Mohon tunggu...
wisnu gautama
wisnu gautama Mohon Tunggu... Lainnya - Sehat selalu

halo

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Sulitnya Memilih Antara Moral atau Kesempatan bagi Seorang Pemimpin

25 Juli 2021   17:20 Diperbarui: 25 Juli 2021   17:21 65 1 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Sulitnya Memilih Antara Moral atau Kesempatan bagi Seorang Pemimpin
sumber foto: www.dictio.id

Sulitnya memilih antara moral atau kesempatan bagi seorang pemimpin, dimana penulis kali ini membuat artikel ini dengan mengutip pembahasan dari artikel sebelah yang berjudul kisah gadis pemuda kapten kapal dan moral seorang pemimpin karya Bapak Yupiter Gulo dimana penulis mengambil 1 orang tokoh yaitu sang kapten kapal yang egois dan oportunitis atau memanfaatkan kesempatan yang ada

sumber artikel penuh untuk bacaan diatas: https://www.kompasiana.com/yupiter/60fc58fe06310e74685bc162/kisah-gadis-pemuda-kapten-kapal-dan-moral-seorang-pemimpin?page=3&page_images=1

dimana penulis menggunakan judul sulitnya memilih antara moral atau kesempatan bagi seorang pemimpin karena sebuah alasan yaitu menurut penulis hal ini benar benar berhubungan dalam dunia pekerjaan yaitu persaingan kerja yang sengit antar satu dengan yang lainnya.

dimana dalam cerita tersebut sang kapten merupakan seorang yang egois dan sangat mencari keuntungan tetapi hal ini memang benar ada dalam persaingan kerja dimana orang lain akan saling menjatuhkan untuk mendapatkan peluang dan kesempatan yang ada, contohnya adalah ketika berhadapan dengan seorang atasan, biasanya orang tersebut akan menjilat sang bos supaya bisa disukai olehnya, namun ketika sang bos bertanya pendapatnya akan kinerja orang lain justru yang diberikan biasanya adalah kejelekan dan bukanlah kebaikan yang ada, memang betul hal ini tidaklah bermoral karena menjatuhkan orang lain, tetapi ada pepatah yang mengatakan kesempatan tidak datang dua kali sehingga dalam hal ini sulit untuk menentukan mana yang harus dipilih antara moral atau keuntungan dan kesempatan yang ada

Namun berhubungan dengan sebuah kepemimpinan dimana artinya seorang pemimpin bekerja dengan sebuah tim dan bukan bekerjs sendiri sehingga persaingan yang ada antara timnya dengan tim yang lain bagaimana caranya supaya timnya bisa lebih berhasil bagaimanapun caranya, dimana disini penulis mengutip sebuah teori yang  memiliki sangkut paut terhadap persoalan diatas yaitu teori kontingensi dimana teori ini menyatakan bahwa cara memimpin terbaik adalah dengan didasarkan pada sebuah kondisi atau situasi tertentu, dimana hubungan dari teori ini dan persoalan diatas adalah bahwa teori ini mengarahkan kepada sebuah oportunitis karena untuk mampu memimpin dengan baik dia harus berdasarkan kepada situasi yang ada, jika situasi itu menguntungkan baginya maka dia akan melanjutkan dengan gaya kepemimpinannya, namun ketika situasi tidak berpihak kepada dirinya, dia akan merubah gaya  kepemimpinanya supaya keuntungan berada pada pihaknya, hanya saja untuk teori ini tidak memiliki penjelasan detail akan moral terhadap tindakan yang akan diambil, sehingga penulis belum mengambil kesimpulan sampai disini.

Ada sebuah cerita yaitu tentang kegagalan sebuah perusahaan yang bernama BlackBerryMessengger atau yang dikenal sebagai BBM dimana hal ini memiliki hubungan dengan kepemimpinan dikarenakan dari cerita yang penulis cari bahwa BBM ini pada awalnya mereka begitu sukses tetapi ternyata kesuksesan mereka tidak bertahan lama dikarenakan ada banyak pesaing lain yang memberikan inovasi inovasi dan fitur baru misalnya seperti Whatsapp, namun BBM ini tetaplah bertahan tanpa adanya fitur fitur baru yang hebat sehingga pada akhirnya BBM pun tumbang, dimana hubungan antara cerita tentang BBM ini dengan kasus maupun teori diatas adalah bahwa persaingan itu tidak memandang kawan maupun moral, dimana dengan terbuktinya bisa tumbangnya BBM ini, dimana hubungan lainnya adalah bahwa pesaing BBM ini mereka melihat adanya kesempatan dengan memberikan fitur fitur yang mampu bersaing sehingga seperti contohnya Whatsapp ini dapat sukses dan sekarang dipakai oleh orang banyak, disini kesimpulan yang diambil penulis, memang betul bahwa yang dinamakan moral itu sangatlah penting, namun di satu sisi dalam persaingan bisa jadi lawan kita tidak mengenal yang namanya moral sehingga diperlukannya teori kontingensi ini dimana kita bersaing dengan berdasarkan situasi yang ada supaya kita mampu untuk bersaing dan bertahan dalam dunia persaingan

sekian artikel dari penulis, mohon maaf jika ada kesalahan dalam penyampaian, jika ada masukan ataupun perbaikan bisa diberikan pada kolom komentar, Terimakasih

salam hangat

penulis

Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN