Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Bola

Menyambut Piala AFF 2018

9 November 2018   12:47 Diperbarui: 9 November 2018   12:51 258 0 0
Menyambut Piala AFF 2018
Bolasport.com

Pada Jumat, (9/11) ini, Timnas Indonesia akan memulai perjuangannya di Piala AFF 2018, dengan bertandang ke markas Timnas Singapura. Seperti yang sudah-sudah PSSI memasang target juara di turnamen dua tahunan ini. Target prestasi ini, berasal dari harapan publik sepak bola nasional, yang seperti biasa begitu tinggi.

Tapi, di Piala AFF edisi kali ini, saya memilih untuk tak terlalu banyak berharap pada Tim Garuda. Hal yang akan saya nikmati adalah rasa "excited" tiap kali lagu kebangsaan "Indonesia Raya" berkumandang, dan aksi Hansamu Yama dkk di lapangan hijau.

Mungkin, pandangan saya ini terlalu pesimis. Tapi, situasi memang serba tak ideal buat Tim Garuda, baik dari segi persiapan, mental bertanding, maupun lawan yang akan dihadapi. Jadi, memasang target juara sebetulnya bukan target ideal, jika tak ingin disebut terlalu muluk. Meski pada kenyataannya, target ini masih terkesan bertepuk sebelah tangan.

Dari segi persiapan, timnas Indonesia memang punya modal performa cukup baik di laga ujicoba, yakni mencatat dua kemenangan (Vs Mauritius dan Myanmar) dan sekali imbang (Vs Hong Kong). Tapi, persiapan timnas menuju Piala AFF tahun ini banyak diganggu oleh tarik ulur antara PSSI dan Luis Milla, terkait masalah negosiasi perpanjangan kontrak.

Drama tarik ulur ini sendiri berakhir buntu, dan PSSI akhirnya menunjuk Bima Sakti (eks asisten Luis Milla di timnas) sebagai pelatih Timnas Indonesia, yang dibantu oleh Kurniawan Dwi Yulianto (asisten pelatih) dan Kurnia Sandy (pelatih kiper), dengan supervisi dari Danurwindo, selaku Direktur Teknik Timnas Indonesia. Meski masuk akal, pemilihan Bima Sakti sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia juga berisiko, karena eks pemain PSSI Primavera ini masih minim pengalaman melatih.

Masalah lainnya, persiapan timnas menuju Piala AFF terlalu mepet, dan pilihan pemain yang ada masih kurang ideal. Situasi ini diperparah dengan masih bergulirnya kompetisi Liga 1, saat Piala AFF berlangsung. Gawatnya, kompetisi Liga 1 juga sedang memasuki masa krusial, dengan adanya persaingan ketat di papan atas maupun papan bawah klasemen. Jadi, bisa dibilang sebagian besar pemain timnas tak sebugar tim-tim kontestan Piala AFF lainnya.

Praktis, hanya Andik Vermansah dan Evan Dimas (keduanya bermain di Liga Super Malaysia), yang berada dalam kondisi bugar dan fokus sepenuhnya untuk timnas. Karena, gelaran kompetisi Liga Super Malaysia musim ini sudah usai, seperti halnya di negara Asia Tenggara lainnya, kecuali Indonesia.

Dari segi mental bertanding, ada sedikit kekhawatiran soal bagaimana performa Timnas Indonesia, terutama di laga tandang. Karena, turnamen edisi kali ini akan berlangsung dengan sistem kandang-tandang. Hal ini seharusnya bisa menjadi perhatian bersama, mengingat, mental bertanding Timnas di partai tandang kurang teruji. Selama ini, Timnas Indonesia lebih banyak bermain di Tanah Air saat laga uji coba.

Dari segi lawan bertanding, lawan yang akan dihadapi Tim Garuda pun tak mudah. Karena mereka segrup dengan juara bertahan Thailand, Filipina dan Singapura. Ketiga tim ini sama-sama punya kelebihan masing-masing.

Thailand dan Filipina adalah tim kontestan Piala Asia 2019, yang sama-sama diasuh pelatih jebolan Piala Dunia. Thailand diasuh Milovan Rajevac (Serbia, eks pelatih Timnas Ghana di Piala Dunia 2010). Filipina diasuh Sven Goran Eriksson (Swedia, eks pelatih Timnas Inggris di Piala Dunia 2002 dan 2006). Prestasi keduanya di Piala Dunia pun tergolong cukup baik, yakni sama-sama mencapai babak perempatfinal.
Selain itu, ada juga Singapura, yang pelan tapi pasti mulai membaik bersama Fandi Ahmad.

Satu-satunya celah adalah, Timnas Thailand dan Filipina akan menjadikan Piala AFF 2018, sebagai ajang eksperimen menuju Piala Asia bulan Januari 2019 mendatang. Secara khusus, Thailand tak akan diperkuat pemain yang merumput di Jepang dan Belgia di Piala AFF kali ini.

Praktis, untuk saat ini, sebaiknya kita berharap, timnas bisa menjalani semuanya tahap demi tahap, dan kita bisa menikmati setiap aksi mereka di lapangan, tanpa memberi harapan terlalu tinggi. Supaya, kita tak terlalu kecewa, jika timnas kembali gagal memenuhi ekspektasi. Melihat situasinya, saya pribadi menganggap, timnas Indonesia sudah cukup bagus, jika setidaknya mencapai babak semifinal. Tapi, berhubung bola itu bundar, segala kemungkinan masih bisa terjadi.

Selamat berjuang, Tim Garuda!