Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Awalan Rumit AC Milan

2 Agustus 2018   22:16 Diperbarui: 5 Agustus 2018   15:44 1222 8 5
Awalan Rumit AC Milan
Oliver Skipp dan Ignazio Abate dalam laga Tottenham Hotspur versus AC Milan pada laga ICC 2018 di US Bank Stadium, Selasa (31/7/2018) (JULES AMEEL/AFP)

Jelang dimulainya musim kompetisi 2018/2019, banyak tim yang sibuk berbenah, dan mampu mencuri perhatian. Di Spanyol, ada Barcelona yang sempat membuat drama, saat mengangkut Malcom dari Bordeaux. Di Inggris, ada Liverpool yang memecahkan rekor transfer untuk posisi kiper, saat membeli Alisson dari AS Roma. Di Italia, ada Juventus yang membuat sensasi, saat mendatangkan Cristiano Ronaldo dari Real Madrid.

Tentu saja, ini menjadi satu gambaran, betapa seriusnya klub-klub papan atas Eropa, dalam menghadapi musim kompetisi mendatang. Diakui atau tidak, bisa dipastikan mereka akan mengincar target prestasi tinggi di tiap ajang pada musim depan.

Tapi, diantara klub-klub dengan nama besar tadi, terselip nama AC Milan, yang mempersiapkan diri, dalam situasi serba rumit dan terbatas. Kerumitan itu dimulai, saat Si Merah Hitam mencatat kerugian finansial cukup besar, akibat prestasi mereka di lapangan pada musim lalu, tak sebanding dengan belanja jor-joran mereka di bursa transfer pemain. Situasi makin rumit, setelah Li Yonghong, pemilik AC Milan, gagal membayar utang kepada Elliot Management, dan harus melepas kepemilikannya di Milan, yang ternyata dijadikan jaminan untuk membayar utang oleh Li Yonghong.

Akibatnya, Milan kini kembali berganti pemilik. Otomatis, terjadi perombakan besar-besaran di tubuh manajemen klub, antara lain ditandai dengan pergantian juru transfer klub, dari Massimiliano Mirabelli ke Leonardo Araujo, eks pemain dan pelatih Milan asal Brasil. Kedatangan Leonardo, boleh jadi merupakan sebuah tambahan positif buat Milan. Karena, sebelum ini, ia sempat menjadi juru transfer PSG, dan cukup sukses di sana.

Sayangnya, masalah belum sepenuhnya selesai, karena Milan sempat dilarang tampil di Liga Europa oleh UEFA, akibat melanggar aturan Financial Fair Play. Untunglah, larangan itu dicabut, setelah Milan menang, saat mengajukan banding ke CAS (Pengadilan Arbitrase Olahraga).

Di bursa transfer, Milan juga bertemu masalah, yakni anggaran belanja mereka cukup terbatas. Akibatnya, Milan sejauh ini hanya bisa mendatangkan pemain gratisan, macam Pepe Reina (dari Napoli), Ivan Strinic (dari Genoa), dan Alen Halilovic (dari Hamburger SV). Selebihnya, adalah pemain pinjaman, yakni Gonzalo Higuain, dan Mattia Caldara (Juventus), yang dibarter dengan Leonardo Bonucci.

Dari sini saja, ada kesan "seadanya", dalam persiapan pramusim Milan. Satu-satunya kredit positif, hanyalah rata-rata dari mereka adalah pemain berprofil tinggi. Reina adalah eks kiper utama Napoli, Strinic adalah bek kiri timnas Kroasia, Higuain punya catatan kiprah bagus di Serie-A. Selebihnya, Halilovic dan Caldara adalah pemain muda potensial.

Hal ini wajar, mengingat ini adalah masa transisi berikut mereka, akibat kembali berganti pemilik. Jadi, takkan mengherankan, jika Milan akan menjalani musim kompetisi 2018/2019 tanpa mematok target prestasi muluk. Tapi, dengan cukup baiknya grafik performa Milan di bawah arahan Gennaro Gattuso, bisa jadi Milan akan membuat kejutan di musim depan.

Menarik ditunggu, bagaimana kelanjutan kiprah AC Milan, terlepas dari awalan rumit mereka ini.