Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Panen Buah Pepaya yang Menggoda

18 November 2022   21:27 Diperbarui: 19 November 2022   03:29 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Panen Buah Pepaya yang Menggoda

Di sela-sela kami bersilaturahmi ke saudara yang lebih tua, kami sengaja ke kebun milik keluarga. Selain ada acara untuk hibahkan sebagian tanah, kami penen buah milik saudara kami juga. 

Usai mobil diparkir kami dibuat terkejut dengan aneka buah yang ada. Yang paling banyak buahnya adalah buah papaya California yang bergelantungan di pohon yang tidak tinggi. Saya pun berteriak karena buah kesayangan di depan mata dan warnanya banyak yang sudah menguning.

"Woh... itu banyak yang kuning, papaya California ya Mbak?" teriakku dengan ekspresi heran. Saya pun memasuki kebun yang  amat luas ini.

"Ya, ambil saja tidak apa, monggo," jawab Mbak Yunita yang mengurusi kebun ini bersama suaminya.

Dokumen pribadi 
Dokumen pribadi 

Tak tanggung-tanggung saya dan Mbak Lis berjalan di kebun yang agak banyak rumputnya itu. Perlahan berjalan lalu memetik buah yang ranum itu. Betapa bahagianya bisa memetik langsung. Beberapa buah kami kumpulkan untuk dibagi bersama. Keponakan yang ikut juga mengambil yang agak jauh. Alhamdulillah ada satu wadah siap kami bagi untuk dibawa pulang.

Saya pun berkeliling lagi. Tampak ada pohon yang menarik perhatian kami yaitu pohon nangka mini yang sedang berbuah. Yang menarik pohon nangka itu berbatang kecil tapi sudah berbuah. Buah pun berada di batang bawah sehingga buahnya hampir menyentuh tanah. Tak ketinggalan kami mengabadikan momen indah tersebut. Bahkan di tempat lain sampai menyentuh tanah. Sayangnya belum matang. wkkk

Selain papaya, nangka masih ada pohon lain yang berbuah. Ada petai, pisang, mangga dan ketela yang telah kami makan di rumah tadi pagi. Kebahagian kami ketika berkumpul dengan saudara. Kami pun makan bersama di pondok sederhana yang berada di tengah-tengah kebun. Selain acara panen ada acara keluarga kami bersama para pengurus masjid yang akan menerima hibah dari kami. 

Kami memang berencara mengibahkan sebagian kebun kami untuk didirikan masjid. Bersyukur banget kami bisa berbuat kebaikan untuk mengibahkan sebagian kebun.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun