Yosep Efendi
Yosep Efendi Pembelajar

Selalu berusaha menjadi murid yang "baik" [@yosepefendi1] [www.otonews.id]

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup highlight headline

Setelah Mengetahui ini, Masih Mau Mudik Naik Sepeda Motor?

13 Juni 2017   13:06 Diperbarui: 16 Juni 2017   10:05 925 4 4
Setelah Mengetahui ini, Masih Mau Mudik Naik Sepeda Motor?
Pemudik sepeda motor di jalur Jawa Barat | sumber: kompas.com

Mudik sudah seperti tradisi, yang menggerakkan jutaan masyarakat Indonesia, pulang ke kampung halaman. Jika Anda bagian dari jutaan pemudik 2017, apa yang sudah disiapkan? Uang, tiket atau kendaraan untuk mudik?. Transportasi apa yang Anda pilih untuk mudik tahun ini? Transportasi umum, mobil pribadi atau sepeda motor? Jika Anda menggunakan transportasi umum, berarti Kita sama. Saya pun mudik ke Palembang dari Yogyakarta menggunakan transportasi umum.

Jika mudik dengan mobil pribadi, pastikan mobil anda benar-benar siap untuk menempuh perjalanan jauh. Caranya, periksa kondisi mesin, sistem kemudi, rem, suspensi dan sebagainya. Selain mobil, pengendaranya pun harus siap. Siap mental jika terjadi kemacetan atau masalah di jalan, siap fisik, logistik dan siapkan aplikasi  Road Transport and Traffic Management Center (RTTMC) di smartphone Anda. Aplikasi RTTMC berguna untuk memantau kondisi lalu lintas. Jika tidak siap semuanya, lebih baik naik transportasi umum, agar selamat diperjalanan.

Aplikasi RTTMC, Teman Mudik Anda |gambar dok. pribadi
Aplikasi RTTMC, Teman Mudik Anda |gambar dok. pribadi

Jika dengan sepeda motor, sepertinya lebih baik Anda berpikir berkali-kali lagi untuk itu. Bila diperkenankan, saya sarankan "jangan mudik menggunakan sepeda motor!". Sebab, berkendara sepeda motor jarak jauh beresiko tinggi. Tidak bermaksud menakut-nakuti, tapi data sudah membuktikan. Berikut ini datanya:

Data Kecelakaan Saat Mudik (sumber: Materi Kemenhub/ kompasiana.com)
Data Kecelakaan Saat Mudik (sumber: Materi Kemenhub/ kompasiana.com)

Menurut data kemenhub pada tabel di atas, jelas bahwa kecelakaan masih didominasi oleh sepeda motor. Angkanya tak main-main, mencapai 70%. Kita mungkin sepakat bahwa kecelakaan bukan hanya disebabkan oleh pengendara sepeda motor, pengendara mobil pun bisa saja mengalami kecelakaan dan menjadi penyebab kecelakaan. Namun, data Kemenhub tersebut harus kita analisis: mengapa bisa demikian? Sebab, sepeda motor bukan alat transportasi yang aman untuk perjalanan jauh seperti mudik.

Sepeda Motor Bukan Alat Transportasi Mudik dari Persfektif Teknologi

Mari kita bahas dari persfektif teknologi. Pertama, faktor oli pelumas sepeda motor. Jika sepeda motor dipaksa beroperasi berjam-jam, membuat mesin menjadi sangat panas dan oli menjadi cepat "rusak". Jika oli cepat "rusak" karena suhu tinggi, berakibat buruk pada mesin, yaitu penurunan performa dan peningkatan keausan komponen.

Selain itu, oli juga berfungsi mendinginkan mesin. Jika oli terus-terusan dalam temperatur tinggi, efek pendinginan gagal. Meskipun sebenarnya masalah tersebut bisa diatasi dengan sering berhenti untuk mengistirahatkan mesin, namun butuh waktu berjam-jam untuk mendinginkannya. Akibatnya, waktu mudik jadi sangat lama. Yakin, tidak ingin cepat bertemu dengan keluarga di kampung halaman?

Kedua, faktor campuran bahan bakar dan udara untuk proses pembakaran mesin sepeda motor. Meskipun pemudik sepeda motor banyak yang melakukan perjalanan saat malam hari, tapi tak sedikit yang menempuhnya di siang hari. Disadari atau tidak, kondisi panas matahari mempengaruhi suplay udara untuk proses pembakaran mesin.

Ketika  cuaca sekitar panas, jumlah partikel udara tidak padat seperti udara dingin. Hal itu berdampak pada tidak idealnya campuran bahan bakar dan udara untuk proses pembakaran mesin sepeda motor. Akibatnya, performa sepeda motor menjadi menurun. Anda dapat membuktikan dengan membandingkan berkendara saat siang yang panas dan malam yang dingin. Performa sepeda motor saat malam (udara dingin) lebih baik ketimbang saat siang.  Berkendara malam hari juga banyak resiko, terutama masalah penerangan jalan, jalan berlubang yang tak kelihatan dan faktor ngantuk.

Jika fenomena pertama (oli) dan kedua (bahan bakar) secara bersama-sama terjadi pada sepeda motor pemudik, maka akibatnya bisa fatal. Misalnya, saat pemudik sepeda motor akan menyalip kendaraan lain, ternyata percepatannya tidak optimal --tidak seperti biasanya-. Kondisi tersebut bisa saja berakibat gagal menyalip kendaraan, karena percepatan kendaraan tidak sesuai prediksi. Masih beruntung jika di arah berlawanan tidak ada kendaraan lain, jika ada kendaraan lain maka bisa berakibat fatal, bisa terjadi kecelakaan.

Hal tersebut bukan sekedar prediksi, tetapi sudah dibuktikan oleh data statistik. Berdasarkan data OTOMANIA KOMPAS, menyebutkan bahwa 70% kecelakaan terjadi saat akan mendahului kendaraan lain (sumber). Meskipun, -mungkin-, aksi mendahului sudah diperhitungkan dengan matang, namun ada saja faktor lain yang tidak bisa diprediski, misalnya performa mesin turun mendadak.

Sepeda Motor Bukan Alat Transportasi Mudik dari Persfektif Perilaku Berkendara

Pertama, faktor kontrol kecepatan kendaraan. Setiap pemudik mungkin ingin cepat sampai tujuan, tetapi jangan sampai mengabaikan kecepatan aman. Ngebut itu boleh, tetapi harus terukur. Namun, ngebutnya sepeda motor itu banyak kendalanya, misalnya jalan berlubang yang lokasinya tidak terduga. Sepeda motor yang umumnya memiliki ban berukuran kecil, melalui jalan berlubang dalam kecepatan tinggi,  bisa berakibat buruk.

Contoh nyata terjadi di Depok, dimana dalam satu bulan (Januari hingga Februari 2017) ada 240 kasus kecelakaan tunggal karena kondisi jalan rusak (sumber). Tak hanya Depok, di Jawa Barat pun begitu, dimana 40 % jalan arteri mengalami kerusakan yang cukup parah (data per Maret 2017, sumber). Jawa Tengah dan Jawa Timur yang mobilitis pemudiknya tinggi, juga masih ditemui jalan yang rusak (sumber 1 dan 2). Oleh sebab itu, pemudik sepeda motor harus hati-hati melalui jalan tersebut.

Jalan Berlubang Di daerah Jawa Timur | sumber: jawapos.com
Jalan Berlubang Di daerah Jawa Timur | sumber: jawapos.com

Kedua, beban berlebih. Umumnya, beban maskimal yang diizinkan untuk diangkut sepeda motor antara 110 -- 150 Kg. Beban tersebut menyesuaikan tenaga mesin, suspensi dan roda sepeda motor. Celakanya, kerap ditemui pemudik sepeda motor yang membawa beban berlebih, yang merupakan akumulasi beban penumpang dan barang bawaan. Bahkan, ada yang memodifikasi bagian belakang sepeda motor agar bisa mengangkut barang lebih banyak.

Pemudik Sepeda Motor Membawa Barang Yang Cukup Banyak | sumber gambar: kompas.com
Pemudik Sepeda Motor Membawa Barang Yang Cukup Banyak | sumber gambar: kompas.com

Jika sepeda motor diberi beban berlebih, berdamak pada (1)kerja mesin menjadi berat, (2)suspensi  menjadi keras karena tertekan maksimal, (3)ban menjadi overload (setiap ban punya spesifikasi beban maksimal) dan (4)posisi titik berat dan keseimbangan kendaraan menjadi berubah. Secara bersama-sama, kondisi tersebut akan menyulitkan pengendara untuk mengontrol laju kendaraannya, yang kemudian bisa saja berdampak buruk.

Ketiga, faktor perilaku berkendara. Berikut ini data kecelakaan yang disebabkan oleh perilaku tersebut:

Data Jumlah Kejadian Kecelakaan Yang Disebabkan Perilaku Berkendara tahun 2015 dan 2016, Yang Dirangkum oleh IRSMS Korlantas POLRI | sumber: www.presiden.go.id
Data Jumlah Kejadian Kecelakaan Yang Disebabkan Perilaku Berkendara tahun 2015 dan 2016, Yang Dirangkum oleh IRSMS Korlantas POLRI | sumber: www.presiden.go.id

Dari gambar di atas, tahun 2016 tercatat ada 1.264 kejadian kecelakaan yang disebabkan kelalaian berkendara. Kelalaian tersebut antara lain: salah dan gagal memberi isyarat; berhenti mendadak; perubahan kecepatan mendadak; ceroboh saat menyalip dan berbelok; menyalip ditikungan dan mengabaikan hak jalur pejalan kaki. Padahal, berkendara (mobil/sepeda motor) mungkin sudah menjadi rutinitas, yang berarti bahwa tidak ada masalah dengan skill berkendara. Perilaku buruk atau ceroboh saat berkendara mudik, bisa saja dipengaruhi oleh faktor jenuh, letih dan mengantuk. Yang kemudian berpotensi menyebabkan kelalaian dan kecelakaan.

Ikut Program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan: Pemudik Aman dan Nyaman, Sepeda Motor Diantar ke Tujuan

Dengan berbagai pertimbangan di atas, sebaiknya mudik tidak dengan mengendarai sepeda motor. Salah satu tujuan pemudik menggunakan sepeda motornya mungkin agar bisa digunakan sebagai alat transportasi silaturahmi lebaran di kampung halaman. Tenang saja, Pemudik masih bisa membawa sepeda motornya ke kampung halaman, melalui program Mudik Gratis Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Kemenhub sudah menyiapkan armada bus, truk, kereta api dan kapal laut untuk mengantar pemudik dan mengangkut sepeda motornya.

Program Mudik Gratis Kemenhub | sumber: @kemenhub151
Program Mudik Gratis Kemenhub | sumber: @kemenhub151

Untuk arus mudik dan arus balik, Kemenhub sudah menyiapkan 77 truk untuk mengangkut 3.510 unit sepeda motor ke berbagai daerah. Selain itu, disediakan 1.220 Bus untuk mengantar 54.900 pemudik ke berbagai tujuan mudik. Berikut ini rinciannya:

Daerah Tujuan dan Jadwal Mudik Gratis Kemenhub | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com
Daerah Tujuan dan Jadwal Mudik Gratis Kemenhub | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com

Kemenhub juga sudah menyiapkan sejumlah kereta api yang bisa mengantar 9.774 pemudik dan 8.352 sepeda motor. Kereta tersebut merupakan kereta jalur utara dan selatan jawa, yaitu Jakarta-Surabaya, Jakarta-Kutoarjo dan Jakarta-Kediri, -pulang pergi-. Berminat ikut mudik gratis via kereta api? Berikut ini jadwal yang harus anda ikuti:

Jadwal Mudik Gratis Dengan Kereta Api | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com
Jadwal Mudik Gratis Dengan Kereta Api | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com

Bagi pemudik yang ingin menggunakan armada kapal laut, Kemnhub sudah menyediakan tiga unit kapal laut yang menampung 32.000 orang dan 16.000 sepeda motor. Tiga unit kapal tersebut hanya untuk tujuan Tanjung Priok Jakarta ke Tanjung Mas Jawa Tengah. Ditambah 1 KMP 5000 GT untuk tujuan Jakarta-Semarang, dengan kapasitas angkut 5.000 orang dan 2500 sepeda motor untuk perjalanan pulang-pergi.

Sedangkan untuk pemudik yang akan menyeberang ke Pulau Sumatera, sudah disiapkan KMP 500 GT yang siap menyeberangkan 4.000 orang dan 2.000 sepeda motor dari Jakarta-Lampung-Jakarta.

Jadwal Mudik Gratis Via Kapal Laut Jakarta-Semarang PP dan Jakarta-Lampung PP | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com
Jadwal Mudik Gratis Via Kapal Laut Jakarta-Semarang PP dan Jakarta-Lampung PP | sumber: materi Kemenhub/kompasiana.com

Untuk manfaat mudik gratis yang lebih luas, Kemenhub juga menggandeng mitra dari BUMN, perusahaan swasta dan Pemrov Jawa Tengah. Tercatat ada 22 perusahaan BUMN yang turut menambah kuota mudik gratis, dengan jumlah total 101.304 penumpang. Sedangkan mitra dari perusahaan swasta menyumbang 624 bus, 45 truk, ratusan tiket pesawat dan kereta api. Dengan demikian, keselamatan dan keamanan pemudik lebih terkendali, karena semakin banyak pemudik yang dikoordinir.

Masih Yakin Mudik Naik Sepeda Motor?

Setelah mengetahui berbagai resiko mudik dengan sepeda motor dan kesempatan ikut mudik gratis bersama Kemenhub, masih yakin ingin mudik naik sepeda motor? Kalau ada yang bersedia mengantar Anda dan sepeda motor ke tempat tujuan mudik, untuk apa capek-capek naik motor perjalanan jauh? plus resiko yang "menghantui". Jadi, segera kunjungi laman Mudik Gratis Dephub, lalu daftarkan diri dan sepeda motor Anda. Ingat, waktu dan kuota terbatas. Buruan!

Laman pusat informasi pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub | gambar dok. pribadi
Laman pusat informasi pendaftaran Mudik Gratis Kemenhub | gambar dok. pribadi

Jika ternyata daerah tujuan Anda di luar jangkauan program Mudik Gratis, lebih baik menggunakan transportasi umum. Jangan mempertaruhkan keselamatan Anda dan keluarga di atas kendaraan roda dua. Kemenhub sudah menyiapkan berbagai armada transportasi umum yang aman dan nyaman, untuk mengantar anda dan keluarga sampai tujuan dengan selamat.