Balap Pilihan

"Power" Ducati Memang Tiada Duanya!

6 Agustus 2018   15:29 Diperbarui: 6 Agustus 2018   15:43 506 3 1

Balapan seri ke-10 Moto GP 2018 yang berlangsung di Sirkuit Automotodrom Brno, Republik Ceska, pada Minggu 5 Agustus 2018 kemarin menjadi ajang pembuktian kehebatan Ducati Desmosedici GP18. Tidak tanggung-tanggung, Ducati berhasil merebut podium satu dan dua lewat Andrea Dovizioso dan Jorge Lorenzo.

Pembalap andalan Honda, Marc Marquez kali ini tampak tak berdaya untuk melewati kedua pembalap Ducati tersebut. Di trek lurus, Ducati selama ini memang jagoannya. Danilo Petrucci kemudian menorehkan top speed 311,6 km/jam diatas Ducatinya. Namun di Brno, Lorenzo menunjukkan kepada Marquez, betapa mudahnya kini Ducati dalam menjinakkan sebuah chicane, sehingga membuat racing-line para pembalap Ducati itu tetap selalu terjaga...

Menjelang lap-lap akhir, dua kali Marquez berhasil mendahului Lorenzo lewat sisi dalam sebuah tikungan. Akan tetapi betapa kagetnya Marquez ketika melihat Lorenzo kemudian membuka pedal gas Ducatinya dalam-dalam... Lorenzo langsung ngacir menjelang akhir tikungan, bahkan kemudian berhasil melewati Dovi. Sekali tepuk dapat dua lalat! Akan tetapi Dovi yang tak mau dimadu eh diasapi, langsung membuka pol gas motornya dalam-dalam juga.

Seketika ban belakang Dovi kemudian melewati ban depan Lorenzo... Marquez yang sejak pertengahan lomba tampak frustasi diasapi Ducati, hanya bisa terperangah sambil "mengusap dada... aji gile power Ducati!" serunya. Sayup-sayup terdengar suara Dovi dari balik helm-nya... "Brno itu berat Marc, kamu tidak akan kuat... biar aku saja..."

***

Cuaca cerah menemani jalannya balapan di Sirkuir Brno. Dovi start dari posisi pertama, diikuti Vale, Marquez, Lorenzo, Crutchlow dan Petrucci. Hampir semua pembalap menggunakan ban Hard-Hard, termasuk Lorenzo yang biasanya doyan memakai ban Soft. Terpisah Vale dan Alex Rins memilih ban Medium-Hard, sementara Zarko dan Vinales justru memilih ban Medium-Soft!

Begitu start dimulai, Vale langsung melesat untuk memimpin balapan. Tapi tak lama kemudian Dovi berhasil mengamankan tempatnya di depan kembali. Tak lama kemudian tiga pembalap mengalami laka-trio! Vinales, Bradley Smith dan Stefan Bradl dengan berat hati terpaksa harus meninggalkan lintasan...

Lap ke-3, Lorenzo berhasil mendahului Marquez untuk berada di belakang Vale dan Dovi.

Lap ke-5, Marquez balik melewati Lorenzo untuk berada di belakang Vale dan Dovi.

Lap ke-8, Vale berhasil melewati Dovi untuk memimpin balapan, diikuti oleh Lorenzo dan Marquez dibelakang Dovi. Satu lap kemudian Marquez kembali naik ke posisi tiga setelah berhasil kembali melewati Lorenzo.

Tak berapa lama kemudian, tampaknya performa motor Vale menurun dengan cepat. Ditengarai merupakan faktor ban depan yang cepat aus. Vale memang sengaja memilih ban Medium-Hard untuk mendapatkan grip yang lebih baik pada awal balapan. Tapi Vale tak menyangka kalau balapan akan berjalan begitu ketat. Sepuluh pembalap pada grup terdepan jaraknya itu pun sangat rapat!

Vale tak mau mengambil resiko. Dia lalu mengendurkan tali gas-nya untuk menghemat keausan ban. Sebelas lap menjelang akhir balapan, hanya dalam tiga tikungan saja, posisi Vale berturut-turut dilewati oleh Dovi, Marquez, dan kemudian oleh Crutchlow dan Lorenzo tiga lap kemudian...

Tapi ternyata, bukan hanya Vale saja yang "menyimpan rasa eh tenaga." Lorenzo yang kali ini memilih paket ban Hard-Hard (biasanya cenderung soft) tampaknya sengaja "bermain kalem untuk menghangatkan bannya." Kini ban-nya sudah panas, sepanas hatinya yang sudah siap untuk membakar Sirkuit Brno...

Lap ke-16, Lorenzo dengan mudah melewati Crutchlow. Kini posisi balapan menjadi Dovi, Marquez, Lorenzo, Crutchlow dan Vale...

Dua lap kemudian pertunjukan segera dimulai. Crutchlow dan Vale terpaksa agak minggir sedikit untuk memberi ruang bagi pertunjukan duo Desmosedici GP18 ketika menjepit sebuah Honda RCX213V...

Marquez sudah berjuang mati-matian dan sudah mengeluarkan segala ilmu simpanan yang dia punya, namun tak kuasa juga menahan laju duo Desmosedici. Bukan hanya Marquez, tetapi seluruh penggemar Moto GP yang berada di sirkuit maupun yang menonton lewat layar kaca, takjub melihat keganasan Desmosedici GP18...

Crutchlow yang sebelumnya pernah terlibat dalam pengembangan Ducati (Kini menjadi pembalap Tim Satelit Honda) pun tak kuasa menyembunyikan kekagumannya. Crutchlow yang begitu terpesona menonton pertunjukan Ducati tadi, posisi (empat) nya berhasil dicuri Vale beberapa detik jelang akhir balapan. Tetapi Crutchlow tidak memperdulikannya. Dia lebih tertarik untuk segera menyalami pembalap podium dan mengutarakan kekagumannya...

Dovizioso menjadi juara GP Brno. Akan tetapi Lorenzo berhasil mencuri hati penggemar Moto GP! Di Brno, Lorenzo menunjukkan "jati dirinya yang lain." Cara Lorenzo ketika beradu cepat dengan Dovi dan Marquez di tikungan sungguh mempesona. Penggemar Lorenzo pasti kaget melihat Lorenzo ternyata sanggup bermain segalak Marquez di tikungan tajam!

Kini penggemar Moto GP tentu saja bahagia. Ditengah melempemnya prestasi pembalap-pembalap muda seperti Vinales, Zarko dan Alex Rins, ternyata pembalap veteran seperti Dovizioso, Lorenzo, Crutchlow dan Valentino Rossi masih tetap mempesona, dan mampu bercokol di peringkat atas klasemen Moto GP...

Bagi tim Honda keberhasilan Ducati ini tentu saja menjadi kabar buruk. Kini Ducati bukan hanya cepat di trek lurus saja, tetapi juga tetap stabil di tikungan! Masukan dari pembalap penguji Ducati, Casey Stoner memberi pengaruh besar bagi duo pembalap Ducati ini untuk menjinakkan Desmosedici GP18 yang terkenal liar itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2