Mohon tunggu...
Azeem Amedi
Azeem Amedi Mohon Tunggu... Blog Pribadi

Masih belajar, mohon dimaklumi. | S1 Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran | F1 & Racing Enthusiast

Selanjutnya

Tutup

Otomotif

Cerita Menaklukan Medan Terjal Kiara Payung, Shell V-Power

26 Mei 2019   10:00 Diperbarui: 26 Mei 2019   10:11 0 0 0 Mohon Tunggu...
Cerita Menaklukan Medan Terjal Kiara Payung, Shell V-Power
nusaget.com

Kala itu, Sabtu pagi 27 Oktober 2018, saya mempersiapkan perjalanan menuju acara organisasi kemahasiswaan bertempat di villa daerah Kiara Payung, Cileunyi, Kabupaten Bandung. Saya bersiap dengan teman saya dari Kota Bandung untuk menyambangi tempat tersebut tepat sebelum acara dimulai.

Kami bergegas mempersiapkan kendaraan untuk perjalanan menuju ke tempat acara. Kebetulan kendaraan yang digunakan adalah kendaraan teman saya, mid-size SUV yang umum dimiliki banyak pengendara mobil di Indonesia. Sebelum tiba di tempat acara, kami kemudian mencari SPBU untuk mengisi bahan bakar karena tinggal tersisa sedikit di tangki.

Selanjutnya, diputuskanlah untuk kami mengisi bahan bakar di SPBU Shell Pasteur sebelum melanjutkan perjalanan kami menuju Jatinangor dan Kiara Payung. Perjalanan dilalui dengan pertama-tama menyusuri Jalan Tol Cileunyi, kondisi jalan tol saat itu masih sepi sehingga kami tidak ragu-ragu untuk menggeber kendaraan kami untuk segera sampai agar dapat membantu persiapan panitia acara di villa.

Selama melalui jalan tol, teman saya terkejut, "kok tumben ya tarikannya enteng?" Saya pun juga ikut heran dengan performa seperti itu, sesampainya di Cileunyi tangki bensin masih dalam keadaan penuh. Selanjutnya, kami menyusuri jalanan menanjak menuju Kiara Payung.

Kami pun melihat jalur ke villa melalui GPS yang tersedia di ponsel kami, karena baru pertama kalinya kami menuju tempat tersebut. Kami lupa belum mengaktifkan mode yang bisa mendeteksi jenis jalan yang dilalui, apakah sudah diaspal atau masih berupa jalanan tanah berbatu yang terjal. 

Begitu kami menyusuri jalan tersebut, ternyata kami menemukan jalanan berbatu menanjak dan terjal, dan semakin lama semakin menyempit menjadi satu lajur, dengan bersebelahan jurang yang landai.

"Bisa nggak nih kita lewat sini?" kata kawan.

"Ya harus dicoba" saya balas.

Kami kemudian tetap maju melalui jalan tersebut, untungnya tarikan mesin enteng sehingga ketika kami membutuhkan tenaga untuk menanjak, kami menanjak dengan lancar. Satu per satu tantangan yang ada di jalur tersebut kami lalui.

Tibalah kami di medan yang paling sulit dari jalur yang kami lalui: jalanan tanah berbatu, bersebelahan dengan jurang. Kami harus bisa menakar gas dan rem untuk bisa terus berjalan. Tiba-tiba kami terjebak di lubang genangan dan kami pikir akan kesulitan untuk keluar, nyatanya ketika kami memasukan gigi rendah serta mulai membuka gas, kami berhasil keluar dengan lancar, dan akhirnya sampai ke tujuan dengan selamat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x