Wachyu Eko Utami
Wachyu Eko Utami lainnya

I love Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Biasa Sukses Mencari Mangsa, tapi Hari Ini Aku Kecewa

13 Januari 2018   05:49 Diperbarui: 15 Mei 2018   09:00 1076 0 0

Memori lama, 2012.

"Ayo Kakak, Mb Zidni, Dede! Buruan. Kita jangan sampai terlambat!" konser klasikku di setiap pagi hari, sudah dimulai.

Anak-anak bergegas duduk mengambil posisi.

Dan seperti biasa, saya mulai menyisir jalan. Mencari anak-anak yang berseragam sekolah. Yang dikenal maupun yang tidak.

"Itu ada temanmu nyegat angkot Kak. Gimana, diajakin ya?"

"Mbak Zidni, itu ada temanmu. Ajakin yuuk. Kasihan."

"Ya sudah," jawab anak-anak ~kalau sedang bolong. Atau, sudah nunjuk-nunjuk dari jauh saat melihat ada orang yang (sepertinya) butuh tumpangan.

Kalau sedang manyun, wah beda lagi.

"Ummi mah. Tadi kita disuruh cepet-cepet. Sekarang malah nyamperin orang-orang. Kan bikin lama," omel anakku ~yang sedang tidak bolong.

Kebiasaan itu, terus berlanjut hingga sekarang, saat anak yang harus kuantarkan ke sekolah tinggal seorang dan cukup dengan sepeda motor.

Aku tetap selalu mencari mangsa. Toh bagiku tidak ada ruginya. Sementara bagi yang diajak, mudah-mudahan merasa terbantu. Cuma ya gitu dech. Harus siap mental. Kadang sebab merasa tidak kenal, ada sorot curiga yang tersirat di awal tatap matanya. Butuh waktu dan trik untuk meyakinkannya.

"Gak apa-apa Bu. Gak apa-apa Teh. Ayo, searah ini sama saya. Gak ngerepotin kok!"

"Ayo nggak papa. Kasihan itu dede bayinya."

"Sudah siang lho, lumayan ngirit waktu."

Dan pagi tadi, aku sudah mengintai seorang anak berseragam abu putih yang baru turun dari angkot, menuju SMAWAR. Sayangnya, aksiku keduluan oleh seorang ibu yang posisinya di depanku. Pasti beliau menawarkan tumpangan, karena kemudian anak itu segera memboncengnya.

Sambil melewati mereka, sebait doa kulantunkan bagi sang ibu tadi.

"Ya Allah, mudahkanlah segala urusannya. Karena sudah menolong muridku. Aamiin....."

Teringat kisah lama, yang pernah kubaca.

Di akherat, seorang yang shalih dipersilakan Allah memasuki surga. Sebelum melangkahkan kaki, Allah bertanya dengan lembut,

"Kamu tahu, mengapa Aku suruh kamu masuk surga?"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2