Analisis Artikel Utama

Alasan Saya Memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno

10 Februari 2019   10:41 Diperbarui: 10 Februari 2019   20:58 4634 25 10
Alasan Saya Memilih Prabowo Subianto-Sandiaga Uno
Calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berfoto bersama seusai mendaftarkan dirinya di Gedung KPU RI, Jakarta, Jumat (10/8/2018). Pasangan Prabowo-Sandi yang secara resmi mendaftar sebagai calon presiden dan wakil presiden tahun 2019-2024.(Dok. MAULANA MAHARDHIKA)

Tulisan ini saya awali pada konsepsi bahwa prinsip demokrasi adalah menjamin kebebasan ekspresional bagi setiap warga negara artinya kebebasan berpendapat dijamin oleh konstitusi. 

Anda dan siapapun itu berhak menyuarakan aspirasi, tentu kebebasan bukan berarti sebebas-bebasnya, musti kerangka kebebasan (berpendapat) itu untuk kemaslahatan bersama, yaitu untuk kemajuan bangsa.

Bicara tentang kemajuan bangsa, barang tentu membutuhkan kerangka wawasan yang luas. Tetapi, dari itu semua, saya yakin kita semua sepakat satu hal yaitu bahwa negara besar membutuhkan pemimpin yang berintegritas dan berwawasan global, memiliki spirit nasionalisme tinggi bahkan memperjuangkan nilai paling tinggi dari nasionalisme itu sendiri, yaitu merdeka seutuhnya, tegak berdiri tanpa intervensi. 

Anda bisa bayangkan, apabila pemimpin kita lemah, tak memiliki wawasan bangsa atau bahkan tidak memiliki integritas, dibawa ke mana negara ini? pemimpin itu ibarat nahkoda yang akan membawa kru dan penumpang berlayar mengarungi luasnya samudra dan kerasnya ombak, ia (nahkoda) harus mampu melewati badai, menyelamatkan isi kapal dan berlabuh dengan selamat.

Anda bisa bayangkan bila si nahkoda kapal membawa seisi kapal dalam pusaran badai, tinggi gelombang dan terkepung dalam ketidakpastian. Tentu nahkoda adalah harapan terakhir seisi penumpang untuk menyelamatkan anda dari rintangan itu. 

Tapi, bagaimana anda akan memiliki harapan untuk selamat atau menepi dari terjangan ombak sementara nahkoda tidak mengerti kompas dan keberanian.

Ilustrasi ini mungkin adalah gambaran bangsa Indonesia dalam benak saya hari ini. Semakin hari, kapal itu dihempas oleh cengkraman kekuatan asing dan lebih buruk lagi ada kru kapal yang berniat buruk untuk merusak kapal itu agar tenggelam. 

Ujan yang sangat besar untuk negara besar. Saya tidak memungkiri, intervensi asing karena dalam konteks negara-bangsa (nation-state) antara satu negara dengan negara lain saling berhubungan. 

Prabowo-Sandi (Sumber : galamedianews.com)
Prabowo-Sandi (Sumber : galamedianews.com)
Saya maksudkan dengan intervensi asing adalan penguasaan berlebihan atas kekayaan negara sehingga rakyat menjadi pembantu di tanah sendiri.

Kita bisa merasakan keadaan itu saat ini dalam taraf global kita tidak lagi dipandang sebagai sebuah negara besar, tak lagi memiliki legitimasi politik dalam percaturan politik global. Tak ubahnya, kita (Indonesia) hanya sebagai penonton di balik layar melihat aktor berlaga di panggung utama, kita tidak lagi berada pada pentas tetapi berada di pojok pertunjukan. 

Belum lagi, masalah politik sosial yang menjangkit masyarakat yang kian hari makin parah. Korupsi dan ketimpangan hukum makin marak terjadi, hukum justru makin meruncing bagi pihak yang dianggap oposisi itu. 

Nahkoda itu akhirnya telah kehilangan identitas, tak mampu merangkul semua pihak untuk mengarungi samudra dan Jangan sampai nahkoda itu bersama perompak hancur sudah semuanya.

Inilah yang menjadi landasan saya untuk memilih sosok pemimpin yang memiliki integritas; karena integritas dan nasionalisme adalah perangkat utama baiknya perjalanan bangsa ini. 

Dalam konsep saya, integritas mewakili 4 elemen penting yang merupakan ciri utama dari sebuah pemimpin yaitu siddiq (benar), amanah, tabligh dan fatanah (cerdas) dan nasionalisme mewakili aspirasi karakter perjuangan bangsa; cinta tanah air dan berkomitmen untuk memerdekakan bangsa; mandiri secara ekonomi dan hadir sebagai kekuatan baru dan dipandang dunia.

Kita tidak butuh sosok pemimpin yang dibesarkan oleh media, menjadikan produk bangsa hanya sebagai produk dagangan politik, yang kita harapkan adalah menjadikan produk dalam negeri sebagai produk unggulan bangsa. 

Bukan saja sebatas kata-kata, atau janji-janji. Yang harus kita lakukan hari ini adalah memperbaiki apa yang kurang, menatap masa depan dan mengharapkan agar nahkoda kapal membawa penumpang dan kru kapal menemukan secercah sinar mentari, menepi dan berlayar di daratan hijau yang disebut Atlantis.

Melihat dan memperhatikan situasi sosial dan politik selama 4 tahun terakhir, momentum perhelatan pesta demokrasi terbesar yang akan dilaksankan dalam waktu dekat ini adalah pesta rakyat yang menghimpun harapan bagi lahirnya nahkoda baru yang berintegritas untuk menahkodai bangsa ini. 

Saya melihat bahwa nahkoda yang memiliki kemampuan membawa kapal ke dataran hijau Atlantis, pemimpin yang memiliki integritas dan nasionalisme ini terlihat pada sosok Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno. 

Kita sepakat, yang menjadi calon pemimpin adalah putra terbaik bangsa, tapi di antara pilihan tersebut kita harus memilih yang terbaik. Alasan memilih Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno karena beberapa hal:

1. Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pemimpin Berintegritas
Saya mulai dari Prabowo Subianto, ia terlahir dari pemimpin besar, secara geneologis memiliki rekam jejak pasti dalam bidang sosial dan ekonomi, Meski, sebagian kalangan menolak keras konsep genetik karena rasisme, boleh saja tapi penting juga dipahami bahwa genetik berperan secara langsung, coba sebut pemimpin besar, pasti lahir dari tokoh besar juga. 

Garis keturunan Prabowo Subianto adalah orang-orang hebat, kontribusi mereka terhadap bangsa dan negara akan selamanya tertulis dalam sejarah perjuangan bangsa. Marwah perjuangan itu mengalir dalam semangat Prabowo. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2