Wisnu  AJ
Wisnu AJ wiraswasta

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti Air dilautan, yang penuh dengan riak dan gelombang.

Selanjutnya

Tutup

Ceritaramlan Pilihan

Dari Punggahan Sampai Jiarah Kubur Menyambut Ramadan Damai

16 Mei 2018   22:14 Diperbarui: 16 Mei 2018   23:23 514 0 0
Dari Punggahan Sampai Jiarah Kubur Menyambut Ramadan Damai
Fhoto/Dokumen Pribadi

Walaupun aksi kerusuhan yang dilakukan oleh kelompok teroris dibeberapa daerah di Indonesia, namun tidak menyurutkan bagi ummad Islam untuk melakukan kegiatan kegiatan ritual keagamaan dalam menyambut datangnya bulan puasa Ramadhan 1439 H, diberbagai daerah di Indonesia.

            Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam menanggapi terjadinya aksi terror bom bunuh diri yang dilakukan oleh para teroris, " Bahwa Negara tidak akan pernah kalah oleh teroris " dan dibarengi dengan munculnya tagar tagar dimedia social yang memberi semangat terhadap pihak Polisi # Rakyat Bersama Polisi menumpas teroris# dan tagar # Kami tidak takut dengan teroris # membuat bangsa Indonesia, tidak takut untuk melaksanakan ibadahnya.

            Besok Kamis 17 Mei 2018, ummad Islam akan melaksanakan ibadah puasa, sebagaimana biasanya, ummad Islam dalam menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan, ummad Islam melaksanakan berbagai kegiatan, mulai dari punggahan sampai melakukan jiarah kubur dimasing masing daerah.

            Di Tanjungbalai, walaupun Selasa 15 Mei 2018, masyarakat kota Tanjungbalai sempat digegerkan dengan penangkapan terhadap terduga teroris oleh Densus 88 dan Brimob Tanjungbalai, yang mengakibatkan 1 dari 9 orang yang diduga teroris meninggal dunia akibat ditembak oleh petugas, karena yang bersangkutan melakukan perlawanan, namun tidak membuat warga kota Tanjungbalai merasa ketakutan.

            Malah masyarakat Tanjungbalai datang berbondong bondong mendatangi tempat kejadian perkara di jalan Yos Sudarso simpang PT Timur Jaya Kelurahan Beting Kuala Kapias Kecamatan Sungai Tualang Raso kota Tanjungbalai.

            Dan hari ini, masyarakat Tanjungbalai tetap melakukan tradisinya yang telah berjalan puluhan tahun yang lalu, dalam menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan, dengan melakukan punggahan dan jiarah kubur.

            Pasar pasar tradisiaonal yang ada dikota Tanjungbalai, diserbu oleh masyarakat kota Tanjungbalai khususnya masyarakat Tanjungbalai yang beragama Islam. Masyarakat datang kepasar pasar tradisonal ini untuk berbelanja, kebutuhan punggahan.

            Para pedagang dipasar pasar tradisional di kota Tanjungbalai, dalam menjual dagangannya tidak seperti hari hari biasa, tapi melainkan para pedagang dipasar tradisional ini kebanyakan menjual kebutuhan untuk punggahan, seperti daging sapi/kerbau/ayam dan lengkap dengan bumbu bumbunya.

            Masyarakat Tanjungbalai tidak saja menyerbu pasar pasar tradisional untuk membeli kebutuhan punggahan, tapi juga mendatangi tanah tanah wakap perkuburan Muslim. Sejak pagi sampai menjelang sholat Maghrib, masih tampak warga Muslim kota Tanjungbalai melakukan jiarah dipemakaman.

            Ramainya kaum Muslimin kota Tanjungbalai melakukan jiarah diperkuburan, adalah merupakan suatu tradisi yang telah berlangsung lama, walaupun sebenarnya tidak ada kewajiban untuk melakukan jiarah pada menjelang datangnya bulan Suci Rmadhan. Tapi jiarah dapat dilakukan kapan saja.

            Hanya saja seperti yang diuraikan oleh Ustad kondang Abdul Somad, jiarah kubur dalam menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan tidak ada larangan, dan juga tidak ada ayat Al Qur'an maupun Hadist yang mewajibkan bagi ummad Islam untuk melakukan jiarah kubur pada setiap menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan.

            Tapi yang terlihat setiap datangnya bulan Suci Ramadhan, masyarakat kota Tanjungbalai berbondong bondong untuk melakukan jiarah kubur. Ramainya masyarat melakukan jiarah kubur, membuat masyarakat yang tempat tinggalnya berdekatan dengan areal perkuburan, mendapatkan rezeki.

            Anak anak remaja, dengan membawa alat alat untuk membersihkan kubur, menawarkan jasanya kepada penjiarah untuk membersihkan kuburan yang dijiarahi. Belum lagi para pedagang bungai rampai, sampai kepada petugas parkir kenderaan para penjiarah, dan penjual jajanan makanan dan minuman mendapatkan rejeki diareal perkuburan.

            Pendek kata, setiap menjelang datangnya bulan Suci Ramadhan, masyarakat kota Tanjungbalai beramai ramai mengunjungi makam untuk berjiarah. Dan pada saat itu pula, para warga yang tempat tinggalnya berdekatan dengan perkuburan, juga turut kecipratan rejeki.

            Marhaban Ya Ramdahan, semoga Ramadhan 1349 H, atau 17 Mei 2018, merupakan Bulan Suci Ramadhan yang penuh dengan cinta dan Kedamaian, ditengah aksi teroris yang menguncang Indonesia.

Tanjungbalai, 16 Mei 2018.