Rizal Amri
Rizal Amri

Pengamat barang kerajinan dan rajin mengamati peristiwa politik

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Ahok Talak Tiga Produk China

22 Mei 2015   10:09 Diperbarui: 17 Juni 2015   06:43 9 0 0

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) benar-benar geram dengan berulangnya kasus kebakaran yang menimpa Bus TransJakarta di DKI. Ahok bertekad mengandangkan 30 unit bus TransJ merk Zhong Tong yang sudah beberapa kali terbakar.

"Makanya dia mengancam kita, kamu kalau kurang bus bagaimana? Saya lebih baik keamanan dong. Itu yang saya marah. Kenapa beli bus merk tidak jelas, bukan beli merk terkenal di dunia yang ada agen di sini, harganya pasti mahal," ungkap Ahok di Balai Kota, Selasa (17/3/2015).

Kegeraman Ahok beralasan, soalnya bus asal negeri Tirai Bambu tersebut selain mudah terbakar juga banyak yang rusak dan karatan, padahal usianya masih muda.

Belum kering bibir Ahok "mewek-mewek" soal ini, kebakaran kembali menimpa bus buatan China tersebut dan beruntun. Kamis pagi kemaren (21/5/2015) Bus TransJakarat terbakar di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur. Padahal satu hari sebelumnya, Rabu pagi (20/5/2015)  juga terjadi kebakaran yang sama di Halte Pasar Senen, Jakarta Pusat. Bahkan terbakarnya bus tersebut, membuat penumpang panik dan terpaksa berhamburan keluar dengan memecahkan kaca. Akibatnya beberapa penumpang terluka ringan dan mendapat perawatan.

Bus yang terbakar di Kampung Melayu bermerek Yuthong dan yang di Senen bermerek Weichai. Belum jelas apakah setelah Zhong Tong, Ahok juga akan mengandangkan semua bus merek China lainnya. Namun YLKI sudah berkali-kali mendesak Pemprov DKI untuk mempertimbangkan keselamatan dan tidak bermain-main dengan nyawa penumpang.

Ahok sendiri mengakui bahwa pengadaan bus pada saat dia menjadi wagub Gubernur DKI Joko Widodo itu, merupakan kegagalan Pemprov DKI.

"Ini kegagalan kita waktu ngadain bus,” ujar Ahok lirih.

Belajar dari pengalaman itu, Ahok bertekad untuk mengadakan moda transportasi terbaik kelas dunia bagi warga Jakarta.

"Itu yang saya bilang kalau miskin jangan beli barang murah, karena kamu tidak bisa membeli lagi. Kalau miskin mesti beli yang paling mahal, karena pakai seumur hidup. Kalau orang kaya boleh beli barang jelek, rusak beli lagi," ujarnya.

Trauma Ahok dengan produk China tampaknya belum akan berakhir. Ahok tak akan kuasa untuk menolak alat transportasi produk China lainnya berlanglang buana di Jakarta. Sebagaimana dilansir laman Sekab, RRC sudah dipercaya untuk membagun kereta api (KA) cepat jalur Jakarta–Bandung, dan Jakarta–Surabaya. Hal itu adalah bagian dari hasil pertemuan bilateral antara Presiden Jokowi dan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping, di sela-sela acara Konferensi Tingkat Tinggi Asia Afrika (KAA) ke-60 yang lalu.

Tidak hanya membangun kereta api, RRC nyaris menyapu bersih pembangunan infrastruktur di Indonesia. Antara lain, pembangunan 24 pelabuhan, 15 bandar udara (airport), pembangunan jalan sepanjang 1.000 kilometer (km), pembangunan jalan kereta sepanjang 8.700 km, dan pembangunan pembangkit listrik (powerplan) berkapasitas 35 ribu megawatt. Saking sumringahnya Presiden China Xi Jinping mendapat "durian runtuh" proyek bernilai ratusan triliyun rupiah, dia lupa kebiasaan yang dia "haramkan" untuk dirinya. Xi Jinping tak menolak dan dengan senang hati mau diajak berfoto selfie oleh Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Kasus langka ini tak urung bikin gempar daratan China. Pasalnya, inilah pertamakalinya Xi Jinping mau diajak selfie. Apalagi selama ini Xi Jinping dikenal sebagai pemimpin kaku di China sejak Ketua Mao.

Kesepakatan dengan China pada even KTT Konferensi Asia Afrika ini juga sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi.

"Dengan Tiongkok, disepakati dan segera ditindaklanjuti target perdagangan 150 miliar dolar AS dan ditandatangani kerjasama untuk pembangunan Jakarta-Bandung High Speed Rail," ujar Presiden dalam keterangan persnya di JHCC, Jakarta, Kamis (24/4/2015).

Adapun dengan Jepang, Indonesia menyepakati dibentuknya forum maritim antar kedua negara. "Maritim Forum untuk menindaklanjuti kerjasama maritim dan kerjasama yang orientasi ekspor," imbuh Jokowi.

Pernyataan Presiden Jokowi dan keputusan Indonesia memilih kereta cepat dari Tiongkok ini, disinyalir membuat PM Jepang Shinzo Abe "kehilangan selera makan". Abe meninggalkan KAA dan mempercepat kepulangannya ke Jepang. Setiba di Tokyo, tiga menteri dalam kabinet Abe mengunjungi Kuil Yasukuni, yang memicu kemarahan Beijing.

Abe diduga "sewot" lantaran pada saat kunjungan Presiden Jokowi ke Jepang tanggal 26 Maret 2015, sempat tercuat keinginan Jokowi untuk menghadirkan Shinkansen di Indonesia. Angin “surga” dari Presiden RI itu, langsung direspon sejumlah pengusaha Jepang dengan mengusulkan pembentukan BUMN Shinkansen.

Batalnya kehadiran Shinkansen di Indonesia juga diisyaratkan oleh Menhub Ignatius Jonan. Menurut Jonan, siapa yang suruh buat Shinkansen di Indonesia. Jonan lalu menghibur Jepang dengan meresmikan KMP Mutiara Persada III yang diklaim sebagai kapal jalur “tol laut” perdana di Indonesia. Kapal ro-ro (roll on roll off) yang akan melayani trayek pelayaran Pelabuhan Panjang-Tanjung Perak Surabaya ini adalah kapal buatan tahun 1989 eks Jepang.

Baca juga:

http://politik.kompasiana.com/2015/05/08/kapal-bekas-tedjo-dicaci-kapal-bekas-jonan-dipuji-716534.html