sudah pernah mereka terapkan di Old Trafford, beberapa waktu lalu. Kala itu, dengan menerapkan formasi 3-4-3, MU sukses membendung Liverpool dengan skor 1-1. Inilah satu-satunya hasil imbang Liverpool di liga Inggris musim ini. Selebihnya, Mohamed Salah dkk selalu meraih kemenangan.

Di sini, Ole memasang tiga bek tengah plus dua bek sayap, yang sukses meredam daya dobrak Liverpool. Mereka bahkan bisa saja menang, andai Adam Lallana tak mencetak gol di menit akhir. Formasi ini coba diterapkan kembali, dengan harapan (minimal meraih hasil serupa.

Tapi, cara yang sama ternyata hanya mempan sekali. Alih-alih membendung Liverpool sejak awal laga, MU malah kebobolan di menit ke 14, setelah umpan sepak pojok Trent Alexander-Arnold disambar Virgil Van Dijk dengan sundulan akurat.

Situasi terlihat kian runyam buat MU, karena Liverpool lalu mencetak dua gol lagi lewat aksi Roberto Firmino dan Gini Wijnaldum. Beruntung, dua gol ini sama-sama dianulir oleh wasit.

Selebihnya, kita sama-sama melihat, rencana taktik Ole dan MU terlihat berantakan. Absennya Marcus Rashford dan tidak fitnya kondisi Mason Greenwood membuat daya serang lini depan MU tumpul, dengan Anthony Martial dan Daniel James yang mengisi lini depan MU terlihat kesulitan tampil lepas.

Padahal, trio lini depan Martial-Rashford-Greenwood begitu diandalkan MU musim ini. Mereka bahkan disebut-sebut lebih tajam dari trio Firmino-Mane-Salah milik Liverpool. Tapi, daya gedor MU kali ini terlihat melempem, berkat performa solid pertahanan Liverpool yang kembali tampil disiplin.

Ole sendiri akhirnya mencoba bermain lebih menyerang, dengan memasukkan Juan Mata dan Mason Greenwood di menit ke 74. Tapi, inilah momen yang ternyata ditunggu Juergen Klopp, karena pergantian pemain ini menyisakan kerawanan saat Liverpool menyerang balik.

Klopp sendiri lalu merespon dengan menarik Mane dan Firmino di menit ke 83, dengan digantikan Fabinho dan Divock Origi. Tujuannya, untuk menjaga keseimbangan lini tengah dan minimal mengamankan poin penuh, sambil mencoba memukul lewat serangan balik cepat.

Ternyata, taktik Klopp kali ini terbukti manjur. Dengan memancing MU keluar menyerang, ada celah terbuka di lini belakang mereka. Celah itu lalu dimanfaatkan Alisson untuk mengirim umpan panjang ke Mohamed Salah yang leluasa berlari kencang sebelum akhirnya menjebol gawang David De Gea dengan tendangan terukur.

Gol ini menjadi momen penutup laga, karena wasit lalu meniup peluit panjang. Kemenangan ini, dan tertahannya laju tim-tim rival membuat semua terlihat sempurna. Hasil imbang di Old Trafford sudah dibayar tunai dengan kemenangan di Anfield.

Performa ciamik Liverpool di liga Inggris musim ini, mungkin membuat kompetisi terlihat membosankan. Liverpool seperti melaju di jalan tol, meski ini sebenarnya wajar. Karena, Liverpool masih saja konsisten, saat tim-tim lain mulai limbung.

Jika level performa ini mampu dijaga, bahkan ditingkatkan, sementara langkah tim rival masih saja limbung, bukan tak mungkin penantian panjang Liverpool selama tiga dekade akan berakhir di pekan ke 30. Tapi, untuk saat ini, Liverpool masih harus tetap waspada, karena meski unggul cukup jauh di klasemen sementara, semua kemungkinan masih bisa terjadi.

Bisa, Liverpool?

VIDEO PILIHAN