Mohon tunggu...
Abdul Waidl
Abdul Waidl Mohon Tunggu...

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Lentera Benteng Jaya, Koperasi Perempuan Inklusif di Cina Benteng

29 Maret 2018   02:33 Diperbarui: 29 Maret 2018   02:41 0 0 0 Mohon Tunggu...

Komunitas Cina Benteng (KCB) merupakan komunitas adat Etnis Tionghoa yang berada di dusun Sewan Lebak  Wangi, Sewan Tangga Asem dan Kahuripan di Kota Tangerang. Mereka tinggal di wilayah itu sejak tahun 1740  setelah tragedi perang di Batavia. Atas kebijakan jajahan mereka diisolasi di daerah itu yang menyulitkan mereka untk berasimilasi.

Komunitas ini sudah beratus-ratus tahun menempati lahan di sepanjang sungai Cisadane dan tetap mempertahankan adat-istiadat serta budaya leluhur mereka seperti meja abu, upacara tertentu,  tulisan Cina yang ditempel diatas pintu untuk menghalangi roh jahat masuk kedalam rumah dan mempertahankan pernikahan  adat Cina Perkawinan Ciatou. 

Berbeda dengan mayoritas etnis Tionghoa di Indonesia yang kuat dari segi ekonomi, KCB dalam posisi sebaliknya. Tingkat ekonominya lemah, sedangkan hubungan sosial dan politik mereka marjinal. Profesi keseharian mereka adalah menjadi tukang becak, penggali makam, buruh cuci pakaian, dan lain-lain. Lebih buruk lagi, tanda status kewarganegaraan mereka, seperti KTP dan Akta Lahir, tidak mudah didapatkan. Dan berbagai kebijakan jaring pengaman sosial, seperti beras miskin dan kartu kompensasi kenaikan BBM, tidak mudah diakses.

Pusat Pengembangan Sumberdaya Wanita (PPSW) Jakarta adalah salah satu organisasi masyarakat sipil yang punya perhatian terhadap keadaan tersebut. Visi PPSW untuk pemberdayaan perempuan menjadi pendekatan dalam mewujudkan perhatian terhadap permasalahan yang dihadapi KCB. Berbeda dengan tradisi KCB yang menempatkan perempuan dalam posisi lemah, PPSW justru mendorong kepemimpinan perempuan sebagai upaya alternatif untuk mengurangi diskriminasi yang dihadapi KCB.

Sejak tahun 2015, PPSW menjalankan program yang bertajuk "Mendorong Partisipasi Politik Perempuan Cina Benteng dalam Tata Kelola pemerintahan yang Inklusif untuk Pengakuan Hak dan Perbaikan Layanan Dasar". Program tersebut difokuskan di salah satu wilayah Komunitas Cina Benteng, yakni di Kelurahan Mekarsari Kecamatan Neglasari Kota Tangerang.

Di kelurahan tersebut, PPSW mengajak perempuan-perempuan KCB beserta keluarganya untuk mengubah cara berpikir tentang hubungan laki-laki dan perempuan. Pandangan tentang perempuan itu lemah, itu hal pertama yang diselesaikan. Ini bukan perjalanan yang mudah, ada banyak tantangan. Setelah fase ini dilewati, PPSW mendorong perempuan-perempuan tangguh KCB bersama-sama mendirikan koperasi, diberi nama Lentera Benteng Jaya.

Koperasi Lentera Benteng Jaya menjadi basis perjuangan perempuan KCB, didukung perempuan non KCB, untuk meningkatkan taraf ekonomi Komunitas Cina Benteng dan mengurangi diskriminasi kewarganegaraan. 

Lewat koperasi tersebut, mereka berlatih bagaimana membuat kue dan meningkatkan ketrampilan bertani. Melalui koperasi ini pula, mereka berlatih tentang kepemimpinan dan menjalin komunikasi aktif dengan pemerintah kelurahan, kecamatan dan kota dijalin. Mereka juga menjadi bagian dari acara-acara perencanaan pembangunan di tingkat kelurahan, kecamatan dan kota.

Koperasi Lentera Benteng Jaya juga sering diundang dalam berbagai kegiatan yang dilaksanakan pemerintah di tingkat kelurahan sampai kota. Mereka ikut dalam berbagai forum perbincangan tentang Posyandu yang dilaksanakan Dinas Kesehatan, tentang Program Keluarga Harapan (PKH) yang diselenggarakan Dinas Sosial, dan tentang penguatan sanggar budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan. Di tingkat kelurahan, anggota koperasi ikut mendiskusikan tentang penyuluhan imunisasi dan posyandu untuk lansia. Dan di kecamatan sering mewakili Cina Benteng dalam forum keragaman budaya.

Selama perjalanan 2,5 tahun terakhir, selain pelatihan ketrampilan dan menghadiri berbagai forum yang dilaksanakan pemerintah, masih ada banyak hal penting yang telah dicapai oleh Koperasi Lentera Benteng Jaya. 

Dari aspek layanan dasar misalnya, pengurus dan kader koperasi berhasil memfasilitasi  warga KCB memperoleh identitas hukum, di antaranya 103  keluarga mendapat Kartu Keluarga, 28 orang mendapat KTP,  208  warga mendapat Akte Lahir dan 3 pasangan mendapat Akta Nikah. Warga KCB juga mulai memperoleh bantuan sosial, 1 orang program Bedah Rumah, 43 orang mendapatkan BPJS-PBI, dan 60 orang untuk PKH.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN