Mohon tunggu...
Ceritaramlan

Idul Fitri (Bagian 2)

15 Juni 2018   09:00 Diperbarui: 15 Juni 2018   09:10 0 0 0 Mohon Tunggu...
Idul Fitri (Bagian 2)
Sumber: istimewa

Alhamdulillah.

Hari raya idul fitri telah tiba. Saatnya saya dan seluruh umat islam bersuka cita dalam menyambutnya.

Bangun sebelum subuh dan keramas, itulah yang diajarkan ibu saya. Entah darimana teorinya, tapi keramas adalah poin penting. Terlepas dari itu semua, memang tak ada ruginya juga, karena keramas di pagi hari ini membuat kantuk hilang dan badan terasa bugar. Walaupun dinginya air kadang menjadi penghalang saya untuk berkeramas.

Kesibukan sudah nampak dari jam 3.00 dini hari, saat ibu yang pertama bangun dan telah menyiapkan sarapan. Dilanjut satu persatu anggota keluarga lainnya menyusul. Ibu memang wanita sigap dalam berbagai situasi dan kondisi. Sebelum berangkat ke masjid untuk sholat Eid, hidangan lebaran, kue-kue dan segala perlengkapannya telah siap diatas meja.

Saya pun bangun, tapi tidur lagi lalu bangun lagi dengan mata sedikit menyipit melihat jam di handphone. Ternyata sudah jam 04.00. Dinginnya pagi membuat saya enggan untuk menyentuh air. Tapi tak lucu jika nanti orang disebelah saya tak fokus saat sholat Eid karena tercium aroma aneh.

Gema takbir masih berkumandang. Suara petasan sedikit menghilang. Jalanan pun terlihat sepi. Benar-benar suasana yang tenang.

Waktu menunjukan pukul 4.45. Seusai mandi saya bergegas untuk sholat subuh. Sepertinya ibu juga sudah selesai untuk urusan dapur. Saya pun menghampiri ibu dan menanyakan apakah ada yang bisa di bantu.

"Buk, ada yang bisa mbak bantu nggak?"

"Disini udah selesai, coba kamu liat aja di meja depan udah ada tissue nya belum, kalau belum ambil tissuenya disini". Sambil menunjukkan letak tissue, ibu menyuruhku untuk menata tissue. Ini sih pekerjaan yang gampang.

Setelah semuanya rapi, saya dan keluarga menikmati sarapan bersama. Mencicipi masakan yang disiapkan ibu dari semalam. Ada opor ayam, sambel goreng ati, bakmi, dan aneka gorengan. Sederhana tapi rasanya juarakkk.

Perut sudah aman. Waktu menunjukan pukul 06.15, kami semua sudah siap untuk berangkat menuju masjid terdekat untuk melaksanakan sholat Eid. Letaknya tak jauh dari rumah kami, jadi lebih baik jalan kaki. Selain menyehatkan, moment seperti ini bisa digunakan untuk menambah keakraban keluarga. Sepanjang jalan saya, ibu, bapak, kakak, adik, keponakan, kakek dan nenek, tak ada habisnya bercerita. Saling sharing dan bersenda gurau. Tak ada tema, semuanya mengalir saja. Dari A sampai Z.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x