Mohon tunggu...
Muhammad Yusuf Ismail
Muhammad Yusuf Ismail Mohon Tunggu... Freelancer

Menulis itu ibarat makanan yang terserap dalam tubuh dan menjadi energi yang dahsyat dalam bertindak, Jangan ragu-ragu untuk memberikan yang terbaik untuk sesama karena itu semua akan tercatat "dibuku besar kehidupan" Fb : Muhammad Yusuf Ismail Ar-Rasyidi Tweeter : @ismayusuf Email : Ismailyusuf8@gmail.com "Salam Damai Untuk Bangsaku"

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Kemanapun Aku Pergi Mereka Sebut Habibie

13 September 2019   20:38 Diperbarui: 13 September 2019   21:03 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kemanapun Aku Pergi Mereka Sebut Habibie
Sumber Gambar : detik.com

Sungguh dahsyat energi orang cerdas bisa menembus tanpa batas, dimulai cerita dari semenjak kecil almarhum kakek inginkan saya seperti Prof. BJ Habibie. 

Di kemudian hari saya juga merantau ke pulau Batam yang terkenal dengan kota industri. Ketika saya berbaur dengan orang orang disana katanya Batam di gagas oleh prof. BJ Habibie. 

Banyak industri yang masuk kepulauan batam baik domestik maupun mancanegara, sehingga banyak orang dari pelosok negeri berdatangan kesana untuk mencari rezeki dengan menjadi karyawan di perusahaan maupun di sektor lainnya. 

Hari ini, juga saya dapat berita di sebuah portal berita nasional bahwasanya bapak iptek tersebut orang yang pertama menggunakan saluran seluler GSM dari pulau Batam, cikal bakal lahirnya telkomsel dan disebutkan bahwa beliau orang pertama yang menggunakan kartu telkomsel. 

Sungguh banyak jasa-jasa beliau untuk negeri ini dan hampir tidak ada orang yang membullinya karena karakternya nya nyaris sempurna tentang dedikasinya untuk negeri tercinta. 

Belum lagi, saat beliau menjadi presiden ke-3 RI, harga pinang kering di Aceh pernah melonjak harganya menjadi 20 ribuan/kilo, betapa girangnya hati petani, pemandangan tersebut pernah saya saksikan sendiri di daerah Batu XII Kabupaten Aceh Utara. Para petani beli motor, sepeda baru dan bahkan ada yang mendaftar haji. 

Kejadian tersebut tidak pernah terulang kembali hingga saat itu, yang heran saya kemana saat itu di pasok hingga harga melambung jika di bandingkan saat ini hanya berpaut 7000 an saja/kg. 

Ya, sudahlah jangan kita bahas lagi panjang lebar...... 

Terlepas dari itu semua banyak hikmah yang harus diambil dari perjalanan serta ketulusan berjuang untuk memajukan Indonesia dari segi Ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). 

Sebagai generasi muda yang menghargai khazanah perjuangan beliau tentu harus pandai melihat dan memetik dari yang telah di contohkan oleh beliau untuk bangsa ini. 

Dedikasinya untuk bangsa ini harus menjadi pemantik semangat untuk generasi muda agar bisa berpacu dan terus bergerak memberikan kontribusi besar untuk negara yang pernah bergelar macan asia.

Semoga...... 

(ysf)