Mohon tunggu...
Yasintus Ariman
Yasintus Ariman Mohon Tunggu... Pendidik

Olah pikir olah rasa, buktikan diri berguna bagi yang lain

Selanjutnya

Tutup

Media

Konten Tidak Bermutu Namun Digemari Masyarakat

31 Mei 2019   11:21 Diperbarui: 31 Mei 2019   11:27 0 15 5 Mohon Tunggu...
Konten Tidak Bermutu Namun Digemari Masyarakat
sumber foto: terkini.id

Perkembangan media (apa pun bentuk dan jenisnya) memberikan ruang yang begitu luas bagi individu maupun kelompok untuk berkreasi. Masyarakat pun dibanjiri aneka konten baik yang bermuatan positif maupun yang bernuansa negatif. Para pencipta konten tentu secara sadar menayangkan setiap konten yang diciptakan. 

Mereka paham betul apa yang menjadi keinginan masyarakat pada umumnya. Isu-isu terkini serta hal-hal konkret yang terjadi dalam kehidupan masyarakat menjadi obyek sajian yang ingin dipertontonkan kembali. Semuanya baik adanya jika konten yang dihasilkan berdaya mendidik ke arah yang lebih baik, bernilai hiburan untuk menambah semangat dan lebih dari itu berkualitas untuk menciptakan harmoni hidup bersama. 

Kenyataan yang terjadi adalah banyak masyarakat yang tidak menyukai konten-konten yang berbobot karena dinilai menguras banyak pikiran untuk memahaminya. Sementara konten yang ringan dan tergolong murahan sering digandrungi masyarakat.

Kasus terbaru yang memang layak dosoroti adalah acara-acara dari beberapa televisi yang diaktori oleh hampir tokoh-tokoh yang sama. Salah satu contohnya adalah Sahurnya Pesbukers  dan Pesbukers Ramadhan.

Harus diakui bahwa acara-acara ini juga digemari oleh masyarakat luas. Acara ini murni untuk menghibur para penontonnya. Namun isinya sama sekali jauh dari judul acaranya. Ini tentu hanyalah cara untuk menggaet pemirsanya. 

Sejauh yang penulis ikuti, acara yang diaktori oleh Raffi Ahmad dan kawan-kawannya itu lebih banyak menampilkan percakapan yang menjurus kepada perselingkuhan, tarian-tarian yang mengumbar aurat serta ejekan-ejekan yang sama sekali tidak mendidik. 

Acara ini memang telah berujung kepada teguran yang dilayangkan MUI sekaligus mendorong artis Raffi Ahmad untuk meminta maaf. Namun apakah ada perubahan setelah permintaan maaf itu? Masih menjadi tanda tanya. Tetapi harapannya semoga ada perubahan. 

Acara yang dibintangi Raffi Ahmad di atas hanyalah sebagian kecil dari jutaan konten yang telah beranak cucu di jejaring media sosial seperti Youtube. Kadang lembaga terkait kewalahan untuk menjaring aneka konten tersebut. Para pencipta konten berupaya supaya konten yang dihasilkannya bisa berbuah viral tanpa peduli pada kualitasnya. 

Ini menjadi salah satu cara ampuh untuk membuat diri terkenal dan tentu mendatangkan banyak rupiah. Sejauh pengamatan sepintas, kebanyakan artis Indonesia doyan menciptakan sensasi untuk menarik banyak orang. Semakin menjadi buah bibir masyarakat akan menjadi lebih baik karena dari sana menjadi ajang agar bisa dikenal luas dan mungkin saja bakal ditawari aneka kerja. 

Memang harus diakui juga bahwa tidak semua artis seperti itu. Bahkan ada artis berprestasi yang turut mengharumkan nama Indonesia di kanca internasional sebut saja Agnez Mo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x