Weedy Koshino
Weedy Koshino ibu rumah tangga

Hallo. Ibu 2 anak yang hidup di Jepang. Ingin membagi pengalaman selama hidup di Jepang. Semoga bisa bermanfaat. Yoroshiku Onegaishimasu. Instagram : weedy_koshino

Selanjutnya

Tutup

Gayahidup highlight headline

"Geregetan" Kalau Lihat Sepatu dan Sandal Berantakan

11 Oktober 2017   13:26 Diperbarui: 11 Oktober 2017   15:45 921 11 7
"Geregetan" Kalau Lihat Sepatu dan Sandal Berantakan
Getabako, locker sepatu di sekolah Jepang, dokpri

Ada kisah lucu dulu waktu anak-anak masih duduk di Taman kanak-kanak. 

Waktu itu saya mudik ke Indonesia. Seperti biasa kami menginap di rumah eyang kakung dan eyang putrinya. Saat hari libur, banyak saudara yang main ke rumah, kita semua saling melepas kangen karena kami tidak bisa sering pulang kampung ke Indonesia, waktu mudik yang sebentar itu menjadi ajang pertemuan. 

Rumah eyang pun ramai sekali, banyak tamu yang datang main ke rumah. Hiro bolak-balik ke teras rumah eyang lalu masuk ke dalam rumah, saya perhatikan dia sangat sibuk. Setelah saya ikuti, kaget bukan kepalang, ternyata dia merapikan sendal dan sepatu para tamu yang berantakan di teras rumah eyangnya, hahahahahaha. 

Sepatu dan sendal para tamu ia rapikan sejajar dengan posisi sepatu dan sandal yang menghadap ke depan, jadi nanti pas pulang tamunya tinggal masukkan kakinya tanpa perlu membalikkan sepatu/sendalnya. Setelah rapi, hiro masuk ke rumah lagi, dan kembali ke teras ketika ada tamu yang datang, begitu seterusnya. 

Saya, eyang dan saudara-saudara yang lain yang akhirnya sadar pun tertawa dan mereka merasa heran, kok begitu banget sih kelakuan anak Jepang, hahahaha...

Dan lucunya, bukan hanya di rumah eyangnya saja, tapi saat saya sedang bertamu ke rumah teman saya, Hiro juga tidak bisa diam untuk terus merapikan sepatu dan sendal yang berantakan diluar, sampai yang punya rumah merasa gak enak dan akhirnya kita bareng-bareng merapikan sendal dan sepatu di dekat pintu, hahaha!

Kok bisa begitu ya? 

Saya yakin sekali ini adalah gojlokan dari sekolahnya. 

Sekolah di Jepang dari TK hingga SD, diajarkan tentang kerapihan. Dalam sekolah Jepang walau Sekolah Dasar Negeri tapi sangat bersih dan rapih. Lihat deh di genkan, keadaan dalam di pintu masuknya. Ada locker banyak sekali untuk menaruh sepatu murid-murid dan tempat untuk taruh payung. Yang aneh, lah justru tidak ada tempat sampah sih, TAPI kok gak ada sampah yang berserakan yaa... hmmm. 

Getabako, locker untuk tempat taruh sepatu

Saya heran, kok sekolah jepang konsen sekali ya dalam hal kerapihan sepatu. Saat mereka masuk sekolah, di pintu masuknya, semua anak akan melepas sepatunya dan mengganti nya dengan uwabaki (sepatu ruangan). Sepatunya tidak dilepas begitu saja geletakan di bawah tapi harus di taruh di getabako, locker tempat sepatu yang sudah ada namanya masing-masing agar tidak bingung dan tertukar-tukar dengan anak lain. Dan ketika jam istirahat mereka ingin main ke lapangan, mereka akan mengganti Uwabakinya dengan sepatu luarnya itu lagi. 

Getabako, locker untuk menaruh sepatu di pintu masuk sekolah, dokpri
Getabako, locker untuk menaruh sepatu di pintu masuk sekolah, dokpri

Kerapihan dalam meletakkan barang dan selalu tak lupa menuliskan nama di barang-barang mereka, ternyata adalah didikan dasar saat mereka mulai masuk sekolah. Mencegah barang-barang mereka tidak tertukar dan tidak bingung kalau hilang, serta didikan merapikan sepatu sendiri juga bisa membuat lingkungan jadi rapi dan nyaman terlihat. Makanya ya, lihat ada sendal dan sepatu amburadul kesana sini, kocar kacir berantakan membuat anak yang biasa rapi apalagi kalau gurunya keras mendidik soal kerapihan, pastinya akan merasa geregetan melihat ada yang berantakan di luar. Ada anak yang refleks segera merapikan karena terbiasa untuk menaruh sepatu dengan rapi, tapi ada juga sih yang cuek, yah minimal untuk sepatunya dia harus meletakkan dengan rapi dan menaruhnya di tempat yang semestinya. 

Getabako, locker sepatu dan tempat payung, dokpri
Getabako, locker sepatu dan tempat payung, dokpri

Melihat anak-anak SD begitu biasa sekali merapikan sepatunya, tentu saja karena mereka juga dididik sejak TK. Dulu saat menghadiri acara TK, seneng deh lihat anak-anak kecil imut ini begitu mandiri melepas sepatunya lalu menentengnya untuk dimasukkan ke getabako, locker sepatu yang tertuliskan nama dan kelasnya. Di dalam getabako itu ada sepatu uwabakinya (sepatu ruangan), mereka akan mengganti sepatunya dan setelah selesai segera ngacir menyapa gurunya dan masuk ke dalam kelas. Tidak ada yang asal lempar atau naruh begitu saja sepatu-sepatunya di depan pintu. Karena kalau ada yang nyeleneh dan ngeyel bandel lepas sepatu dan ngeloyor pergi, bukan guru yang menegurnya loh tapi teman-temannyaa!! hahaha lebih malu kali ya. Makanya tidak ada yang manja minta sepatunya dirapikan oleh gurunya, mereka sudah terbiasa dan terlihat riang memasukkan sepatunya ke locker. 

Anak TK yang terbiasa merapikan sepatunya, dokpri
Anak TK yang terbiasa merapikan sepatunya, dokpri

Begitu juga untu kerapihan menaruh payung saat musim hujan tiba. Tidak ada itu payung yang terbuka nyablak terbuka begitu saja ditaruh di depan pintu sekolah. Tapi akan dilipat rapih lalu di taruh di tempat khusus penyimpanan payung. 

Kebiasaan ini sangat membantu kami para orang tua di rumah, kalau sudah menyerukan mereka untuk membantu merapikan sepatu yang ada di dekat pintu, mereka sudah tahu harus berbuat bagaimana, misalnya dengan posisi sepatu menghadap ke depan atau sepatunya di taruh di dalam lemari sepatu. Anak-anak bisa ikut mempunyai tanggung jawab dalam hal menjaga kerapihan rumah dan lingkungannya. 

Ternyata bukan hanya di sekolah aja loh, kalau kita pergi ke onsen, hotspring atau ruang bermain, pergi ke tempat-tempat umum yang mengharuskan kita melepas sepatu luar dan menggantinya dengan sendal ruangan, biasanya sudah disiapkan adanya locker sepatu atau getabako ini. Budaya Jepang yang mengharuskan melepas sepatu luar ketika masuk ke dalam rumah, sepertinya yang membuat Jepang akrab dengan si Getabako ini. Jadi solusi agar sendal dan sepatu nggak kocar kacir ya, dengan adanya getabako atau locker ya. Makanya gak heran, bukan hanya pendidik saja, orang tua di rumah pun akan ngegeber anak-anaknya untuk harus melepas alas kakinya kalau masuk, dan merapikannya agar tidak mengganggu orang lain, karena rumah dan bangunan Jepang yang ukurannya super imut dan mungil jadi bisa terlihat lega kalau sepatunya berjajar dengan rapi. 

Salah satu didikan yang sangat bagus yang diajar oleh sekolah Jepang kepada murid-muridnya, bukan saja hal-hal mengenai pelajaran formal yang mereka geber kepada anak-anaknya, tapi hal kebersihan, kerapihan dan ketertiban ternyata justru lebih ditekankan dan diajarkan di awal-awal sebelum mereka masuk kepada materi pelajaran. Belajar tanggung jawab, mengemban tugas dan kewajiban sebagai seorang murid yang harus menjaga lingkungan sekolah agar menjadi bersih, rapih, indah dan nyaman serta enak untuk dipandang mata. 

Salam Hangat, wk!