Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Penulis lepas amatir & Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Sisi Lain Laga Persib Vs Persija

23 Juli 2017   11:07 Diperbarui: 23 Juli 2017   12:54 812 2 1 Mohon Tunggu...

Pada Sabtu (22/7), berlangsung laga "big match" Liga 1, antara tuan rumah Persib Bandung melawan Persija Jakarta. Laga yang berlangsung di Stadion GBLA, Gedebage, kota Bandung ini, berakhir imbang 1-1. Hasil ini didapat, setelah gol Ahmad Jufrianto (Persib) mampu dibalas Ramdani Lestaluhu (Persija). Hasil ini menjadi hasil imbang kelima secara beruntun, dalam laga Persija Vs Persib.

Secara garis besar, laga ini berjalan cukup keras menjurus kasar, dengan diwarnai serangkaian insiden pelanggaran. Kerasnya laga ini, memaksa wasit menghadiahkan kartu merah kepada Sandi Sute (Persija) pada babak kedua. Selain itu, pada babak pertama, laga ini sempat terhenti dua kali, akibat insiden pelemparan botol ke lapangan oleh oknum suporter Persib, dan keributan antarpemain, berupa aksi saling dorong, di kotak penalti Persija, yang sempat memanaskan suasana.

Laga panas ini sendiri, menyisakan beberapa keganjilan. Pertama, wasit hanya memberi tambahan waktu 2 menit di babak pertama. Padahal, laga ini sempat terhenti beberapa menit, akibat insiden, dan pelanggaran-pelanggaran yang terjadi sepanjang babak pertama. Kekeliruan ini, baru diperbaiki wasit di babak kedua, dengan memberi tambahan waktu lima menit.

Kedua, wasit kurang tegas saat keributan antarpemain di babak pertama. Alih-alih memberi sanksi kepada pemain, wasit bahkan hanya mendiamkan pemain yang terlibat, atau memprovokasi terjadinya keributan. Padahal, seharusnya ini adalah jenis pelanggaran berhadiah kartu kuning, bahkan kartu merah. Di sini, wasit terlihat seperti sedang demam panggung.

Ketiga, atmosfer laga ini sangat intimidatif, seperti berada di arena pertempuran. Pihak yang paling terintimidasi, adalah tim tamu Persija. Saking terintimidasinya, Persija sampai tidak mengikuti konferensi pers usai laga. Mereka langsung pulang ke Jakarta dengan menaiki kendaraan taktis yang disewa dari pihak aparat keamanan, demi menjaga keamanan bersama. Memang, setiap akan berlaga di Bandung, Persija selalu menggunakan kendaraan taktis, bukan bis biasa. Keunikan ini, adalah satu-satunya di Indonesia.

Satu hal yang bisa dipastikan, atmosfer intimidatif ini, biasanya akan terulang, saat Persib gantian menyambangi Persija, pada putaran kedua Liga 1. Permainan keras, dan intimidasi suporter, akan balas dilakukan pemain, dan fans Persija. Maklum, di kedua laga ini, suporter tim tamu sama-sama dilarang datang ke stadion, demi keselamatan masing-masing.

Di satu sisi, atmosfer keras, dan intimidatif, memang menjadi elemen penting dalam sebuah "big match". Tapi, pada laga Persija Vs Persib, kadar kekerasan, dan intimidasinya sudah berlebihan, bahkan mulai menyimpang dari nilai utama keolahragaan. Di sini, seharusnya perlu ada rekonsiliasi antarsuporter, yang diikuti dengan edukasi mengenai pentingnya menjaga sportivitas. Supaya, tidak ada lagi intimidasi berlebihan dari suporter.

Memang, Persija dan Persib mempunyai rivalitas ketat sejak lama. Tapi, seharusnya itu bukan alasan untuk keduanya saling menyerang, apalagi sampai berbuat rusuh. Malah, dengan sorotan luas media yang didapat, akan sangat memalukan, jika laga besar ini, lebih diingat khalayak, karena potensi kerusuhannya yang tinggi, ketimbang keindahan permainan di lapangan. Bagaimanapun, olahraga, termasuk sepak bola bukan hanya soal menang-kalah, tapi soal sportivitas. Karena, olahraga (sport) tanpa sportivitas adalah mati, seperti tubuh tanpa roh.

VIDEO PILIHAN