Mohon tunggu...
wiwi wildasari
wiwi wildasari Mohon Tunggu... Freelancer - storyteller

I am passionate about social community

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Pilihan

Panduan Hidup Sendiri agar Lebih Bahagia!

12 Januari 2024   21:07 Diperbarui: 12 Januari 2024   21:27 71
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Lyfe. Sumber ilustrasi: FREEPIK/8photo

Kira-kira muncul pertanyaan besar seperti ini, adakah panduan khusus untuk hidup? Tentu saja ada, adanya kitab dalam agama bisa kita jadikan panduan hidup dengan baik bukan! lalu muncul lagi pertanyaan, lantas bagaimana cara hidup sendiri?

Kebiasaan hidup bersama dalam sebuah keluarga tentu akan memberatkan seseorang untuk mulai hidup sendiri. Sewaktu kecil saya sudah ingin cepat menjadi dewasa supaya bisa segera merantau dan hidup sendiri. Syukurnya selepas lulus SMA langsung bisa merantau. Alih-alih memulai hidup sendiri nyatanya saya masih harus hisup bersama orang lain, waktu itu karena benturan peraturan kemudian berlanjut karena benturan ekonomi. Ternyata hidup merantau dengan cara berbagi kehidupan bersama teman adalah jalan ninja hemat budget. Setelah 4 Tahun hidup bersama seorang teman, hidup sendiri barulah dimulai. Ternyata kehidupan bersama di tahun sebelumnya baru saya syukuri ketika mulai hidup sendirian, barulah saya tahu betapa nikmatnya hidup bersama.

Sungguh hidup sendirian itu tidak mengenakkan. Tidur sendirian, terkadang berkhayal tiba-tiba ada sosok hitam di depan muka saat terbangun. Belum lagi terasa sepi, karena tidak ada teman yang biasanya diajak berdiskusi. Rasanya dulu saat hidup bersama terasa ingin sepi, sendiri dan tidak harus berbagi. Di awal-awal masa hidup sendiri pasti butuh adaptasi. Tidak ada panduan khusus bagaimana kita harus memulainya. Hai kamu yang sendirian, sudah bahagiakah?

Berikut beberapa cara saya memulai hidup sendiri menjadi lebih bahagia.

1. Niat Hidup Sendiri

Banyak alasan untuk memulai hidup sendiri mulai dari alasan pekerjaan, sekolah dan bisa jadi cara melarikan diri. Alasannya bebas, tapi saya ingin menyarankan ambillah niat yang pasti untuk hidup sendiri menjadi lebih baik. Niat awal saya hidup sendiri adalah untuk bisa mencintai diri. Saya mendapati ternyata saya sangat jauh dari mencintai diri. Rasa tidak peduli pada diri sendiri ini akan membuat hidup lebih berat, karena fokusnya kemana-mana misalnya sering membandingkan keadaan sendiri dengan orang lain. Niat yang kuat ini membantu saya lebih memaknai hidup sendiri. Setiap harinya saya bersyukur masih hidup sendiri. Saya bangun menuju jendela kamar, kemudian mengizinkan udara pagi masuk sambil menyeduh teh hangat dan melempar pandang jauh ke atas langit, sambil berbisik kepada diri "terima kasih untuk pagi yang damai"

2. Menerima diri

Masuklah ke ruanganmu lalu duduk santai, setelah bertahun-tahun hidup diluar sana kamu pasti merasa penuh. Pundakmu mungkin sudah tidak kuat untuk memikul bebannya. Sekarang sudah aman, kamu punya ruang nyaman. Kurang lebih itu yang saya lakukan di hari pertama hidup sendiri. Saya melihat jauh ke dalam diri mendapati tidak mengenali siapa saya. Perlahan saya mulai berkenalan dan mulai menyelami diri lebih dalam lagi. Semua luka-luka batin, kekurangan diri yang tiada habisnya dan sedikit kelebihannya saya coba untuk menerima semuanya. Saya mencoba memeluk satu per satu, perlahan-lahan dan tidak memakai jangka waktu karena saya punya banyak waktu untuk melakukannya sedikit demi sedikit biar nggak sulit.

3. Mengembalikan Kenangan

Sewaktu kecil pasti kita punya hal-hal yang kita sukai, kalau saya senang sekali ketika bermain peran dengan mainan boneka. Saya juga suka menulis diary di buku bagus yang punya kunci gembok. Sejak hidup sendiri saya mulai melakukan kegiatan-kegiatan yang paling saya sukai, saya jadi merasa kembali lagi pada saat itu saya punya kenangan yang baik saat melakukannya. Saat melakukan semua ini saya sambil berkata "sekarang kamu aman, boleh melakukannya sesuka kamu"

4. Keluar Sebentar dari Ruangan

Indahnya hidup sendiri salah satunya adalah bisa bangun kapanpun, mau tidur seharian atau mengurung diri sebulanpun nggak akan ada yang protes. Sehari dua hari memang boleh bermalas-malasan, saya menyarankan untuk keluar sebentar untuk berjalan. Coba keluarlah dari ruanganmu, lihatlah ada apa di luar? Berjalan kaki membuat saya lebih sadar secara utuh, saya bisa melihat orang-orang yang sedang berjualan, petugas PLN yang sedang naik tiang, bahkan bisa memetakan jalan kelurahan. Selain bagus untuk kesehatan, ini juga saya percaya sebagai cara untuk merawat kewarasan.

5. Bukalah Galeri dan Hardisk Foto

Bagi orang yang introvert 80% mungkin hidup sendirian terus akan terasa menyenangkan, tapi kadang bakalan ada titik jenuh dan kesepian saat sendirian. Saya pernah mengalaminya, perasaan ini sangat wajar dan alami karena sejatinya manusia makhluk sosial. Saya biasanya mengatasi kesepian dengan membuka galeri foto, coba lihat ada berapa ribu foto dalam galeri Hp kita sepertinya hanya disimpan dan bikin memori HP jadi penuh. Selain memilih hidup minimalis dengan mebatasi barang, saya juga memberlakukan minimalis untuk area hidup digital saya, salah satunya adalah membatasi foto dalam galeri. Membuka galeri memaksa saya untuk mengingat kejadian pada foto tersebut, ada foto yang punya kenangan mendalam tapi ternyata banyak juga foto yang saya rasa kurang berguna dan inilah foto-foto yang akan saya hapus. Lumayan kan ini bisa memberi ruang untuk memori HP

6. Meningkatkan Kualitas Diri

Seorang teman pernah berkata "tidak apa-apa kok kalau kita nggak ngapa-ngapain" sekilas mendengar hal ini tentu saja tidak ada yang salah dengan kalimatnya, saya pernah juga melakukannya. Hampir berbulan-bulan saya melakukannya, akhirnya saya tiba di titik saya bertanya pada diri lalu sampai kapan mau nggak ngapa-ngapain? Darisana saya sadar rutinitas itu perlu. Kegiatan rutin membuat kita menjadi orang yang lebih waras, coba saja lihat para pensiunan atau lansia masih tetap merawat rutinitas untuk tetap menjaga fitrah hidup. Saya pun memilih untuk membuat rutinitas harian, awalnya yang sederhana saja seperti mandi, main,  dan nonton. Lalu naik level ditambah kegiatan belajar, saya biasanya memilih hal-hal yang saya minati untuk dipelajari. Saya merekomendasikan untuk mulai belajar menulis tulisan tangan yang rapi, cobain deh rasanya memulihkan.

7. Mengajak Teman Bermalam

Sesekali bukalah pintu untuk temanmu, biarkan dia bermalam dan ajaklah mengobrol seharian. Frekuensinya tidak harus terlalu sering, selain membantu teman yang butuh penginapan ternyata ini membuat saya menjadi lebih bahagia. Karena saya tahu ini tidak lama, maka saya lebih menghargai waktu kebersamaan dengan teman. Saya berusaha untuk menjadi pendengar yang aktif dan juga membagikan kisah pertumbuhan saya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Lyfe Selengkapnya
Lihat Lyfe Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun