Mohon tunggu...
Iden Wildensyah™
Iden Wildensyah™ Mohon Tunggu... Administrasi - Senang jalan-jalan, menulis lingkungan, dan sesekali menulis ide yang muncul tentang pendidikan kreatif. Temui saya juga di http://www.iden.web.id

Senang jalan-jalan, menulis lingkungan, dan sesekali menulis ide yang muncul tentang pendidikan kreatif. Temui saya juga di http://www.iden.web.id

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Artikel Utama

Metro Kapsul Segera Menjadi Alternatif Transportasi di Kota Bandung

5 Desember 2016   07:23 Diperbarui: 5 Desember 2016   10:47 276
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber gambar: Antara

"The reality about transportation is that it's future-oriented. If we're planning for what we have, we're behind the curve."
Anthony Foxx

Pagi hari di Sabtu yang cerah pekan lalu (26/11), rombongan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dan PT PP serta Dinas Perhubungan Kota Bandung bertamu di Pendopo Kota Bandung. Ridwan Kamil antusias menyambut tamu yang datang walaupun sekilas tampak lelah, kantung di kelopak matanya berbicara banyak. Di sela-sela rombongan tersebut, beberapa blogger dari Bandung dan Jakarta turut hadir.

Pertemuan digelar di Ruang Arab, demikian Ridwan Kamil menceritakan ruangan yang dimaksud. Beberapa kaligrafi terpasang di bagian plafon. Demikian juga di bagian-bagian seperti di atas pintu keluar. “Ruangan ini dihias oleh wali kota sebelumnya, ruangan yang bersejarah karena di sini Presiden pertama RI melamar Ibu Inggit Garnasih,” lanjut Ridwan Kamil kepada para tamu. Suasana sangat akrab, masing-masing melontarkan celotehan keakraban khas Indonesia. Setelah dipersilakan, mulailah masing-masing dari tamu undangan menyampaikan maksud dan tujuannya. Dimulai dari Kementerian Perhubungan yang memaparkan tentang inovasi untuk menjawab kebutuhan mobilisasi masa dari satu titik ke titik yang lain. 

Kebutuhan transportasi publik untuk memindahkan barang dan jasa dari beberapa titik di Kota Bandung memang masih dalam bentuk wacana. Beberapa sudah dijadikan sebagai program rutin dan terelasasi dengan baik. Bus sekolah dan peremajaan Damri yang dibuat lebih manusiawi. Ridwan Kamil menyampaikan bagaimana peliknya masalah transportasi ini. Kota Bandung yang awalnya hanya diciptakan untuk 300 penduduk berubah menjadi sekitar 3 juta penduduk dengan tambahan siang hari kurang lebih 2 juta penduduk yang masuk Kota Bandung dari berbagai daerah termasuk daerah penyangganya.

Solusi mengurangi kemacetan dengan pengaturan kuota penerimaan siswa baru berdasarkan jarak tempat tinggal. Hal ini dilakukan untuk mengurangi jam-jam macet karena antar jemput anak sekolah. Dari beberapa pengamatan, titik-titik kemacetan ini memang rata-rata berasal dari titik sekolah-sekolah di Kota Bandung yang menaik dan menurunkan anak sekolah pada jam-jam tertentu.

Metro Kapsul Sebagai Solusi
Masalah transportasi publik ini bukan hanya terjadi di Kota Bandung. Hampir di setiap kota-kota besar di Indonesia mengalami masalah untuk penduduk. Banyak yang beralih ke kendaraan pribadi karena efektivitas kendaraan umum yang dinilai kurang. Misalnya naik angkutan kota dengan harga ongkos yang mahal dan waktu yang lama. 

Mengetem di satu tempat untuk mengumpulkan penumpang membuat kapok beberapa penumpang. Mengambil jalan pintas dengan mengendarai transportasi pribadi menjadi pilihan yang rasional. Membeli mobil untuk yang cukup secara finansial. Sementara yang lain dengan Rp 500.000,- saja sekarang sudah bisa mengambil kendaraan bermotor. Walaupun dengan mencicil setiap bulan tetapi masalah klasik tranportasi bisa diselesaikan. Efeknya penumpang yang naik angkutan kota menjadi berkurang. Efek lainnya, kendaraan pribadi menjadi bertambah. 

Di pertemuan Sabtu pagi yang cerah, Kementerian Perhubungan lewat Menteri Budi Karya menyampaikan gagasan untuk membangun percontohan Metro Kapsul di Kota Bandung dengan jarak yang tidak terlalu jauh. Tahap awal, ia menawarkan sekitar 3 Km.

Ada banyak sekali kelebihan Metro Kapsul yang dipaparkan dalam kesempatan pagi itu. Inilah kelebihan dari metro kapsul sebagai moda transportasi baru:

  1. Sistem Metro Kapsul merupakan metode transportasi elevated yang memiliki kapasitas maksimum 24.000 penumpang/jam/arah,
  2. Proses pembangunan tanpa mengganggu lalu lintas karena bisa dikerjakan pada malam hari mulai pukul 22.00 sampai dengan 05.00. Tahapan konstruksi dapat selesai dalam satu malam dan minim lahan konstruksi di media jalan atau trotoar,
  3. Bebas polusi dan bebas bahan bakar. Metro Kapsul sangat ramah lingkungan karena menggunakan tenaga listrik, 4 motor listrik sebagai penggerak. Metro Kapsul juga memiliki bateri cadangan di dalamnya jika ada gangguan listrik,
  4. Waste to energy. Pemanfaatan material biomass dan non biomass dapat dijadikan sumber listrik dengan terlebih dahulu melewati beberapa proses sebagai sumber energi penggerak metro kapsul.

Metro Kapsul dibuat oleh putera bangsa dengan menggunakan komponen lokal sekitar 95% dari total komponen yang digunakan.

Tantangan Metro Kapsul
Tunggu dulu, sebelum benar-benar menerima Metro Kapsul sebagai solusi transportasi. Jauh sebelum muncul wacana Metro Kapsul sebenarnya sudah muncul ide LRT (Light Rapid Transport) sebelumnya di Kota Bandung yang sama untuk mengurangi kemacetan. Bus Kota dianggap sudah menjadi solusi untuk beberapa titik walaupun tetap ketika terjerembab di lautan macet seperti di Jalan Otoiskandardinata atau di kawasan Pasar Baru, bus kota tetap saja merayap-rayap turut serta menjadi bagian dari kemacetan. Beda ceritanya dengan membuat jalur khusus semacam busway yang sukses dibangun di Jakarta. Bus bisa melaju dan menjadi buruan banyak penumpang yang membutuhkan mobilitas tinggi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun