Mohon tunggu...
yona listiana
yona listiana Mohon Tunggu... Desainer - penjahit

suka mancing

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Keberagaman Untuk Kedamaian

17 Januari 2018   17:43 Diperbarui: 17 Januari 2018   18:00 598
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sewaktu saya kecil dan hidup di sebuah kota kecil, saya punya tetangga yang berbeda agama, tetapi kami tetap rukun. Di waktu-waktu tertentu ketika keluarga saya punya acara selamatan (untuk merayakan agama kami) atau acara tertentu, mereka yang berbeda agama itu, terutama ibu dan teman saya membantu keluarga saya dalam menyiapkan dan meracik hidangan sampai merapikan ketika acara itu usai.

Saya dan teman kecil itu berada di satu kelas yang sama, bersama-sama juga dengan anak-anak lain, yang beberapa diantaranya juga punya keyakinan (agama) yang berbeda dengan kami berdua. Tetapi kami tak pernah menyinggungnya dan kami bermain bersama-sama. Kami saling menghargai satu sama lain dan saling rukun tanpa ada batas apapun. Hal itu terekam dan akhirnya saling menghargai atas keberagaman itu sangat penting dalam menghadapi kehidupan kami masing-masing di kemudian hari.

Ini yang saya alami ketika saya masih kecil. Akhirnya saya tahu apa yang kami lakukan itu adalah konteks bertoleransi dalam keberagaman perbedaan agama dan keyakinan. Pengertian toleransi secara luas adalah suatu sikap atau perilaku manusia yang tidak menyimpang dari aturan , dimana seseorang menghargai atau menghormati setiap tindakan yang orang lain lakukan.

Menghargai perbedaan juga berarti sikap atau perbuatan yang melarang adanya diskriminasi terhadap kelompok-kelompok yang berbeda atau yang tidak dapat diterima oleh mayoritas masyarakat. Umat muslim sering mendengungkan ini sebagai point untuk menghargai keberagaman agama." Bagimu agamamu, dan bagi kami agama kami". Adalah hal yang terjadi di Indonesia sampai tingkat akar rumput.

Dalam masyarakat berdasarkan Pancasila terutama sila pertama, bertaqwa kepada Tuhan menurut agama dan kepercayaan masing-masing adalah mutlak. Semua agama menghargai manusia maka dari itu semua umat beragama juga wajib saling menghargai. Dengan demikian antar umat beragama yang berlainan akan terbina kerukunan hidup dan kedamaian.

Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun