Mohon tunggu...
Wiwien Wintarto
Wiwien Wintarto Mohon Tunggu... Penulis serba ada

Penulis, sejauh ini telah menerbitkan 29 judul buku, 17 di antaranya adalah novel, terutama di PT Gramedia Pustaka Utama. Yang terbaru adalah novel Elang Menoreh: Perjalanan Purwa Kala (terbit 1 November 2018) terbitan Metamind, imprint fiksi dewasa PT Tiga Serangkai.

Selanjutnya

Tutup

Media Artikel Utama

"Homeland" dan Politik Indonesia Terkini

4 Juni 2019   00:01 Diperbarui: 7 Juni 2019   05:02 0 8 2 Mohon Tunggu...
"Homeland" dan Politik Indonesia Terkini
Claire Danes dan Mandy Patinkin dalam serial "Homeland" (Foto: TV Insider)

Bagaimana sebenarnya dunia politik bergeliat? Pertanyaan ini menarik dikemukakan sejak kita orang Indonesia terkena demam politik level parah mulai tahun 2012, tepatnya ketika Walikota Surakarta (saat itu) Joko "Jokowi" Widodo maju di pemilihan gubernur DKI Jakarta periode 2012-2017.

Perpecahan masif disertai ributnya ujaran kebencian dan berita hoaks yang diarahkan padanya menarik dicermati dan dipelajari melalui serial televisi asal Negeri Paman Sam satu ini.

Serial Homeland berkisah soal agen rahasia CIA bernama Carrie Mathison, yang diperankan oleh Claire Danes. Ia unik karena ia menderita bipolar disorder, gangguan kejiwaan yang membuat seseorang terjebak di antara dua situasi mood yang sangat berlawanan: cemerlang saat berada dalam situasi panik, dan rusak beranyakan dalam periode depresi. Kecemerlangannya dalam menjalankan tugas sebagai mata-mata kerap ternodai kekurangannya itu.

Homeland yang diangkat dari serial asal Israel Prisoners of Wars mulai tayang di jaringan TV kabel Showtime sejak 2 Oktober 2011. Satu musimnya terdiri atas masing-masing 12 episode, dan hingga kini telah menuntaskan tujuh musim, yang berakhir pada 29 April 2018 lalu. Penayangan musim kedelapan yang akan mulai digeber akhir tahun 2019 ini nanti akan menjadi musim terakhir petualangan Carrie sebagai agen rahasia.

Sepanjang penayangannya, Homeland beberapa kali meraih penghargaan pertelevisian tertinggi Amerika Serikat, Emmy Award, khususnya untuk kategori Serial Drama Terbaik dan Aktris Utama Terbaik. Penampilan akting Danes di serial itu demikian kuat sehingga tak jarang penonton memintanya untuk menurunkan tensi aktingnya karena dirasa terlalu menyeramkan, terlebih saat berperan sebagai Carrie yang tengah kumat!

Serial ini resminya bertutur mengenai dunia spionase, mirip seperti kisah James Bond, Ethan Hunt, atau Jason Bourne. Bedanya, Homeland sangat realistis karena benar-benar mengikuti kewajaran situasi dunia nyata.

Lakon alias tokoh protagonis belum tentu menang, apalagi kinclong gilang gemilang mirip Agen 007. Adakalanya target yang sudah di depan mata---dan Bond biasanya cukup dengan sekali jotos langsung semua masalah selesai---terpaksa dilepaskan karena kerumitan urusan diplomasi antarnegara.

Selain itu, satu bidang kehidupan yang selalu terseret atau menyeret urusan intelijen ikut dihadirkan secara detail, yaitu soal politik.

Kisruh jagad intel selalu terkait dengan lobi-lobi politik hingga sekelas gubernur, menteri, anggota dewan, dan bahkan presiden. Dan sebaliknya, konflik politik tingkat tinggi pasti akan membawa-bawa para petugas intel ke dalam upaya para politikus saling mengintai, saling menghancurkan, dan berebut informasi.

Keterkaitan intel dan politik tersuguhkan dengan brilian sepanjang tujuh musim penayangan Homeland. Setelah lima musim menghadirkan intrik spionase dengan para teroris Timur Tengah (tiap season memuat satu alur cerita), topik bahasan musim keenam berpindah menjadi gejolak politik dalam negeri AS sendiri. Dan apa yang muncul dalam dua musim terbaru Homeland sungguh sangat pas dengan situasi perpolitikan Tanah Air pasca-2012.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x