Mohon tunggu...
Cakra Inderasena
Cakra Inderasena Mohon Tunggu... -

warsimi.blogspot.com | seorang mahasiswa sebagai badut | pesan badut ? hihihi 021-94447440

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kamseupay = "Baru Belajar Kalau Datang Ujian"?

3 Mei 2012   14:53 Diperbarui: 25 Juni 2015   05:46 226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Peta Pikiran Butan saya untuk pelajaran Perbandingan Hukum

Ujian dengan materi yang terkumpul dalam satu buku setebal batu bata, untuk mempelajari semua itu dalam satu malam rasanya sungguh ter-la-lu, atau dengan bahasa lain sistem kebut semalam rasanya tak cocok diterapkan untuk ujian dengan materi sebanyak itu, terlalu banyak yang mesti dihafal dan dipahami, jangankan sistem kebut semalam, belajar dua hari dua malam pun belum tentu bisa menyelesaikan buku yang bisa buat bantal itu. Tapi tetap saja diri ini masih saja berkubang liang dengan sistem kebut-kebutan seperti itu. semua itu bisa saja kita serupakan dengan kamseupay alias norak, hari gini masih belajar saat mau ujian saja..! Dampak negatif dari cara seperti cukup terasa, kepala pening, hidup terasa sempit, terlalu dikejar rasa takut mendapat nilai buruk, pada akhirnya nafsu makan berkurang, mata lelah, badan lemas, diare, dan yang terparah adalah membolos beberapa pelajaran sebelum ujian, karena ujian dilaksakan di jam ke-3, alasannya sederhana, masih ada waktu untuk belajar, membolos pun menjadi sebuah pembenaran karena nanti akan ujian, tapi tetap saja banyak yang gugup saat ujian berlangsung karena merasa belum siap, belum baca ini dan itu, padahal sudah ditambah bolos belajar. Belajar beberapa hari yang begitu dekat dengan ujian memang lebih diminati dari pada belajar jauh-jauh hari sebelum ujian, karena manusia pada dasarnya akan berbuat jika ada pemicu, dan semakin semangat jika pemicu itu berkaitan dengan hal yang menurutnya penting, dalam hal ini nilai menjadi pemicu untuk belajar sebelum ujian, karena nilai masih dipandang setingkat lebih tinggi dari pengetahuan. Nilai tinggi lebih sering dikejar dari pengetahuan yang mumpuni, oleh karenanya belajar menjadi ajang pengumpulan nilai bukan memupuk pengetahuan. Karenanya tak jarang orang yang punya nilai baik dari segi akademis tapi kerdil wawasan keilmuan dalam bidangnya sendiri. Kebiasaan yang membudaya seperti ini (belajar hanya kalau akan ada ujian) dapat kita atasi dengan kebiasaan lain yang juga sudah membudaya, kredit. kita begitu dekat dengan sistem kredit, motor, mobil, tikar, kipas angin, bahkan kuliah pun pakai sistem kredit (sks = Satuan Kredit Semester), intinya sistem kredit membantu kemampuan kita yang terbatas, saat kita tak mampu secara langsung membeli motor karena harganya jauh di atas gaji, maka sistem kredit atau mencicil bisa menjadi jalan keluar, saat beban studi begitu besar seorang mahasiswa bisa mengambil hanya beberapa sks saat Ia kuliah, nah Begitupun belajar, kredit atau mencicil dalam membaca dan memahami pelajaran merupakan cara jitu agar saat ujian telah dekat hidup tak menjadi galau lantaran ujian yang sudah di depan mata sedang buku pelajaran belum di buka-buka. Hernowo seorang Sufi dalam tarekat baca tulis mengungkapkan bahasa ngemil pelajaran dengan begitu sederhana = ngemil. ya ngemil, dengan ngemil saja ada orang yang bisa gemuk, apalagi kalau ngemilnya membaca dan memahami materi kuliah, wah otak bisa gemuk juga dong. :) [caption id="" align="alignright" width="247" caption="Peta Pikiran Butan saya untuk pelajaran Perbandingan Hukum"][/caption] setelah ngemil baca buku materi kuliah sudah mulai sedikit-sedikit terlaksana, saatnya mencatat... lah kok dicatat? kan semuanya sudah ada dibuku. Yup, betul... walau semuanya sudah ada dibuku, apakah otak kita mampu mengingat semua yang telah kita pelajari? tentu sedikit sekali orang yang bisa mengingat. untuk itu kita butuh sebuah metode yang dapat membantu ingatan tentang sebuah materi pelajaran dapat dengan mudah kita panggil kembali yaitu dengan Peta Pikiran, artinya pelajaran-pelajaran yang telah kita pelajari diringkas ringkas ke dalam sebuah peta/outline/jalur-jalur yang kita hubungkan dengan garis, kita tambahkan gambar, menggunakan spidol warna dalam menuliskannya ataupun dengan apapun yang kita inginkan agar ringkasan pelajaran yang berbentuk itu itu terlihat menarik. karena semakin menarik sebuah peta pikiran maka akan semakin mudah untuk mengingatnya kembali, untuk lebih jelasnya mengenai peta pikiran klik di sini. Pada akhirnya, mudah-mudahan ujian yang akan datang saya, kamu, kita dan siapa saja yang merasa selalu terburu-buru untuk belajar saat waktu ujian mendekat bisa dengan mudah memperbaiki diri kita masing-masing, termasuk yang menulis tulisan ini, :) salam cakra klik untuk mampir ke beranda saya

Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun