Mohon tunggu...
Yolanda Amalia
Yolanda Amalia Mohon Tunggu... Mahasiswi Universitas Padjadjaran

Halo semuanya, aku Yolanda, sedang menempuh pendidikan S1 di Universitas Padjadjaran pada program studi Ilmu Informasi dan Perpustakaan di Fakultas Ilmu Komunikasi Angkatan 2018.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Apakah Indonesia Sudah Memasuki Era Revolusi Industri 4.0?

27 Mei 2019   15:00 Diperbarui: 27 Mei 2019   15:26 0 6 0 Mohon Tunggu...
Apakah Indonesia Sudah Memasuki Era Revolusi Industri 4.0?
Source: https://m.indiamart.com/powerbits-technology/industry-40.html

Pada saat ini kata revolusi industri 4.0 sering disebut-sebut oleh banyak orang. Sebetulnya apa sih pengertian dari revousi industri 4.0 ini? Apakah sepenting itu sampai dibahas oleh banyak orang. Akan tetapi, kebanyakan masyarakat hanya mengetahui dari luarnya saja, masih belum paham dengan pengertian revolusi industri 4.0 dan bagaimana hal ini akan memberikan bantuan terhadap kemajuan Indonesia. Dunia sudah memperkenalkan apa itu revolusi industri 4.0, bahkan ada buku dengan judul "The Fourth IndustrialRevolution" karangan Klaus Schwab yang penuh dengan optimisme terhadap revolusi industri 4.0. 

Revolusi industri mulai diperkenalkan pertam kali pada tahun 1760 di Inggris yang merupakan langkah awal kemajuan kehidupan manusia dalam peradaban dunia dan ditandai dengan penggunaan mesin uap yang menggantikan tenaga kerja manusia dan hewan. Selanjutnya, datang revolusi industri 2.0 yang ditandai dengan penggunaan produksi massal dan memanfaatkan tenaga listrik walaupun belum secanggih sekarang.

Adanya penggunaan teknologi dan elektronik dalam menjalankan kegiatan industri itu menandakan munculnya revolusi industri 3.0. karena penggunaan teknologi yang semakin marak digunakan dalam berbagai kehidupan di berbagai negara itu merupakan tanda bahwa revolusi industri 4.0 telah diterapkan.   

Pada saat ini dunia mulai memasuki tahapan revolusi industri 4.0 yaitu dimana tahapan tersebut sudah menuju ke informasi masyarakat. Menteri industri, Airlangga Hartarto, sangat mendorong agar Indonesia benar-benar memasuki revolusi 4.0. Menurut beliau, Indonesia sudah memasuki industri 4.0 sejak tahun 2011, telah masuknya 4.0 ke Indonesia ditandai dengan meningkatnya konektivitas, interaksi, dan batas anatara mesin, manusia, dan sumber daya lainnya yang semakin berpusat pada teknologi informasi dan komunikasi.

Menteri industri, Airlangga Hartarto mengatakan bahwa, "Pada revolusi industri 4.0 ini menjadi lompatan besar bagi sektor industri, dimana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, tetapi juga pada seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik".

 Presiden Jokowi berharap, industri 4.0 ini dapat membuat dan memberikan lapangan kerja yang lebih banyak dan investasi baru dengan berbasis teknologi. Tetapi, penerapan era keempat ini harus diikuti dengan pembentukan ekosistem yang sehat agar bisa bergerak pada bidang ekonomi. Untuk mencapai keberhasilan di era digital ini, dibutuhkan ekosistem dan komunikasi yang terstruktur oleh para pembisnis. 

Sebenarnya masyarakat Indonesia sudah terbiasa menggunakan teknologi dalam kegiatan sehari-hari, tetapi belum dimanfaatkan dengan baik dalam hal produktivitas untuk mengembangkan ekonomi di Indonesia. Faktanya, revolusi 4.0 akan memberikan keuntungan lebih pada pembisnis karena bisa mengurangi biaya operasional. Contoh revolusi industri telah berjalan di Indonesia yaitu adanya pemulai seperti Go-jek, aplikasi tersebut memudahkan masyarakat untuk memesan transportasi motor dan mobil serta memesan makanan tanpa bekerja dua kali.

Sektor industri nasional perlu perbaikan lebih-lebih pada aspek penguasaan teknologi yang menjadi penentu daya saing di era 4.0. ada lima teknologi utama yang membantu menahanpembangunan sistem revolusi industri 4.0 yaitu Artificial intelligence (AI), Internet of Things (IoT), teknologi robotic dan sensor, teknologi 3D printing, dan human-machine interface.

Kecerdasan buatan semakin hari semakin menunjukkan peningkatan kehadirannya. Mekanisme digital tida lagi diterapkan pada bidang industri, tetapi telah diterapkan di berbagai bidang lain. Peran manusia sudah mulai digeser perlahan oleh mesin dan robot-robot dalam melakukan berbagai kegiatan. Akibatnya, banyak pekerja manusia yang tergantikan oleh mesin dan robot. Contohnya seperti di gerbang tol, dulu manusia lah yang bekerja di gerbang-gerbang tol, tetapi sekarang? Sudah digantikan oleh mesin yang tinggal ditempel kartu lalu tinggal pergi.

Sangat betul jika dikatakan lebih memudahkan dan menghemat waktu, tetapi penerapan konsep industri 4.0 ini juga bisa mengurangi biaya produksi dan waktu, serta semakin terkikisnya lapangan kerja. Hal inilah yang mengkhawatirkan bagi para tenaga kerja. Karena mereka berpikir bahwa telah digantikan oleh teknologi mesin dan robot. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2