Ceritaramlan

Jurnal Ramadan

16 Mei 2018   23:24 Diperbarui: 16 Mei 2018   23:27 492 0 0
Jurnal Ramadan
Jurnal Ramadan

Bulan Ramadan merupakan waktu yang tepat untuk refleksi diri termasuk introspeksi diri di dalamnya. Seperti halnya memasuki tahun baru yang biasanya diwarnai dengan menulis resolusi dalam setahun ke depan. 

Awal Ramadan biasanya kita atau beberapa diantara kita sudah memasang target tertentu untuk mengarahkan setiap kegiatan di bulan nan penuh berkah, rahmat dan ampunan ini. Setiap orang pasti mempunyai target apa saja yang akan dilakukan dalam waktu sebulan ini, entah itu dalam konteks target dalam beribadah, beramal atau target untuk perbaikan diri dalam kehidupan secara garis besarnya. Saya tidak akan membahas apa saja target saya di bulan ini, karena itu rahasia (hehe) antara saya dengan Sang Pencipta.

Berbicara tentang target, saya jadi teringat sewaktu masih duduk di bangku sekolah dulu, khususnya di sekolah dasar. Ketika menjelang bulan Ramadan seringkali kita sudah dijadwalkan dengan beberapa kegiatan terkait keagamaan, misalnya jadwal pesantren kilat, ibadah tarawih dll yang semua kegiatan itu tercatat dalam semacam buku jurnal Ramadan. Dan biasanya di akhir kegiatan atau setelah lebaran, buku itu akan dikumpulkan untuk kemudian menjadi tambahan evaluasi di mata pelajaran Agama pada waktu itu. Jika melihat masa itu dengan kacamata diri yang sekarang, saya jadi bergumam, iya juga ya...hal-hal yang dulu sepertinya terkesan sebagai rutinitas untuk memenuhi tugas sekolah semata ternyata itu secara tidak sadar membantu kita untuk belajar disiplin. 

Misalnya saja, kita harus rutin bangun pagi dan pergi ke mesjid untuk sholat Shubuh berjamaah dan mendengarkan kuliah Shubuh. Berangkat sholat Tarawih, yang pada waktu itu terasa lama sekali bagi saya (jika tidak salah ingat, waktu sholat tarawih dari waktu Isya' sampai sekitar jam 21). Meskipun saat itu, jujur bagi saya yang masih unyu-unyu targetnya adalah agar buku tersebut terisi penuh dengan baik (hehe) tetapi secara tidak sadar ternyata itu semacam proses melatih kedisiplinan diri. 

Tugas-tugas tersebut mengajarkan tentang kedisiplinan dalam mencapai target. Langkah-langkah untuk mencapai target sebaiknya kita tuliskan dalam sebuah buku jurnal sebagai pengingat dan pemacu untuk senantiasa bergerak mencapai target serta mengevaluasinya. Dalam melakukan langkah-langkah tersebut memang adakalanya kita mengalami situasi yang stagnan atau titik jenuh, di sinilah peran penting seorang teman, penyemangat dan pengingat, pada prakteknya waktu itu kami dibagi menjadi beberapa kelompok.

Jika melihat secara keseluruhan, target entah itu seberapa besarnya, untuk mencapainya kita perlu memecahnya menjadi bagian-bagian kecil, bertahap dan terukur tentunya. Kita perlu evaluasi setiap langkah apakah sudah tepat atau perlu kita atur ulang (re-set, re-adjust, re-focus) kapanpun. 

Refleksi dan introspeksi juga menjadi bagian yang tak kalah penting dalam upaya mencapai target. Target ibarat puzzle yang harus kita selesaikan dengan menemukan setiap keping langkah yang harus kita lakukan secara bertahap, step by step. Semoga setiap langkah kita dalam mencapai target hidup, khususnya di bulan Ramadan ini senantiasa mendapatkan petunjuk dan ridho dari Allah SWT karena sejatinya tujuan akhir dari perjalanan hidup adalah kembali pada Allah SWT seutuhnya, suci sebagaimana sewaktu kita dilahirkan di bumi ini.