Mohon tunggu...
Aulia Anisya
Aulia Anisya Mohon Tunggu... -

Sharing is caring

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Dampak Model Diskusi Online terhadap Efektivitas Tugas dan Kedekatan Antar Anggota

23 Desember 2019   11:00 Diperbarui: 23 Desember 2019   11:05 274 0 0 Mohon Tunggu...

Pada perkembangan zaman yang semakin modern, teknologi saat ini semakin berkembang dengan pesatnya termasuk diantaranya teknologi informasi. Pemanfaatan teknologi informasi saat ini banyak dipakai dalam diskusi kelompok, khususnya pada mahasiswa.

Adanya teknologi informasi yang semakin maju, mahasiswa saat ini cenderung melakukan diskusi secara online. Oleh karena itu, kami melakukan penelitian untuk mencari tahu apakah diskusi online memiliki efektivitas terhadap tugas dan kedekatan antar anggota.

Setelah dilakukan wawancara ke beberapa responden, responden menganggap bahwa diskusi online seperti diskusi pada umumnya, hanya saja menggunakan suatu media komunikasi online yang menggunakan jaringan internet seperti LINE, WhatsApp, Google Classroom, dan  e-learning.

Selain itu, beberapa responden telah melakukan diskusi online dalam kurun waktu 2-3 tahun belakangan karena adanya tuntutan suatu mata kuliah, adanya kesibukan dari masing-masing anggota kelompoknya, dan lain hal.

Namun, meskipun diskusi online kerap dilakukan oleh hampir seluruh responden tetapi diskusi online memiliki beberapa kekurangan seperti kurang tersampaikannya informasi, adanya misrepresentasi, adanya anggota yang pasif saat berdiskusi, penyampaian argumen yang masih kurang, sangat bergantung terhadap adanya jaringan internet dan membuat sulit berkomunikasi secara langsung.

Akan tetapi, diskusi online juga memiliki kelebihan yaitu dalam segi efektivitas penggunaan waktu dan cenderung fleksibel karena dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun.

Akibat perkembangan teknologi dan adanya diskusi online tentunya dapat mempengaruhi hubungan kedekatan antar anggota kelompok. Responden menjawab bahwa hubungan yang baik antar anggota akan mempengaruhi kinerja kelompok.

Namun, membangun sebuah hubungan yang baik antar anggota bukan perkara yang mudah apabila tiap anggota tidak mengenal dengan baik satu sama lain, jarang melakukan kontak di luar kelompok, karakter yang berbeda tiap individu, dan terkadang hanya berorientasi pada "yang penting tugas ini selesai".

Padahal, dengan adanya hubungan baik dan kedekatan yang intens antar tiap anggota akan timbul rasa saling peduli, memiliki tanggung jawab yang sama dalam tugas, dan tidak sungkan dalam menyampaikan pendapat ataupun menegur apabila salah.

Oleh karena itu, meskipun zaman semakin modern, diskusi online tetap menjadi primadona, jangan lupakan juga hubungan baik dan kedekatan antar anggota karena hal tersebut menjadi dasar penting dalam membangun sebuah diskusi agar semua anggota dapat berperan di dalam diskusi tersebut.

REFERENSI

  • Blomm, Aqil Zainal. 2007. Model-Model Mengajar. Bandung: CV. Diponegoro
  • Dian Wisnuwardhani dan Sri Fatmawati mashoedi. (2012). Hubungan Interpersonal, Penerbit Saleba Humanika, Jakarta.
  • Jalaluddin Rachmat. (2003). Psikologi Komunikasi, Remaja Rosdakarya, bandung.
  • Julia T. Wood. (2010). Interpersonal Communication: Everyday Encounters, Sixth Edition ,The University of North Carolina at Chapel Hill, 2010.
  • Library Binus
  • Mulyana, Deddy. (2005). Metode Penelitian Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
  • repository.unpas.ac.id. (2019).                                                                                                                                                                      
  • Surakhmad, Wanarno. 2009. Pengantar Interaksi Belajar Mengajar. Jakarta:Depdiknas
  • Subroto, Surya. 2002. Proses Belajar Mengajar Di Sekolah. Jakarta: PT. Ardi Mahatya
  • unila.ac.id [online]
  • Yusup. (2014). HUBUNGAN INTERPERSONAL ANTAR SISWA DAN KEAKTIFAN BELAJAR DENGAN PRESTASI BELAJAR SISWA PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK BANGUNAN SMK NEGERI 3 YOGYAKARTA.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x