Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Financial Pilihan

Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga saat Pensiun

3 September 2022   09:24 Diperbarui: 3 September 2022   10:35 117 22 16
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Finansial. Sumber ilustrasi: PEXELS/Stevepb

Cara Mudah Mengatur Keuangan Keluarga saat Pensiun

Keuangan masa pensiun tentu berbeda kala masih aktif bekerja. Seperti kita ketahui bahwa gaji sudah tidak 100 persen tetapi 75 persen. TPG bagi guru juga sudah hilang. Selain itu tak ada lagi intensif lain yang bisa masuk ke kantong. Ya hanya gaji 75 persen dari gaji kala aktif.

Oleh karena itu kita sebagai anggota pensiun harus bisa memanage agar keuangan harian tercukupi. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Jangan sampai kita terbebani utang. Menurut penulis hal ini yang benar-benar harus dihindari. Masa tua harus dinikmati dengan hal-hal yang menyenangkan. Misalnya masih punya beban menyekolahkan anak, sebaiknya gunakan dana pensiun yang ada.

Nah, penulis yang baru saja pensiun berusaha mengatur keuangan yang ada dengan baik. Beberapa hal yang perlu dirancang sebagai berikut.

Pertama, gaji pensiun yang ada mungkin plus gaji suami dijadikan satu. Total  yang ada kita catat jumlahnya. Selanjutnya kita merancang kebutuhan satu bulan. Mulai pengeluaran yang sifatnya pasti misalnya, tagihan listrik, air PDAM, kuota internet, bensin untuk mobil atau sepeda motor, dan  lainnya yang sifatnya pasti. Jangan lupa anggarkan juga untuk sedekah bulanan. Satu hal lagi adalah belanja bahan pokok yang sifatnya bulanan misalnya beras, sabun, minyak dan gula teh.

Tagihan itu kita masukkan dalam amplop sendiri-sendiri sesuai jenis tagihan. Kita beri nama jenis tagihan pada amplop tersebut.

Kedua, kita buat lagi anggaran belanja harian. Kita berusaha memasak sendiri. Selain hemat juga higienis.  Kita berusaha memasak dengan menu sehat tetapi tetap bergizi. Kurangi masakan bersantan, daging atau ayam broiler. Kita rancang jenis masakan dalam satu minggu. Misalnya mau memasak bersantan, kita jadwal seminggu sekali. Utamakan banyak memasak yang bergizi tapi tidak berlemak. Masakan sayuran itu lebih baik dan bagus untuk tubuh.

Kita sisihkan uang untuk memasak. Misalkan satu amplop untuk satu minggu. Jadi, kita sediakan empat amplop untuk anggaran memasak satu minggu. Anggaran satu minggu dengan besaran yang ada harus cukup. Syukur bisa sisa. Umpama sisa bisa kita sisihkan. Nanti satu bulan kita hitung sisanya. Sisa anggaran bisa untuk makan bersama keluarga di luar atau sebagian kita sisihkan untuk sedekeh atau sedikit berbagi pada cucu itu juga baik.

Jika memungkinkan kita juga anggarkan untuk anggaran lain-lain atau angaran tak terduga. Hal ini penting untuk dana kesehatan, kerukunan atau sosial dengan kampung.

Itulah sedikit gambaran mengatur keuangan keluarga kala pensiun. Mungkin bisa juga diterapkan untuk yang belum pensiun. Intinya kita harus bisa mengatur keuangan keluarga. Jangan sampai kita bergantung pada anak yang sudah berkeluarga.

Kita berusaha mandiri, jangan sampai utang pada tetangga layaknya  tutup lubang satu muncul lubang berikutnya. Ini sangat menyedihkan. Masa pensiun kita nikmati dengan bahagia. Kalau diniati pasti bisa. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Ambarawa, 3 September 2022

Mohon tunggu...

Lihat Konten Financial Selengkapnya
Lihat Financial Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan