Mohon tunggu...
Rintih angin
Rintih angin Mohon Tunggu... Mahasiswa - Sekuntum bunga dari kebun tulip Iran

Hanya seorang insan pencari makna, yang ingin menjadi alasan untuk ibunya bisa selalu tersenyum

Selanjutnya

Tutup

Diary Pilihan

Rieh and Ghaits

1 April 2022   11:31 Diperbarui: 1 April 2022   11:44 52 2 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Awalnya kukira hujan datang sebagai jawaban, namun aku tak punya dalil untuk membenarkan perasaan.

Dalam menafsirkan sesuatu, aku sudah sering keliru, Hingga dibuat risih sampai merasa pilu.

Kenapa engkau datang, hujan?

Kenapa engkau datang dengan sesuatu yang bisa membuatku tersenyum setiap detik?

Tapi, ternyata engkau tidak berniat untuk menetap. Hanya menghampiri lalu pergi. Benarkan ini? 

Entahlah, aku memang terlalu lemah dalam menjaga. Pertahanan jiwaku belum terlalu kokoh. Masih sering roboh. 

Tapi tenang, kau mungkin melihatku patah dan terlempar, namun tak akan pernah melihatku hancur terkapar. 

Mulai sekarang aku harus lebih berhati-hati saat ilusi datang menghampiri. 

Kuakui, engkau memang hebat sekali. Masuk tanpa permisi, datang hanya untuk menepi, dan payahnya saat itu aku belum teliti.

Mudah dilabui oleh tabir ilusi. Sayang sekali. Sungguh sayang sekali. 

Kemana jiwa yang dulu kuat sekuat baja? 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Diary Selengkapnya
Lihat Diary Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan