Mohon tunggu...
M.Dahlan Abubakar
M.Dahlan Abubakar Mohon Tunggu... Purnabakti Dosen Universitas Hasanuddin

Dosen Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Hilman Syah, Pahlawan PSM di Piala Menpora

9 April 2021   22:31 Diperbarui: 9 April 2021   22:41 77 3 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Hilman Syah, Pahlawan PSM di Piala Menpora
Hilman Syah

Berpenampilan tenang dengan tinggi 1,82m, Hilman Syah sangat patut dijuluki pahlawan atas kemenangan PSM 4-2 dalam adu penalti melawan PSIS Semarang, Jumat (9/4/2021) malam di Stadion Kanjuruhan Kabupaten Malang.  

Betapa tidak, dengan terlebih dahulu berdoa, bagaikan membuat mental dua pemain PSIS Semarang yang melakukan tendangan penalti seolah "tersihir" atas gestur penjaga gawang kelahiran 25 Mei 1997 ini.  

Penyelamatan spektakuler yang dilakukan Hilman Syah terhadap dua petendang PSIS tersebut mengantar PSM sebagai tim pertama yang maju ke semi final Piala Menpora 2021.

Ketika Pratama Arhan sebagai petendang pertama dari PSIS menatap si kulit bundar yang diletakkan di titik putih di bawah tatapan mata Abdullah, yang bertindak sebagai pengadil pertandingan yang berakhir 0-0 pada 2 x 45 menit tersebut.

Mata Hilman Syah mengikuti gerak mata algojo petendang pertama dari tim berjuluk "Mahesa Jenar" tersebut. Benar juga, gerakan kaki Pratama terdeteksi dengan gerakan Hilman Syah yang menghadang bola. Posisi 0-0.

PSM menyorong Hasyim Kipouw sebagai algojo pertama. Tidak terlalu sulit bagi pemain asal Papua ini menaklukkan Jandia Eka Putra, pria gondrong yang berdiri di bawah mistar gawang PSIS Semarang. Tendangan kerasnya menggantung dan tidak tertahankan oleh Jandia, kedudukan 1-0 untuk PSM.

Komaruddin Hari Nur dari PSIS Semarang maju menghadapi si kulit bundar sebagai petendang kedua. Seperti dicekam waswas atas kegagalan rekannya Pratama Arhan, Komaruddin Hari Nur pun melepaskan tendangan datar. 

Halim Syah ternyata mampu membaca gerak mata sang eksekutor tendangan penelti PSIS ini. Betul, Kiper yang bergabung dengan PSM tahun 2017 mampu menghadang bola hingga kedudukan tetap menjadi 1-0 untuk PSM, sementara PSIS sudah melakukan dua kali tendangan.

Rasyid Bakri pun menjadi alogojo kedua penalti PSM. Tidak terlalu sulit bagi pemain yang spesialis petendang bola mati di pojok ini menaklukkan Jandia. Kedudukan berubah lagi 2-0 untuk PSM.

PSIS memperoleh kesempatan melepaskan tendangan ketiga. Yang dipercayakan sebagai algojo adalah Alfendra Dewangga yang ternyata mampu mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Abdul Rahman menjadi petendang ke-4 PSM. Pemain yang cukup lihai ini hanya melepaskan tendangan tipuan dalam gerak lambat yang dilepaskan lurus, sementara Jandia mengantisipasinya ke sebelah kiri rusuknya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN