Mohon tunggu...
Widya Apsari
Widya Apsari Mohon Tunggu... Dokter gigi, pecinta seni, pemerhati netizen

Cerewet di twitter, pencitraan di instagram @_widyapsari

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Artikel Utama

Perjalanan 9 Tahun Saya sebagai Penyintas Kanker

2 Januari 2020   19:23 Diperbarui: 4 Januari 2020   17:18 720 13 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Perjalanan 9 Tahun Saya sebagai Penyintas Kanker
dokumentasi pribadi

Nenek dari pihak bapak saya meninggal karena kanker rahim dan seluruh saudara perempuan nenek saya meninggal juga karena kanker. Entah itu kanker rahim, kanker payudara, dan kanker paru.

Dua orang sepupu perempuan dari pihak bapak saya terkena kanker payudara, dan kakak perempuan bapak saya meninggal karena kanker usus.

Lalu saya? Saya didiagnosis kanker tiroid 9 tahun lalu di usia saya yang ke 26 tahun. Tepat pada hari ulang tahun yang ke 27 tahun, saya dioperasi.

Bagaimana perasaan saya ketika pertama kali didiagnosis kanker tiroid? Sedih? Tentu. Menangis? Ya! Jatuh secara mental? Sudah pasti.

Apakah timbul pertanyaan "kenapa saya?" iya! Saya rasa itu semua adalah respons yang wajar yang pasti akan dirasakan setiap orang yang pertama kali didiagnosis kanker.

Tapi 9 tahun itu bukan perjalanan yang sebentar untuk mengubah saya, mengubah pola pikir dan perasaan saya, dari rasa frustasi ke rasa syukur. Tetap memelihara perasaan positif.

Untuk kasus saya, siapa yang menginginkan terlahir dalam keluarga yang memiliki genetik kanker? Siapa yang menyangka kanker menghampiri tubuh saya? Kenapa dari generasi saya, saya yang harus pertama kali terkena kanker? Apakah ada yang salah dari pola hidup saya? Dan sederet pertanyaan yang terus muncul di kepala.

Tentu kita semua tidak ada yang menginginkan terkena kanker. Perlu diingat bahwa itu semua takdir yang tidak dapat diubah dan mau tidak mau harus dihadapi.

Dari perjalanan 9 tahun sebagai penyintas kanker tiroid, ada 3 hal yang penting dalam melawan kanker.

Pertama, bagi yang masih bebas kanker, kenalilah tubuh sendiri. Sadar akan setiap perubahan pada tubuh dan periksakan ke dokter.

Hal ini yang terjadi pada saya, ketika saya dengan cepat menyadari perubahan pada leher saya dan memutuskan untuk cepat memeriksakan diri ke dokter. Itu yang membuat stadium kanker saya diketahui secara dini.

Kedua, bila sudah terdiagnosis kanker, yang paling penting untuk disiapkan adalah penerimaan diri. Menerima bahwa kita terkena kanker dan menerima bahwa kita membutuhkan pengobatan.

Ingat bahwa kesedihan dan frustasi tidak akan mengubah keadaan. Kesedihan dan frustasi justru akan membuat kesempatan untuk sembuh menjadi semakin tipis.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x