Mohon tunggu...
Yonata Udawananda
Yonata Udawananda Mohon Tunggu... Pelajar

Seorang penikmat drama si kulit bundar dari segala sisi. Seorang pelajar yang masih berusaha mencicipi rasa asam garam.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Menakar Kemungkinan Sneijder dan Forlan Jajal Liga 1

19 Desember 2018   19:40 Diperbarui: 1 Januari 2019   13:34 0 4 1 Mohon Tunggu...
Menakar Kemungkinan Sneijder dan Forlan Jajal Liga 1
f534222f-4122-451b-bf4d-194b7c4aac05-169-5c1a3ef6677ffb09b77076d6.jpeg

Musim kompetisi liga sepakbola Indonesia tahun 2018 sudah berakhir. Kompetisi sepakbola hanya masih menyisakan Piala Indonesia yang direncanakan akan rampung Bulan Maret 2019 mendatang. Meskipun begitu, masih ada hal menarik yang patut diikuti saat menyongsong musim kompetisi 2019 nanti, itu adalah bursa transfer pemain.

Bursa perpindahan pemain di Indonesia memang terkadang sulit untuk diprediksi, namun itu adalah bagian menariknya. Pemain yang tidak disangka-sangka justru memilih untuk bermain di Liga Indonesia (walaupun tidak semuanya berakhir menyenangkan). Terlebih, dengan adanya aturan Marquee Player pada musim 2017 lalu, beberapa klub sukses mendatangkan pemain yang namanya tidak asing di kancah sepakbola Eropa. Sebut saja macam Michael Essien (Persib), Peter Odemwingie (Madura United), dan Mohamed Sissoko (Mitra Kukar). Meski pada musim 2018 aturan marquee player dihapuskan, beberapa pemain ternama juga datang ke Indonesia. Mereka adalah Danny Guthrie (Mitra Kukar) dan Julien Faubert (Borneo).

Memasuki fase bursa transfer pemain musim 2019, rumor tentang pemain dunia yang akan merapat ke klub Indonesia santer diberitakan. Klub yang paling aktif diberitakan justru adalah klub promosi Kalteng Putra. Mereka sebelumnya dikabarkan sangat berminat untuk merekrut Zlatan Ibrahimovic, namun upaya itu harus pupus karena sang legenda Swedia memutuskan untuk memperpanjang kontrak bersama LA Galaxy.

Kalteng Putra belum kehabisan akal, mereka kabarnya mendapat tawaran dari agen untuk merekrut legenda Uruguay Diego Forlan. Selain Kalteng Putra, Persib Bandung juga gencar dikabarkan akan merekrut mantan gelandang Belanda, Wesley Sneijder. Berita tersebut bisa jadi bukan isapan jempol belaka jika melihat apa yang dilakukan Persib pada musim 2017 lalu.

Upaya Kalteng Putra untuk merekrut Diego Forlan kemungkinan besar akan tercapai. Mengingat, pemain yang kini berusia 39 tahun itu belum memiliki klub usai dilepas Kitchee FC.

Mantan pemain Atletico dan MU itu juga telah berlabuh di beberapa klub Asia diantaranya Cerezo Osaka (Jepang), Mumbai City (India), dan Kitchee (Hongkong). Tentunya tidak tertutup kemungkinan Indonesia menjadi pelabuhan berikutnya bagi Forlan.

Mengingat usia Forlan yang sudah uzur, harganya pun turut menurun. Dilansir dari transfermarkt, harga pasaran mantan kapten Timnas Uruguay itu hanya ada di kisaran 100 ribu Euro, atau sekitar Rp1,7 miliar saja.

Sebagai bandingan, musim lalu Danny Guthrie menjadi pemain asing termahal di Liga 1 yang dibeli seharga Rp12 miliar. Namun, faktor usia dan kebugaran juga harus menjadi pertimbangan Kalteng Putra. Forlan sempat mengalami cedera ketika membela Kitchee, padahal Forlan bisa mencetak lima gol dari tujuh laga.

Usianya yang sudah hampir kepala empat, ditambah dengan riwayat cederanya harus menjadi bahan pertimbangan manajemen klub karena performa akan lebih dipentingkan ketimbang ketenaran.

Pemain selanjutnya tidak kalah ternamanya, Wesley Sneijder. Playmaker berusia 34 tahun itu tengah menjadi incaran Persib Bandung saat ini. Namun, upaya Persib nampaknya akan lebih berat. Pasalnya, Sneijder saat ini masih terikat kontrak dengan klub Qatar, Al-Gharafa hingga Juni 2019. Selain itu, harga pasar Sneijder ada di kisaran 4 juta Euro atau sekitar Rp65 miliar.

Namun, dengan kocek yang tidak sedikit, pemain yang pernah memenangkan UCL bersama Inter itu dianggap akan menguasai lini tengah Persib untuk Liga 1 2019. Bisa jadi Sneijder akan diplot menjadi pelayan untuk Ezechiel Ndouassel musim depan.

Mungkin terlalu cepat untuk memprediksi kiprah pemain tersebut jika jadi bermain di Liga 1 musim depan. Namun, bagaimanapun performa mereka, datangnya mereka ke Indonesia saja akan mengangkat nama Liga Indonesia di mata dunia.