Yose Revela
Yose Revela Penulis Lepas

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Di Balik Kegagalan Manchester United

16 April 2018   19:31 Diperbarui: 16 April 2018   19:34 1278 3 3
Di Balik Kegagalan Manchester United
Bola.net

"Kuajak kau melayang tinggi, dan kuhempaskan ke bumi"

Potongan lirik lagu "Baby Doll", yang dipopulerkan band "Utopia" ini, menjadi gambaran yang pas, untuk menggambarkan, bagaimana situasi Manchester United (MU) dan Manchunian, dalam sepekan terakhir. Memang, pekan lalu, MU berhasil membawa hati Manchunian melayang tinggi. Karena, mereka sukses membekuk Manchester City 2-3 di Stadion Etihad. Tak hanya menang, MU sukses mencatat kemenangan, setelah tertinggal 2-0 di babak pertama.

Tak heran, optimisme kembali menyeruak. Karena, MU akhirnya kembali tampil seperti di era Sir Alex Ferguson. Apalagi, City saat itu sedang terbagi fokusnya, antara liga domestik, dan Liga Champions Eropa. Situasi ini, tentunya menguntungkan United, mengingat ini bisa menjadi titik balik tersendiri, terutama jika City terlanjur terpukul, dan gagal "move on".

Tapi, alih-alih menjaga momentum positif, MU malah terpeleset, saat menjamu tim juru kunci West Brom, Minggu, (15/4). Meski mendominasi jalannya laga, MU gagal menembus gawang Ben Foster, yang memang tampil gemilang melawan mantan klubnya. Di sini, United terlihat sangat tertekan, karena sehari sebelumnya, City berhasil menang 3-1 di kandang Tottenham.

Kegagalan MU mencetak gol harus dibayar mahal, setelah gol tunggal Jay Rodriguez tak mampu dibalas pasukan Jose Mourinho. Tak hanya kalah 0-1 di kandang, MU harus merelakan gelar liga Inggris musim ini jatuh ke pelukan City. Karena, dengan lima laga tersisa MU, (posisi 2 nilai 71), takkan mampu mengejar City (nilai 87) di puncak klasemen. Praktis, tinggal Piala FA, gelar yang masih bisa mereka kejar musim ini.

Kegagalan ini, merefleksikan wajah ganda MU musim ini, khususnya dalam hal belanja pemain, dan strategi. Dalam hal belanja pemain, MU tak begitu sukses musim ini, Victor Lindelof akrab dengan bangku cadangan, Alexis Sanchez masih terbebani gaji mahalnya, dan ketajaman Romelu Lukaku masih belum sesuai harapan. Praktis, hanya transfer Nemanja Matic yang benar-benar bisa dibilang sukses musim ini. Matic jugalah, salah satu alasan terpuruknya Chelsea musim ini. Meski sukses menggaet pemain bintang, tak semua bisa langsung bersinar musim ini.

Situasi ini berbeda dengan Manchester City arahan Pep Guardiola. Meski belanja jor-joran di bursa transfer, Pep memang berbelanja sesuai kebutuhan. Alhasil, City mampu tampil bagus musim ini.

Dari sisi strategi, pelatih Jose Mourinho mengandalkan pertahanan kuat dan serangan balik mematikan. Tapi, meski kuat, pertahanan MU masih rawan ditembus. Karena, ketangguhan David De Gea di bawah mistar, sering tak diimbangi, dengan koordinasi lini belakang yang solid. Gawatnya, ketajaman lini serang United belum sesuai harapan. Sementara itu, City terus melaju kencang. Inilah yang membuat MU kehilangan banyak poin musim ini.

Nasib ironis MU di dua laga terakhir mereka menunjukkan, mereka masih punya masalah mental dalam hal menghadapi tekanan, pada pacuan gelar liga. Secara posisi di klasemen, posisi MU musim ini, memang sudah lebih baik dibanding musim lalu. Tapi, mereka belum cukup bagus, untuk mengejar gelar juara.

Masalah inilah, yang harus segera dibenahi jika MU ingin kembali mengejar gelar liga. Tapi, ini bukan perkara mudah, mengingat tim-tim lain pasti akan berbenah juga musim depan. Jika semua tim serius berbenah, boleh jadi persaingan di liga Inggris musim depan akan jauh lebih ketat dibanding musim ini.

Ngomong-ngomong, selamat, Manchester City!