Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Transportasi Artikel Utama

Fasilitas "Trans Jateng" Purwokerto Belum Ramah Penyandang Disabilitas

12 November 2018   13:46 Diperbarui: 13 November 2018   15:51 0 9 3 Mohon Tunggu...
Fasilitas "Trans Jateng" Purwokerto Belum Ramah Penyandang Disabilitas
Menumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Jateng koridor Purwokerto-Purbalingga (dok. pri).

Purwokerto, kota kecil di selatan Jawa Tengah itu sedang agak mendung saat saya datang pada akhir pekan pertengahan Oktober lalu. Suasana Stasiun Besar Purwokerto sangat ramai. 

Tukang becak, tukang ojek, dan mobil-mobil angkutan umum berebut mencari penumpang yang baru turun dari kereta. Kendaraan-kendaraan pribadi pun memenuhi halaman parkir stasiun.

Dari pintu keluar bagian timur saya meninggalkan stasiun melewati semua keramaian tersebut. Selanjutnya Jalan Pemuda dan Jalan Gatot Subroto saya susuri dengan berjalan kaki. Jaraknya sekitar 750 meter. 

Di Pasar Manis Purwokerto yang merupakan pertemuan antara ruas Jalan Pemuda dan Gatot Subroto saya berhenti. Di depan pasar terdapat halte bus Trans Jateng koridor Purwokerto-Purbalingga. Saya ingin mencoba menaikinya untuk pertama kali.

Trans Jateng di Purwokerto baru diluncurkan pada pertengahan Agustus 2018. Ini menjadi bagian dari sistem transportasi publik Bus Rapid Transit (BRT) Jawa Tengah. Sebelum beroperasi di Purwokerto, Trans Jateng telah lebih dulu meluncur di Kota Semarang dan Kabupaten Semarang.

Bus Trans Jateng beroperasi di Purwokerto sejak Agustus 2018 (dok. pri).
Bus Trans Jateng beroperasi di Purwokerto sejak Agustus 2018 (dok. pri).
Berpapasan dengan sesama Bus Trans Jateng (dok. pri).
Berpapasan dengan sesama Bus Trans Jateng (dok. pri).
Di halte Pasar Manis ada petugas yang membantu menjelaskan cara menumpang Trans Jateng. Ternyata Trans Jateng di Purwokerto belum melayani pembayaran secara elektronik dan non tunai. 

Jadi saya harus menyiapkan uang sebesar Rp 4.000 untuk dibayarkan kepada kondektur di dalam bus. Tarif Rp 4.000 itu berlaku jauh dekat untuk semua tujuan yang masih berada dalam satu rute koridor.

Setelah 15 menit menunggu, bus Trans Jateng akhirnya muncul. Seperti Trans Jateng Semarang, bus Trans Jateng Purwokerto juga berwarna merah. Namun, ukurannya lebih kecil seperti bus Trans Jogja. Badan bus dihiasi gambar bermotif batik dan tulisan Trans Jateng.

Halte tempat penumpang menunggu, naik, dan turun di depan Pasar Manis Purwokerto (dok. pri).
Halte tempat penumpang menunggu, naik, dan turun di depan Pasar Manis Purwokerto (dok. pri).
Bersama beberapa penumpang lain dari halte Pasar Manis saya pun menaiki bus. Ternyata di dalam sudah banyak penumpang. Beruntung saya masih mendapat tempat duduk di dekat pintu. 

Bus melaju dan penumpang yang baru naik seperti saya menyerahkan uang pembayaran kepada kondektur. Sebagai bukti pembayaran penumpang mendapatkan karcis yang dicetak melalui alat seperti EDC yang dipegang oleh kondektur. 

Di halte berikutnya penumpangnya semakin bertambah dan mayoritas adalah ibu-ibu serta anak-anak. Setelah memberikan tempat duduk ke seorang penumpang, saya mengambil posisi berdiri di bagian belakang. 

Meski harus berdiri sepanjang perjalanan tapi masih terasa nyaman karena kondisi bus yang masih sangat baru sehingga semua fasilitas, termasuk pendingin udara berfungsi baik.

Membelah Kota Purwokerto bus melaju dengan kecepatan sedang. Sesaat sebelum sampai di setiap halte, pengumuman terdengar di dalam bus sehingga penumpang bisa turun tepat sesuai halte yang terdekat dengan tujuannya. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3