Mohon tunggu...
Wasp Book
Wasp Book Mohon Tunggu...
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

hamba yang belajar\r\nhttp://www.waspbook.blogspot.com

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Wawancara Wartawan BBC Mengungkap Kehidupan Agen Dinas Rahasia Inggris

6 September 2014   08:48 Diperbarui: 18 Juni 2015   01:28 0 0 0 Mohon Tunggu...

Meski terasa seperti berada di “awang-awang”- nun jauh di sana- anda pasti akrab dengan istilah : mata-mata, intelejen atau dinas rahasia. Sebab, boleh dikata hampir setiap hari anda mendengar atau melihat istilah-istilah tersebut. Baik melalui bioskop ataupun film-film televisi (dan selalu “meledak”). Dan, salah agen rahasia dari sebuah dinas rahasia yang paling terkenal dan melegenda, tentu saja James Bond, sang 007 yang mempunyai “licence to kill”.

Dan dari semua kisah agen rahasia dan dunia spionase, selalu saja erat berhubungan dengan hal-hal yang memacu adrenalin. Petualanan seru, intrik licik, baku tembak dengan bumbu romansa yang instant.

Tetapi bagaimanakah kehidupan dari seorang agen rahasia sejati di dunia nyata ? Benarkah seperti yang tergambarkan dalam film-film spionase tersebut ? Ataukah kisah seperti itu hanya bisa ditemui di film-film saja ?

Dikutip dari laman BBC, Wartawan BBC Peter Taylor mengamati kehidupan dunia agen rahasia di zaman modern. Dan menyajikannya kepada anda.

Peter Taylor sendiri merupakan salah satu wartawan yang memperoleh akses tak terbatas untuk mewawancarai petugas dari dinas rahasia Inggris, MI5 (badan keamanan domestik) dan MI6 (badan keamanan luar negeri).

Hasil wawancara Peter Taylor dengan Michael, salah seorang agen rahasia Inggris :

Michael bekerja untuk MI6, dan ia ditempatkan di negara pusat Al Qaeda. Merekrut dan mengendalikan agen adalah bagian paling berbahaya dan paling berat yang harus dijalankan oleh seorang mata-mata modern” papar Michael mengawali wawancaranya. "Kemampuan kami memasuki jaringan-jaringan teroris sangat penting untuk mendapatkan peringatan awal akan ancaman-ancaman yang kami hadapi," kata Michael. "Kami mulai dengan proses menentukan sasaran. Obyektif kami adalah sebisa mungkin mendekati para pimpinan. Kami akan memetakan jaringan teroris tersebut, memahami siapa saja tokoh-tokoh kuncinya dan hubungan diantara mereka untuk mendapatkan gambaran jelas mengenai peranan mereka. "Dapatkah kami mendekati mereka? Apakah mereka bisa ditembus? Apakah mereka memiliki informasi yang berguna bagi pemerintah? Mungkinkan mereka bersedia bekerja bersama MI6 sebagai informan?" ● Bagaimana Michael bisa merekrut anggota?

KONTEN MENARIK LAINNYA
x
6 September 2014