Mohon tunggu...
WINDIYANTO
WINDIYANTO Mohon Tunggu... bisnis

Nama Windiyanto alamat JL. Raya candi V gang sakura I, No 383, Karangbesuki, Kota Malang

Selanjutnya

Tutup

Lingkungan Pilihan

Persepsi Masyarakat terhadap Adanya TPA Talangagung Kepanjen Malang

20 Mei 2019   13:40 Diperbarui: 20 Mei 2019   14:04 0 0 0 Mohon Tunggu...
Persepsi Masyarakat terhadap Adanya TPA Talangagung Kepanjen Malang
malangtimes.com


Semakin banyak jumlah masyarakat di Indonesia, menyebabkan jumlah volume sampah juga semakin meningkat. Hal ini dikarenakan banyaknya aktifitas manusia yang menghasikan sampah, terutama di kota-kota besar yang banyak terdapat banyak pabrik dan mahasiswa seperti di kota Malang, dampaknya lahan untuk pembuangan sampah semakin berkurang. Hal ini menjadi masalah besar bagi kehidupan masyarakat, karena sampah yang ditumpuk dan tidak diolah akan menyebabkan kerusakan lingkungan.  

Tempat pembuangan akhir (TPA) merupakan salah satu tempat yang digunakan untuk pembuangan sampah pada tahap akhir dalam pengelolaan sampah. Apalagi Adapun pengelolaan sampah ialah dimulai dari sampah pertama kali dihasilkan, dikumpulkan, diangkut dikelola dan dibuang. Lokasi TPA harus direncanakan secara baik sehingga tidak menggangu terhadap warga sekitar TPA. TPA yang berada di Malang adalah TPA Talangagung Kepanjen Malang. Luas TPA Talangangung Kepanjen Malang ini seluas 4,5 ha. TPA ini dibagi menjadi 2 zona dengan  zona pertama terbagi menjadi 2 sel dan zona kedua terbagi menjadi 4 sel. Fokus TPA Talangagung  ini berjumlah 13 kecamatan, dan tiap harinya bisa memasok sekitar 100 ton sampah.

Dampak-dampak dari TPA baik dampak positif maupun negative akan dirasakan pertama kali oleh masyarakat yang tinggal dekat dengan lokasi TPA. Oleh karenanya, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat Kepanjen tentang adanya TPA Talangagung dilingkungan mereka.

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif, yang mencoba menjelaskan bagaimana pandangan masyarakat dengan adanya TPA Tunggulagung Kepanjen Malang dengan cara melakukan wawancara. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah informan, yang kita jadikan informan adalah masyarakat yang tinggal di sekitar TPA sebanyak 5 orang sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumentasi di TPA Tunggulagung Kepanjen Malang.

Wawancara pertama kami kepada ibu rumah tangga yang tempat tinggalnya paling dekat dengan lokasi TPA. Dari keteragan informan pertama menuturkan bahwa informan merasakan dampak positif dari adanya TPA Tanggulagung ini. Dampak positif yang informan rasakan dalam hal keperluan rumah tangga. TPA tanggulagung menyalurkan gas methana ke 350 rumah, meskipun gas tersebut tidak setiap hari tersambung, namun informan menuturkan bahwa saluran gas methane ini cukup membantu untuk keperluan rumah tangga warga.

Hal yang sama dirasakan oleh 2 informan yang kami wawancarai ketika mengumpulkan sampah. 2 informan ini merasa diuntungkan dengan adanya TPA  karena  informan bekerja sebagai pemulung di TPA Talangagung. Informan mengaku bahwa informan bekerja sebelum dibangunnya TPA Talangagung. Sebelum bekerja sebagai pemulung, informan bekerja sebagai pekerja di sawah orang. Namun, pekerjaan tersebut tidak bisa mencukupi kebutuhan hidup mereka, ditambah lagi untuk keperluan Pendidikan anak.

Oleh karenanya, informan beralih menjadi pemulung. Dari pemaparan salah satu informan, setelah bekerja sebagai pemulung perekonomiannya mulai membaik jauh dari sebelumnya. Bahkan informan menuturkan bahwa dengan penghasilan dari memulung bisa menyekolahkan anaknya sampai lulus kuliah.

Berbeda dengan informan yang kedua, dari hasil wawancara informan menuturkan bahwa gas methane yang disaurkan tidak gratis dan dimintai bayaran perbulannya. Namun, karena ketidaklancaran saluran tersebut akhirnya warga tidak berkenan lagi untuk membatar tiap bulannya karena merasa dirugikan. 

Selain itu, karena TPA Talangagung ini memasok sampah tip harinya sampai 100 ton, maka tidak heran jika banyak truk pengangkut sampah yang berlalu lalang didepan rumah warga yang salah satunya adalah informan kedua ini. Informan menuturkan bahwa truck pengangkut sampah tersebut tidak pelan-pelan dalam mengendarai, hal ini bisa membahayakan anak-anak yang ada di sekitar jalan tersebut. Selain itu, tak jarang sampah yang diangkut jatuh berserakan dan mengotori jalan dikarenakan tidak pelannya pengendara.

Kesimpulan 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2