Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi

Nikmatnya Berkebun

8 April 2021   20:32 Diperbarui: 8 April 2021   20:51 67 3 0 Mohon Tunggu...

Nikmatnya Berkebun.

Perkembangan kebun di depan rumah Oma hari ini sangat memuaskan hati. Daun-daun yang tumbuh kecil-kecil dan mulai terlihat menghijau di depan mata. Wow inilah nikmatnya menanam pohon.

Dulu saya tak pernah merasakannya. Semua tinggal makan saja. Mau tumis kangkung tinggal bilang istri dan langsung besoknya dimasakin. Mau sambal Cibiuk yang lezat, tinggal bilang istri tercinta. Besoknya sudah tersaji di meja makan. Nikmat sekali rasanya. Apalagi bila masak sayur bayam.

Sekarang saya mulai menanam cabe. Ada cabe hias, cabe rawit dan cabe merah. Saya pelajari cara menanam dan menyemainya di YouTube. Kemudian langsung mempraktekkan apa yang saya dapatkan. Terkadang saya suka bereksperimen dengan cara baru. Alhamdulillah sudah mulai tumbuh. Walaupun agak lama tumbuhnya.

Paling mudah menanam kangkung. Benih langsung disebar di atas tanah sudah cepat tumbuhnya. Pantaslah harga kangkung itu murah. Sebab mudah menanamnya. Saya nonton di YouTube sayurnya segar-segar dan senang melihatnya di saat panen.

Hari ini saya melihat bibit cabe merah sudah mulai tumbuh daunnya. Kata pakde tetangga depan rumah, jangan dipindah dulu. Tunggu sampai akarnya kuat dan daunnya 4 lembar. Kira kira tunggu 10 harilah supaya pohon cabe tidak mati saat dipindahkan. Sehingga pohon cabe akan terus tumbuh dan berkembang sesuai harapan.

Harga cabe sekarang mahal. Itulah info yang saya dapat dari istri tercinta. Perlu waktu agar lama menanam cabe. Waktunya sekitar 3 bulan baru bisa dipetik buah cabenya. Itupun kalau rajin menyiram dan memberi pupuk. Saya belum memberi pupuk. Tadi sore Pakde memberi saya pupuk bekas Bakaran sampah. Semoga besok pagi bisa saya ambil dan pindahkan ke kebun.

Bermacam cara menanam pohon sayuran sudah saya dapat ilmunya di YouTube. Tinggal mempraktekkan saja di kebon. Saya manfaatkan halaman rumah kosong di depan rumah almarhum ah Oma. Alhamdulillah dapat izin dari anaknya Oma.

Menanam pohon membutuhkan kesabaran. Keuletan dan kerja keras serta kerja cerdas agar hasilnya sesuai harapan. Biasanya sehabis mengawas ujian sekolah SMP Labschool Jakarta lewat aplikasi zoom, saya langsung menyempatkan pergi ke kebun. Pagi hari kalau sempat saya menyiram tanaman pakai selang air yang sudah disiapkan.

Sore hari saya siram tanamannya dan memindahkan bibit bibit pohon ke pot-pot kecil yang dikasih ibu Belen tetangga sebelah kanan rumah. Ibu Belen juga ikut membantu menanam cabe dan sayuran lainnya seperti terong dan tomat. Pohon pepaya juga ditanam ibu Belen di depan rumah Oma.

Saya sedang cari info agar pohon pepaya cepat berbuah dan manis rasanya. Kalau ada yang punya infonya, bisa kabari saya lewat komentar. Pohon jeruk juga sudah saya tanam. Saya beli di tukang tanaman hias keliling. Besok kalau lewat lagi mau saya beli pupuk juga. Biar tanamannya tumbuh subur dan terlihat hasilnya saat lebaran nanti.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN