Mohon tunggu...
Wiwidodo
Wiwidodo Mohon Tunggu... Wiraswasta -

Setia kawan dan Loyalitas

Selanjutnya

Tutup

Politik

5 Alasan Ustaz Abdul Somad Menolak Jadi Cawapres Prabowo Subianto

13 Agustus 2018   20:51 Diperbarui: 13 Agustus 2018   23:02 1125
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Hati saya berbunga-bunga sewaktu keluar Ijtima Ulama yang merekomendasikan Prabowo Subianto sebagai capres 2019, dan dua orang ustad sebagai cawapresnya, yaitu Ustad Abdul Somad dan Ustad Salim Segaf Al Jufri.

Terus terang saya ngefans berat dengan ustad Abdul Somad, hampir semua khotbahnya di youtube sudah saya tonton, kalo ada yang belum saya tonton video khotbahnya, kemungkinan besar video tersebut belum diupload di Youtube. 

Saya suka ketawa sendiri kalo menonton dan mendengar khotbah ustad Abdul Somad, ia mampu membawakan materi khotbah yang sangat berat dengan cara yang sangat ringan dengan diselipin hiumor di sana sini, jadinya saya gak mengantuk dan ketiduran. Jujur saja kalo mendengar khotbah ustad lain, saya jadi mengantuk dan akhirnya ketiduran. Memang benar kata teman saya di Solo, katanya obat ngantuk paling manjur itu bukan aspirin, tapi nonton aja video khotbah ustad di youtube.

Sebelum ngefans ke ustad Abdul Somad, saya ngefans berat ke komedian Cak Lontong, dan hampir semua video stand up Cak Lontong di Youtube sudah saya tonton. 

Cak Lontong mampu membawakan materi lawakan yang serius dan berat, dengan ringan dan mengundang tawa yang beneran bikin ketawa, tidak garing seperti komika-komika lainnya yang sering garing bahan stand upnya. Kalo pun saya ketawa menonton komika lain, bukan karena materi lawakannya yang lucu, tapi karena kasihan sama komikanya. Masa ketawa aja kita ga kasih, kan gratis dan dapat pahala jika menyenangkan orang.

Bunga yang mekar di hati saya, sebentar saja langsung layu, ustad Abdul Somad dalam wawancara dengan media mengatakan ia menolak jadi cawapres Prabowo, alasannya sederhana, ia ingin menjadi ustad saja, sampai mati mau jadi ustad saja katanya. Ini kata-kata ustad Abdul Somad dalam salah satu ceramahnya : "Saya tentu lebih mengerti dengan diri saya. Saya tentu lebih tahu tentang diri saya dan saya berazam sampai mati untuk ustadz saja." http://makassar.tribunnews.com/2018/08/08/akhirnya-ustadz-abdul-somad-ungkap-alasan-tolak-jadi-cawapres-baca-isi-pesannya-kepada-prabowo?page=2.

Lemas dan tak semangat saya jadinya di pilpres kali ini tak ada sosok idola saya, baik Cak Lontong maupun ustad Abdul Somad tidak dicalonkan jadi cawapres, apalagi jadi capres.

Walaup[un ustad Abdul Somad sudah mengatakan alasannya, Saya tetap penasaran pingin tahu, kenapa sih ustad abdul somad tak mau dicalonkan jadi cawapres, padahal banyak orang berharap dicalonkan jadi cawapres, antara lain PKS saja sampai menyodorkan 9 nama sebagai kandidat cawapres yang siap dipilih Prabowo, walaupun tak 1 pun yang dipilih. LoL. Atau Mahfud MD yang dipanggil sejarah untuk jadi cawapres Jokowi, sudah kiirm CV, sudah jahit baju, padahal belum ada kepastian dari Jokowi mau gak kalo berpasangan dengan Mahfud MD? Berpasangan kan butuk komitmen 2 pihak, bukan hanya keinghin salah satu pihak, itu namanya cinta bertepuk sebelah tangan.

Rasa penasaran saya terkait kenapa ustad Abdul Somad menolak jadi cawapres Prabowo akhirnya terjawab melalui pendapat teman-teman saya, berikut pendapat mereka :

1. Marla di Pamulang mengatakan Ustad Abdul Somad tak mau jadi cawapres Prabowo karena punya feeling Prabowo tak akan mengikuti Ijtima ulama, daripada ustad malu hati nantinya, sudah mau dan bersedia, eh Prabowo tetap aja memilih cawapres lain, mending menolak sejak awa.

2. Herry di Jambi mengatakan Ustad Abdul Somad tak mau jadi cawapres Prabowo karena prediksinya Prabowo akan kalah di pilpres 2019, lain cerita kalo Ijtima ulama merekomendasikan Ustad Abdul Somad jadi cawapres Jokowi, mungkin Ustad Abdul Somad tidak buru-buru menolak, tetapi akan sholat istiqoroh dulu minta petunjuk Allah SWT demi kebaikan bangsa, negara dan umat.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun