Mohon tunggu...
Siti nurjanah
Siti nurjanah Mohon Tunggu... Freelancer - Blogger

Suka melakukan perjalanan, baca buku, nonton film atau drama juga mendengarkan musik. - Nulis juga di : https://www.stnurjanahh.com - IG dan Twitter : @st_nurjanahh

Selanjutnya

Tutup

Birokrasi Artikel Utama

Kuliner Unik dengan Suasana Makan di "Penjara"

14 April 2016   17:40 Diperbarui: 15 April 2016   10:16 17 6 6
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

[caption caption="Dokumentasi pribadi"][/caption]

Pernahkah membayangkan seperti apa makan dengan nuansa di penjara? Bagi pemburu kuliner unik, di sentra kuliner Jakarta Utara, tepatnya Jl. Raya Boulvard Blok PD1-/5-6 Kelapa Gading terdapat sebuah tempat makan bernama Bong Kopitown. Mengusung nuansa penjara Hongkong tahun 1967, nyatanya tempat ini menyajikan konsep interior restoran unik dan tidak biasa. Tapi tenang saja asumsi tempat yang pengap, bau, dan kotor sebaiknya dibuang jauh-jauh karena sesungguhnya tempat ini terbilang cukup cozy untuk hangout bersama teman-teman.

[caption caption="Dokumentasi pribadi"]

[/caption]

Dari luar pintu dibuat sedemikian rupa menyerupai terali besi sehingga semakin menegaskan suasana penjara. Konsep interior tua nampak pula. Sebelum memasuki area dapur, ada telepon dinding zaman dahulu, dinding berbatu bata yang tidak dicat berhiaskan lampion. Sementara di sudut lain, seperti ruangan khusus penjara dengan meja persegi panjang dan di atasnya tergeletak sebuah surat kabar Old Town Post, di mana surat kabar tersebut berisi beragam pilihan menu makanan dari yang ringan hingga yang berat dan beberapa minuman. 

Selain itu, di halaman depan ada sebuah cerita fiktif mengenai penjara Bong Kopitown. Dikisahkan ada dua sahabat Bong dan Kim.  Peran Bong sebagai koki berhasil membuat tiga buronann Lee, Ming, dan Ken menyerahkan diri. Cerita bermula dari Bong yang tidak tega melihat sahabatnya Kim dipenjara sehingga kemudian ia pun melamar sebagai koki penjara. Karena kelezatan setiap masakannya, akhirnya santer beredar hingga ke telinga ketiga para buronan tersebut yang juga penasaran dengan cita rasanya. 

[caption caption="Dokumentasi pribadi"]

[/caption]

Menu makanan beratnya cukup bearagam mengusung cita rasa masakan khas Melayu dan Cina peranakan seperti Singkawang ataupun Pontianak. Saat itu saya memesan nasi goreng cabai hijau. Penyajian dengan wadah yang cukup besar bagi saya berbahan dasar alumunium yang pada nyatanya membuat saya tak mampu menghabiskannya lantaran porsi yang cukup banyak. Kisaran harga di tempat ini antara Rp 15.000 - Rp 100.000. 

Mohon tunggu...

Lihat Birokrasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan