Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru - Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". HP. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com.

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Ferdy Sambo dan para Ajudannya

12 Agustus 2022   03:49 Diperbarui: 12 Agustus 2022   04:06 1688 37 19
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun

Alhamdulillah acara webinar literasi digital siberkreasi KOMINFO bersama PGRI berjalan lancar. Ada 400 orang hadir di zoom dari 600 orang yang mendaftarkan diri. 

Omjay dan pengurus PGRI mengucapkan terima kasih atas kehadiran kawan-kawan dalam acara webinar ini dan semoga apa yang kami sampaikan bermanfaat buat peserta sehingga semakin cakap digital.

Setelah acara webinar literasi digital, Omjay membaca banyak tulisan tentang Ferdy Sambo dan para ajudannya. Kisah kematian tragis brigadir J masih menghiasi berita ditanah air. Bharada E dan tersangka lainnya mulai menceritakan kisah sebenarnya. Publik menjadi tahu apa yang sesungguhnya terjadi.

Kisah Ferdy Sambo dan para ajudannya menjadi kisah nyata yang dapat dijadikan pelajaran buat kita semua. Jabatan dan harta hanya titipan Tuhan yang Maha Esa. Syukuri apa yang ada dan jaga emosi kita dengan menjadi orang yang sabar dan bijaksana

Amarah dan emosi pasti akan datang kepada semua manusia. Namun, kalau sampai amarah kita menimbulkan kematian orang lain, tentu kita akan menyesal. Apalagi yang meninggal itu adalah orang dekat kita.

Dokpri
Dokpri

Anak kucing mati saja kita sedih. Apalagi yang mati adalah anak manusia. Kita harus punya rasa kasih sayang kepada semua ciptaan Tuhan di dunia.

Ajudan Ferdy Sambo mungkin saja bersalah karena telah mengganggu istri sang Jenderal. Kita tunggu prosesnya di pengadilan nanti. Sabar dan jangan menulis atau menyebarkan berita bohong atau hoaks. Biarkan para penyidik bekerja untuk segera dikirimkan ke kejaksaan.

Webinar literasi digital siberkreasi KOMINFO hadir untuk mengajak netizen aman bermedia digital dan punya etika di media sosial. Selain itu kita mulai mengajak tentang budaya digital dan cakap digital sehingga Indonesia semain cakap digital.

Kasus Ferdy Sambo dan para ajudannya membuat kita belajar tentang jejak digital. Kita tak bisa bohong ketika rekaman cctv dan alat bukti lainnya dapat ditemukan oleh para penyidik. Itulah mengapa jejak digital itu penting untuk mengetahui latar belakang kejadian. Para pakar forensik di bidang informasi dan teknologi mulai menyampaikan pendapatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan