Mohon tunggu...
William
William Mohon Tunggu...

Bukan seorang pengamat prefesional, hanya seseorang yang peduli akan kemajuan Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Politik

Indonesia dan Intrik Habib Rizieq

3 Januari 2019   13:55 Diperbarui: 3 Januari 2019   14:00 0 3 3 Mohon Tunggu...

Memperbincangkan Muhammad Rizieq Shihab alias Habib Rizieq Shihab (HRS) memang akan selalu menarik. Terlebih saat ini, bisa dikatakan bahwa HRS termasuk dalam salah satu news maker yang selalu diburu media lantaran keterlibatannya dalam sejumlah "kegaduhan" politik nasional. 

Kegaduhan politik kreasi HRS nampak jelas, contohnya setelah berhasil menggalang masa demonstrasi 212 dalam kasus Almaidah: 51 yang kemudian disusul demonstrasi angka-angka keramat lainnya. Saking solidnya menggalang aksi demo mereka memiliki forum alumni 212 yang hingga saat ini masih berkembang pesat. Namun akibat terlibat kasus dugaan pornografi dan screenshot chat mesum yang diduga dilakukan Rizieq dengan Firza Husein, mengharuskan HRS harus melarikan diri ke Mekkah untuk menghindari pemeriksaan pihak kepolisian. Hal ini mengakibatkan hingga saat ini dugaan kasus pornografi oleh HRS belum dapat diselesaikan dan masih terbengkalai.

Memasuki tahun politik identik dengan kampanye dan hashtag pilihan antara paslon yang menambah popularitas dan elektabilitas masing-masing paslon. 

Baru-baru ini, masyarakat berbondong-bondong melakukan aksi #2019GantiPresiden sebagai bentuk aspirasi dalam menyambut pesta demokrasi di Indonesia, bahkan gema tersebut dideklarasikan hingga ke tanah suci Mekkah. Adalah Dia Imam Besar Habib Rizieq yang mengumandangkan gema tersebut di Mekkah Al-Mukarromah, tepatnya di Jabal Rahmah, Padang Arafah. 

Habibi Rizieq bersama umat  muslim Tanah Air di sana sepakat secara kompak dan sepakat untuk mensukseskan 2019 Ganti Presiden.  Dengan semangat persaudaraan alumni 212, mereka semua bermunajat kepada Allah SWT agar Indonesia dipimpin oleh Pemimpin yang Adil. Deklarasi tersebut sempat juga diabadikan melalui video singkat yang tersebar luas dan viral di berbagai jenis media sosial. 

Diawali dengan mengucapkan bismillah Habib Rizieq mengajak seluruh umat muslim di Indonesia untuk bersatu dan merapatkan barisan memenangkan Prabowo-Sandi, hal tersebut terlihat jelas melalui pose dua jari ala Prabowo-Sandi. Namun menurut hemat saya, deklarasi yang dilakukan HRS di Jabal, Mekkah tidak menunjukkan sikap menjunjung tinggi hukum ditengah pelarian dirinya terhadap dugaan kasus pornografi yang masih di proses. 

Seharusnya HRS menyelesaikan dugaan kasus yang dituduhkan kepadanya bilamana memang yang bersangkutan merasa tidak bersalah dan tidak melakukan hal tersebut untuk membersihkan namanya dari segala tuduhan yang selama ini disematkan padanya, karena Indonesia merupakan negara hukum yang menjamin segala hak dan kewajiban setiap warga negaranya. Tetapi, beda halnya apabila memang HRS terbukti dalam dugaan tersebut. Maka HRS harus menerima konsekuensi sesuai aturan yang berlaku. 

Selain itu, bila hal ini memang benar terjadi, patut bagi kita masing-masing untuk menanyakan dan introspeksi diri, apakah HRS dengan gelar nama dan prilakunya masih pantas menyuarakan suara umat islam?Sebagai masyarakat Indonesia yang cerdas, jangan mau termakan isu dan hoax. Kita harus bisa mengambil kesimpulan dari berbagai polemik yang terjadi, sehingga kita dapat melihat mana yang benar-benar "benar" dan mana benar-benar yang "salah".

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x