Mohon tunggu...
Edison Hulu
Edison Hulu Mohon Tunggu... Ekonomi dan Keuangan

Dosen, Peneliti, dan Pelaku Ekonomi.

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi Pilihan

Indonesia Corona Economics dan Fairness dalam Pilihan Solusi

23 Agustus 2020   10:22 Diperbarui: 23 Agustus 2020   11:11 41 1 0 Mohon Tunggu...

Yang dimaksud dengan "Indonesia Corona Economics dan Fairness dalam pilihan Solusi" dalam tulisan ini, yaitu, analisis pertimbangan kewajaran ekonomi tentang segala seuatu yang mempengaruhi peluang keuntungan (profits) dan peluang risiko (loss) atas kehadiran Covid-19 sebagai  asumsi yang "kelihatannya" seperti tanpa pilihan lain akan memberdayakan  semua sumberdaya yang ada (ekonomi, pilitik, dan sosial budaya)  untuk melawan virus tersebut karena dipandang sebagai musuh.  Kalau boleh usul, harus ada "Lembaga Penilai Kewajaran Ekonomi" dalam setiap unsur solusi terhadap Covid-19.

Sejak Maret 2020, kinerja Indonesia melawan  Covid-19 masih kurang menggembirakan dalam menghentikan laju penularan. Pada Gambar kelihatan bahwa jumlah orang yang positif Covid-19 semakin bertambah.  Sebagai contoh, Pada bulan Juli sebanyak 1677 orang per hari, dan meningkat menjadi  1960 orang per hari pada bulan Agustus 2020.  

Kinerja yang kurang menggembikrakan ini harus segera dievaluasi, khususnya dalam aspek kewajaran harga pada setiap solusi, karena diperkirakan Covid-19 akan berlangsung dalam jangka waktu yang sulit diprediksi berapa lama ke depan, dan agar bisa menghemat anggaran secara efisien dan manfaat optimal.

Dalam uraian berikut ini akan dipaparkan tiga solusi atau tiga opsi melawan Covid-19 yang dijalankan Indonesia sejak Maret 2020. Setiap opsi ada bagian yang mengandung harga, dan sampai saat ini belum ada lembaga independen  yang menilau "kewajaran" harga. Kewajaran harga diperlukan untuk memasikan keadilan ekonomi dan sosial kepada semua pihak sebagaimana diamanatkan dan UUD-1945.  

Solusi melawan Covid-19,  Opsi Pertama, yang dipilih Indonesia, yaitu,  membeli "vaksin virus corona" yang dikembangkan negara lain, antara lain, diberitakan bahwa ada rencana Ketua Penanganan Covid-19 dan Menteri Luar Negeri pergi ke Tiongkok untuk negosiasi pembelian vaksin virus Corona.  

Solusi melawan Covid-19,  Opsi Kedua, yang dipilih Indonesia, yaitu,  membuat atau dan membeli "obat virus corona", baik  yang dikembangkan negara lain maupun yang dikembangkan di Indonesia, antara lain, diberitakan bahwa Andika Perkasa (Kepala Staf TNI Angkatan Darat) memaparkan bahwa UNAIR, BIN,dan TNI, telah menguji obat virus corona, dan menunggu persetujuan BPOM untuk disedarkan kepada publik. 

Walaupun beberapa hari kemudian BOPM mengumumkan bahwa masih ada "critical review" yang harus disempournakan agar sampel pengujian mencakup semua karakteristik tingkatan pesakitan (ringan, sedang, dan parah) yang terpapar virus corona. 

Solusi melawan Covid-19, Opsi Ketiga, menunggu operasional Opsi Pertama dan Opsi Kedua,  dijalankan usaha seperti selama ini (sejak Maret sampai saat ini), yaitu, melakukan test sesuai dengan kapasitas peralatan yang ada, diisolasi pemerintah atau mandiri, mengobati yang sakit, menguburkan dengan protokol bagi yang meninggal karena virus corona, merumuskan protokol kesehatan pada era virus corona  yang disertai dengan sanksi bagi yang melanggar.

Apapun opsi yang dipilih selalu ada unsur harga. Sebagai contoh, bila memilih Opsi Pertama, maka ada unsur harga setiap suntikan vaksin corona, berapa harga wajarnya. Bila memilih Opsi Kedua, juga ada harga, yaitu, berapa harga yang wajar untuk setiap butir obat virus corona. Demikian juga bila memilih opsi ketiga, setiap unsur atau elemen mengandung harga, lalu harus ada acuan harga wajarnya.  

Oleh karena itu, diperlukan adanya lembaga independen dalam menilai harga wajar setiap opsi  untuk memastikan bahwa dalam solusi pendemik corona ini terpenuhi unsur-unsur keadilan ekonomi dan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

VIDEO PILIHAN