Mohon tunggu...
Widi Admojo
Widi Admojo Mohon Tunggu... Widiadmojo adalah seorang guru, pemerhati masalah pendidikan, pengurus PGRI cabang di Pejagoan Kebumen

Memiliki ketertarikan dengan masalah pendidikan, humanisme, hak asasi dan pengentasan kemiskinan

Selanjutnya

Tutup

Edukasi

Kembangkan Potensi Siswa Melalui Kegiatan "Home Visit"

20 September 2019   21:44 Diperbarui: 20 September 2019   21:52 0 0 0 Mohon Tunggu...
Kembangkan Potensi Siswa Melalui Kegiatan "Home Visit"
dokpri

Dalam kegiatan layanan bimbingan konseling di sekolah, salah satu kegiatan yang dilakukan seorang konselor atau guru BK adalah melaksanakan kunjungan rumah. Istilah dalam layanan bimbingan konseling, kegiatan kunjungan rumah ini dikenal dengan layanan "Home Visit". Ada beberapa kekeliruan pemahaman tentang "home visit" ini yang sering terjadi pada para konselor atau guru BK di sekolah. Salah satu kekeliruan dalam memahami kegiatan "home visit" adalah pandangan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk "sidak" untuk mengetahui dan mengecek kebenaran kondisi siswa. Dimana biasanya guru BK yang keliru memahami fungsi kegiatan "home visit" ini  akan melakukan "chek by spot" terhadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib. Misalnya sebagai contoh, siswa yang kedapatan membolos sekolah, guru BK lalu mengadakan kegiatan home visit dengan tujuan semata-mata untuk mengetahui dan mengecek apakah siswa ada di rumah atau tidak. Atau untuk mengecek dan melakukan laporan langsung kepada orang tua murid atas ketidak tertiban putranya di sekolah.

Kekeliruan pemahaman yang sering dilakukan justru oleh guru BK di sekolah ini, salah satu sebabnya adalah karena kurangnya memahami fungsi dan tujuan kegiatan kunjungan rumah atau "home visit" ini dalam layanan bimbingan konseling. Pemahaman yang keliru ini biasanya terjadi dikarenakan ada beberapa faktor, antara lain guru Bk itu sendiri kurang mendalami esensi dari mengapa layanan kunjungan rumah itu perlu dilakukan oleh seorang guru BK. Tetapi kadang juga disebabkan karena adanya tuntutan dari lingkungan sekolah itu sendiri yang mengharuskan guru BK untuk melakukan kunjungan rumah tetapi bukan dalam rangka fungsi layanan bimbingan yang sebenarnya tetapi sebatas pada kepentingan melaksanakan perintah atau tugas sehubungan dengan adanya masalah yang dialami siswa. Pengertian masalah ini biasanya cenderung berhubungan dengan pelanggaran tata tertib siswa di sekolah. Sementara keberadaan guru bimbingan konseling di sekolah tidak semata-mata untuk memecahkan masalah yang berhubungan dengan pelanggaran ketertiban semata-mata.

Kunjungan rumah atau "home visit" ini dalam layanan bimbingan konseling di sekolah merupakan salah satu kegiatan pendukung bimbingan. Tujuan utama dari kegiatan pendukung ini adalah untuk melengkapi informasi atau data diri siswa sekaligus mengkonfirmasi data diri siswa yang diperlukan dari bagian bimbingan konseling untuk membantu memaksimalkan layanan bimbingan kepada siswanya. Home visit bukan untuk sidak atau mengecek kebenaran atas pelanggaran tata tertib yang dilakukan oleh siswa, tetapi untuk tujuan memenuhi kebutuhan informasi tentang diri siswa yang diperlukan bagi kelancaran pelaksanaan bimbingan konseling bagi siswa itu sendiri.

Kesalahan selama ini adalah guru BK menempatkan kegiatan kunjungan rumah ini sebagai ajang laporan langsung kepada orang tua siswa terhadap pelanggaran yang dilakukan siswa. Efek dari kekeliruan ini adalah adanya pemahaman siswa terhadap layanan bimbingan yang pada akhirnya juga keliru dan salah. Guru BK pada akhirnya akan dipandang sebagai "polisi sekolah" yang setiap hari melakukan kegiatan "buser" buru sergap tehadap siswa yang melakukan pelanggaran tata tertib. Model kegiatan seperti ini dari kaca mata bimbingan konseling sekolah kurang menguntungkan dan justru kontra produktif.

Kembangkan Potensi Siswa

Home visit sebenarnya sangat efektif untuk kepentingan pengembangan potensi siswa. Guru BK dapat melakukan kunjungan rumah untuk mensuport bersama dengan orang tua siswa dalam rangka mendiskusikan berbagai informasi baru yang dapat dipergunakan sebagai bahan masukan dan solusi untuk mengembangkan potensi yang dimiliki siswa. Kelengkapan informasi yang didapat dari sumber langsung di rumah siswa memudahkan guru bimbingan konseling memetakan potensi potensi mana saja yang perlu dan penting untuk dikembangkan sebagai awal pengembangan prestasi siswa dari berbagai sisi dan bidang.

Dari kegiatan home visit, guru bimbingan konseling dapat memperoleh informasi tentang bakat minat anak langsung dari sumber paling dekat yakni keluarga. Selain itu potensi lingkungan sekitar rumah siswa juga menjadi sumber informasi yang sangat penting untuk pengembangan siswa. Baik itu potensi dalam bidang ekonomi, seni budaya, teknologi, industri dan potensi bagi pengembangan karir siswa di masa yang akan datang.  Jadi home visit bukanlah untuk menakut-nakuti siswa karena guru BK datang ke rumah siswa untuk melapor perilaku negatif di sekolah, namun dilaksanakan dalam rangka pengembangan bakat minat potensi siswa.

Kegiatan home visit ini juga terhubung dengan bentuk layanan bimbingan konseling lainnya yakni konseling individual, konseling kelompok, bimbingan kelompok dan lain lain. Informasi baru yang didapat dari kegiatan home visit ini harus ditindak lanjuti sebagai bahan untuk mengembangakn layanan bimbignan konseling lainnya yang relevan dan sesuai dengan kebutuhan siswa. Oleh karena itu sebaiknya bentuk kegiatan home visit yang dilakukan dengan motivasi untuk mengecek siswa, sidak, dan bersifat aduan kepada orang tua atas pelanggaran tata tertib siewa di sekolah sebaiknya ditinggalkan dan dihindari. 

KONTEN MENARIK LAINNYA
x