Mohon tunggu...
Wijatnika Ika
Wijatnika Ika Mohon Tunggu... When women happy, the world happier

Blogger, Writer, Social Worker, Thinker, Painter | Awardee International Fellowship Program (IFP) di Universitas Indonesia dan University of Arkansas | Blog: www.wijatnikaika.id | Twitter: @Wijatnika45 | Facebook: Wijatnika Ika

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Pentingnya Investasi di 1000 Hari Pertama Kehidupan

2 November 2018   07:52 Diperbarui: 4 November 2018   18:20 0 4 1 Mohon Tunggu...
Pentingnya Investasi di 1000 Hari Pertama Kehidupan
Bayi kecil yang imut, dengan memandangnya saja mampu menyenangkan hati. Sumber: orami.co.id

“In the garden of humanity every baby is a fresh new flower.” -Debasish Mridha-

Saat  seorang bayi mungil lahir ke dunia, wajah-wajah yang menantikan  kehadirannya tersenyum penuh kegembiraan. Lantas orang-orang berkumpul  untuk memuji parasnya yang imut menggoda, tubuh mungilnya yang  membangkitkan kasih sayang, tangisannya yang merdu bagai lagu pengantar  tidur, dan perawakan sempurna yang mendapat doa-doa bagi masa depannya  yang baik. Rabindranath Tagore bahkan mengatakan, bahwa jika seorang bayi  mungil terlahir ke dunia artinya Tuhan masih percaya pada manusia untuk  melanjutkan kehidupan di bumi. 

Sebagai  perempuan yang memang memiliki tugas kehidupan sebagai ibu, aku jadi  membayangkan betapa indahnya saat menyambut kelahiran bayiku sendiri.  Kata orang-orang nih, menjadi ibu merupakan salah satu bentuk  kesempurnaan hidup seorang perempuan. Aku bahkan berkhayal, jika menikah  nanti aku akan program bayi kembar saja agar langsung memiliki dua anak  dengan sekali proses melahirkan. Memiliki anak kembar kan seru!

Tapi,  setelah mengikuti kegiatan di tiga hari pertama Danone Blogger Academy 2018 pada akhir September dan awal Okober 2018 yang mengusung tema "Nutrisi Menyeluruh untuk Hidup Berkelanjutan," pandanganku tentang bayi dan kehidupan seorang manusia mengalami  perubahan. Terutama sejak mendapatkan paparan materi dari Bapak Doddy  Izwardi selaku Direktur Gizi Masyarakat Kementerian Kesehatan dan Ibu  Klara Yuliarti selaku DSA subsepsialias  Ahli Gisi, Divisi Nutrisi dan  Penyakit Metabolik, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, Fakultas Kedokteran  Universitas Indonesia dan dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusomo

Dari  keseluruhan paparan kedua pemateri yang sangat padat dan mencengangkan,  dengan data-data yang membuat kepalaku langsung pusing, aku sangat  tertarik dengan satu tema yaitu 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).  Ketertarikan ini disebabkan oleh kondisi tubuhku sendiri yang sepertinya  mengalami stunting saat balita, dan data tentang prevalensi balita stunting di Indonesia yang sangat kronis. 

"Stunting ini isu kuncinya di perkembangan otak. Cut of point-nya  20%, itu standar WHO. Masalahnya stunting ini nggak bisa dilihat, tapi  diukur ketika balita berusia 2 tahun. Diukur tingginya dengan balita  seusianya. Makanya perempuan nih sebelum menikah harus paham dulu  tentang pendidikan gizi," ujar Pak Doddy, mengingat betapa  mengkhawatirkannya jumlah balita stunting di Indonesia yang  prevalensinya mencapai 29,6% (data 2017).

Wow, ngeri!

Apa yang disebut stunting? Simak disini: 5 Strategi Pencegahan Stunting 

Merangkum   materi dari kedua pembicara, ternyata hal paling penting untuk  diperhatikan dalam siklus kehidupan manusia ada di 1000 HPK alias masa  emas. Masa ini dihitung sejak masa kehamilan hingga bayi berusia 2  tahun. Bahkan, menurut Pak Doddy, seorang perempuan sebaiknya menundan rencana untuk menikah jika ia dan pasangannya belum memahami pendidikan  gizi. Serta visi-misi masa depan saat memiliki seorang anak, karena  memiliki anak tidak boleh sembarangan melainkan harus direncanakan  sebelum menikah. Amazing sekali, bukan?


HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
KONTEN MENARIK LAINNYA
x