Wahyu Triyani
Wahyu Triyani karyawan swasta

Happy Wife, Happy Mom, Blogger, and Author

Selanjutnya

Tutup

Humaniora Pilihan

Kewarasan dan Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Kunci Utama Kehangatan Keluarga

13 Maret 2018   21:25 Diperbarui: 13 Maret 2018   21:41 573 2 0
Kewarasan dan Kebahagiaan Seorang Ibu adalah Kunci Utama Kehangatan Keluarga
Dokumentasi Pribadi

Ibu yang bahagia adalah ibu yang mampu menjaga kewarasannya.

Kebahagiaan ibu adalah kunci utama kebahagiaan keluarga. Jika ibu tidak bahagia, seisi keluarga bisa kena imbasnya. Setuju enggak?

Kalau saya sich setuju! Karena saya sendiri adalah seorang ibu dan saya merasakannya setiap kondisi saya yang akhirnya berdampak pula pada kodisi suami dan anak saya.

Ketika saya berbahagia, saya selalu riang gembira, saya bisa melaksanakan pekerjaan-pekerjaan saya dengan baik. Entah itu pekerjaan kantor, pekerjaan rumah ataupun pekerjaan freelance saya. Selain itu, saat saya bahagia, saya bisa menanggapi hampir semua hal dengan 'positif'. Saya tidak sensitif. Bahkan saya bisa bersikap sabar dalam menghadapi anak yang rewel ataupun memberi senyuman pada suami yang pulang kerja dengan wajah capeknya.

Akan tetapi, disaat saya sedang tidak berbahagia?

Dokumentasi Pribadi
Dokumentasi Pribadi
Jangan ditanya, seorang ibu yang penuh kasih sayang bisa berubah menjadi monster dengan dua tanduk merah yang siap mencengkeram. Ibu jadi malas melakuan pekerjaan rumah yang hasilnya rumah berantakan dan tidak ada makanan di meja makan. 

Ibu menjadi mudah sensitif. Anak rewel malah semakin rewel karena ibu menjadi tidak sabar menghadapinya. Suami pulang kerja justeru ditanggapi dengan muka jutek dan hasilnya malah bertengkar karena sama-sama saling capek dan sama-sama sensitif.

Kalau sudah begitu, bagaimana keluarga menjadi hangat? Yang ada malah pada mencari kesibukan sendiri dan kebahagiaannya sendiri di luar sana!

Maka dari itu, kebahagiaan ibu adalah kunci utama sebuah kehangatan keluarga.

Kalau saya, kebahagiaan saya adalah ketika saya mampu menjaga kewarasan saya. Menjaga kewarasan di setiap moment, entah di rumah ataupun di kantor.

Waras yang saya maksud di sini adalah waras secara lahir dan batin. Bukan sekedar waras badannya tapi tidak dengan hatinya ataupun pikirannya.

Mungkin menjaga kewarasan badan lebih mudah dibandingkan menjaga kewarasan batin. Karena menjaga kewarasan badan bisa kita dapatkan ketika kita rajin berolahraga, menjaga pola makan, menghindari makanan/minuman beralkohol, dan lain sebagainya.

Sementara menjaga kewarasan batin?

Menurut saya pribadi ini agak sulit. Tetap dituntut waras ketika di kantor banyak kerjaan dan ada rekan yang kurang mengenakkan itu berat. Dituntut tetap waras menghadapi kerewelan anak saat pulang kerja dan capek itu sulit. Dituntut tetap waras menghadapi suami pulang kerja dan dia tengah mengeluh soal pekerjaannya sementara kita sendiri juga ada persoalan di kantor itu butuh perjuangan. Belum lagi jika kita masih tinggal serumah dengan mertua ataupun orang tua dan bahkan ipar. Menghadapi perbedaan pendapat tanpa emosi itu menguras hati.

Kalau sudah begitu, masihkah kita bisa tetap waras?

BISA.

Tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini.

Cara saya menjaga kewarasan agar selalu bahagia adalah dengan cara :

  • Selalu berfikir positif

Selalu dan selalu berfikir positif terhadap apa yang terjadi di sekitar kita itu memang tidaklah mudah. Tapi, jika kita benar-benar niat, pasti bisa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2