Mohon tunggu...
Nurul Yamsy
Nurul Yamsy Mohon Tunggu... Penulis - .

Jika ucap tak lagi mampu berkata, biarlah kata yang mengungkap

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Mengatasi Siswa yang Sulit Memahami Pelajaran di Kelas

28 April 2018   12:06 Diperbarui: 28 April 2018   12:11 4854
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
www.tupcylaptop.com

Assalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.

Dalam kegiatan belajar mengajar di kelas, tidak semuanya berjalan seperti apa yang diingnkan. Pasti ada saja masalah yang muncul. Misalnya tentang pemahaman siswa terhadap materi yang diberikan oleh guru. Memang tugas guru adalah menyampaikan ilmu kepada murid. 

Untuk masalah pemahaman tentang materi yang disampaikan, tergantung tingkat pemahaman dari masing-masing siswa itu sendiri. Ada siswa yang cepat memahami materi yang disampaikan, ada yang sedang, dan ada pula yang membutuhkan waktu lama untuk bisa memahami materi yang disampaikan oleh guru.

Lalu bagaimana jika terdapat siswa yang tidak memahami apa yang disampaikan guru, tetapi siswa tersebut malu untuk mengungkapkannya di depan kelas? Apakah ada solusi untuk permsalahan ini? Tentu saja setiap permasalahan aka nada penyelesaiannya.

Ada salah satu cara yang mungkin bisa diterapkan di kelas yang mengalami hal sama seperti kasus di atas. Yakni dengan membentuk bimbingan kelompok.

Menurut Tohirin (2007: 170) bimbingan kelompok adalah suatu cara memberikan bantuan kepada individu (siswa) melalui kegiatan kelompok. Bimbingan kelompok merupakan suatu sarana untuk menunjang perkembangan optimal masing-masing siswa, yang diharapkan dapat mengambil manfaat dari pengalaman pendidikan ini bagi dirinya sendiri (dalam Winkel & Sri Hastuti, 2004: 565).

Dapat disimpulkan bahwa bimbingan kelompok merupakan kumpulan seseorang yang sengaja dibentuk guna membimbing individu yang memiliki masalah. Dan berguna untuk mengoptimalkan perkembangan potensi dari masing-masing individu.

Jadi bimbingan kelompok ini dapat dibentuk di dalam kelas. Misalnya saja siswa yang sudah memahami materi yang diberikan guru dikelompokkan dengan beberapa siswa yang kurang memahami materi. Dengan begitu, siswa yang kurang memahami materi tidak akan malu untuk menanyakan ketidakpahamannya kepada temannya sendiri. Bimbingan kelompok ini juga bisa disebut bimbingan teman sebaya, karena dari teman sebayanya sendiri mereka mendapatkan informasi yang mereka butuhkan.

Tujuan bimbingan kelompok menurut Winkel & Sri Hastuti (2004: 547) adalah menunjang perkembangan pribadi dan perkembangan sosial masing-masing anggota kelompok serta meningkatkan mutu kerja sama dalam kelompok guna aneka tujuan yang bermakna bagi para partisipan. Selain itu bimbingan kelompok bertujuan untukmerespon kebutuhan dan minat para peserta didik. Topic yang didiskusikan dalam bimbingan kelompok ini bersifat umum (common problem) dan tidak rahasia (Departemen Pendidikan Nasional, 2008).

Bimbingan kelompok yang telah dibentuk di kelas tadi itu juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama antar individu, sehingga dengan kerja sama yang meningkat dapat menambah pemahaman siswa terhadap materi yang belum dimengerti. Dalam kelompok ini, secara tidak sadar juga akan terjalin keakraban antar anggota kelompok. dan keakraban inilah yang akan membantu setiap anggota kelompok untuk tidak malu menanyakan hal yang belum dimengerti.

Dengan begitu, jika siswa malu untuk bertanya pada guru, maka mereka dapat menanyakannya pada teman yang sekelompok dengannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun