Mohon tunggu...
Yan Okhtavianus Kalampung
Yan Okhtavianus Kalampung Mohon Tunggu... Penulis - Narablog, Akademisi, Peneliti.

Di sini saya menuangkan berbagai pikiran mengenai proses menulis akademik dan diskusi berbagai buku.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Ciri Orang Beruntung: Mampu Mengubah Kemalangan Menjadi Kebaikan

12 Februari 2024   21:59 Diperbarui: 12 Februari 2024   22:01 46
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dalam kehidupan, kita sering dihadapkan dengan berbagai tantangan dan rintangan yang terkadang membuat kita merasa tidak beruntung. Namun, melalui penelitian dan observasi terhadap individu yang dianggap beruntung, terungkap bahwa kemampuan untuk mengubah nasib buruk menjadi keberuntungan baik bukanlah sesuatu yang datang secara alami, melainkan hasil dari penerapan prinsip dan teknik tertentu.

Salah satu contoh inspiratif datang dari Jepang, yaitu Boneka Daruma, yang menggambarkan prinsip ketahanan dan kemampuan untuk bangkit kembali setelah mengalami kegagalan. Mirip dengan boneka ini, individu yang beruntung memiliki kemampuan untuk tidak hanya bertahan dari nasib buruk, tetapi juga mengubahnya menjadi keberuntungan yang mengagumkan. 

Melalui penelitiannya yang termaktub dalam buku "The Luck Factor", Richard Wisemen mengungkapkan bahwa terdapat empat teknik utama yang digunakan oleh orang-orang beruntung untuk mengatasi nasib buruk mereka, yang bersama-sama membentuk perisai hampir tak terkalahkan terhadap keberuntungan buruk.

Teknik 1: Melihat Sisi Positif dari Nasib Buruk

Orang-orang beruntung cenderung melihat sisi positif dari nasib buruk yang mereka alami. 

Mereka menggunakan pemikiran kontrafaktual untuk membayangkan bagaimana keadaan bisa jadi lebih buruk, yang pada gilirannya membuat mereka merasa lebih bersyukur dan memandang situasi mereka dari perspektif yang lebih positif. 

Misalnya, seorang atlet yang memenangkan medali perunggu mungkin merasa lebih bahagia daripada pemenang medali perak karena mereka fokus pada bagaimana mereka hampir tidak memenangkan apa pun, bukan pada bagaimana mereka hampir memenangkan medali emas.

Teknik 2: Keyakinan Bahwa Nasib Buruk Akan Berubah Menjadi Baik

Individu beruntung memiliki keyakinan yang kuat bahwa nasib buruk dalam hidup mereka, pada akhirnya, akan berubah menjadi keberuntungan baik. 

Mereka mengambil 'pandangan jangka panjang' dan percaya bahwa sesuatu yang positif akan muncul dari nasib buruk mereka. 

Kisah petani bijak dalam parabel kuno menunjukkan bagaimana kejadian yang tampaknya tidak beruntung dapat berubah menjadi keberuntungan yang luar biasa di masa depan.

Teknik 3: Tidak Berlarut-larut dalam Nasib Buruk

Berbeda dengan individu yang tidak beruntung, orang-orang beruntung tidak berlarut-larut dalam nasib buruk mereka. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun