Regional Pilihan

Pilkada Serentak, Misteri Nomor Urut Dua

14 Februari 2018   00:08 Diperbarui: 14 Februari 2018   00:51 713 1 0
Pilkada Serentak, Misteri Nomor Urut Dua
Himun Zuhri

PILKADA serentak di Indonesia telah bergulir sejak tahun 2015 lalu, pertama kali dilaksanakan pada tanggal 9 Desember 2015, Pilkada Jilid I pelaksanaannya tersebar di 185 daerah  terdiri 9 provinsi, 224 kabupaten dan 36 kota. 

Pelaksanaan Pilkada serentak kedua, diadakan pada tanggal 15 Februari 2017 dilaksanakan di 101 daerah di Indonesia terdiri 7 provinsi, 76 kabupaten dan 18 kota. Selanjutnya Pilkada Jilid III tahun 2018 diadakan di 171 daerah terdiri 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota.

Pilkada serentak Jilid III saat ini selesai melaksanakan tahapan pengundian nomor urut pasangan calon dan pelaksanaan pemungutan suara akan di gelar tanggal 27 Juni 2018 mendatang.

Menarik untuk dicermati dari tiga Pilkada serentak semua ditetapkan pelaksanaanya pada hari Rabu, dulu sebelum pilkada serentak kita akrab pelaksanan Pemilu dengan tanggal 9, namun kita tidak membahas soal hari dan tanggal pelaksanaan tersebut.

Jika Pilkada tahun 2018 ini selesai digelar, artinya di Indonesia telah melaksakan Pilkada secara serentak dalam tiga gelombang, terlaksana di 541 daerah yang terdiri dari 33 provinsi, 415 kabupaten dan 93 kota . 

Dapat disimpulkan semua daerah otonomi di Indonesia telah melaksankan Pilkada kecuali Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta yang menurut UU, kepala daerah dan wakil kepala daerahnya ditetapkan serta tidak berdasarkan hasil pemilihan.

Misteri nomor urut dua

Sebelumnya perlu penulis beri batasan dalam ulasan ini, batasan 'nomor urut dua yang penulis sebut misteri itu' hanya fokus pada nomor urut pasangan calon di Pilkada serentak dalam provinsi Jambi.

Pada Pilkada serentak tahun 2015 atau Jilid I di Povinsi Jambi di awali pelaksanaannya di 6 daerah, diantaranya 1 provinsi, 4 kabupaten dan 1 kota, rinciannya sebagai berikut:

1. Provinsi Jambi. Diikuti dua pasangan calon, nomor urut 1. pasangan H Hasan Basri Agus - Edi Purwanto, S.Hi. M.Si dan nomor urut 2. pasangan H Zumi Zola Zulkifli, S.TP. MA. - Dr. Drs. H Facrori Umar. M.Hum. Pertarungan ini dimenangkan oleh pasangan nomor urut Dua.

2. Kabupaten Batang Hari. Diikuti 3 pasangan calon, nomor urut 1. H Ardian Faisal, SE., M.Si. - Muh. Qomarudin, pasangan nomor urut 2.  Ir. H Syahirsyah, Sy - Hj. Sofia Joesoef, nomor urut 3 pasangan Camelia Puji Astuti, MA - H.M Amin, MA dan nomor urut 4 pasangan Sinwan, SH - H Arzanil. Kompetisi ini dimenangkan pasangan nomor urut Dua.

3. Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Diikuti dua pasangan calon , nomor urut 1. Hj. Dillah Hikmah Sari, ST - Gatot Sumarto, SH dan pasangan nomor urut 2. H. Romi Hariyanto, SE - H Robby Nahliansyah. Dan juaranya adalah pasangan nomor urut Dua.

4. Kabupaten Bungo. Diikuti dua pasangan calon, nomor urut 1. H Sudirman Zaini, SH., MH - H Ardiansyah, SE dan pasangan nomor urut 2. H Mashuri, SP., ME - Safrudin Dwi Aprianto, S.Pd. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut Dua.

5. Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Diikuti tiga pasangan calon, nomor urut 1. Dr. Ir. Safrial, MS - Drs. Amir Syakib, Pasangan nomor urut 2. Drs. Mukri - Harnuni, SH dan pasangan nomor urut 3. H Anwar Sadat, M.Ag - H Suhatmeri, SH. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut Satu.

6. Kota Sungai Penuh. Diikuti 3 pasangan calon, nomor urut 1. H Asafri Jaya Bakri - H Zulhelmi, pasangan nomor urut 2. H Herman Muchtar, SE., MM - H Nuzran Joher, S.Ag. M.Si dan pasangan nomor urut 3. Ferry Satria, ST - Buzarman, S.Pd. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut Satu.

Pada Pilkada serentak Jilid I di 6 daerah dalam provinsi Jambi ini sepetinya hanya memberi ruang pemenang kepada nomor urut 1 di dua daerah dan nomor urut 2 Empat deerah, sementara nomor urut 3 belum berkesempatan.

Sementara itu, Pilkada Jilid II tahun 2017 silam dilaksanakan di 3 daerah kabupaten dalam provinsi Jambi.

1. Kabupaten Sarolangun, Diikuti 2 pasangan calon, nomor urut 1. H Muhmmad Madel - Muharsyah dan pasangan nomor urut 2. H Cek Endra - Hilalatil Badri. Dimenangkan oleh pasangan nomor urut Dua.

2. Kabupaten Tebo. Diikuti 2 pasangan calon, nomor urut 1. Hamdi, S.Sos - Harmain, SE., MM dan pasangan nomor urut 2. H Sukandar. S.Kom - Syahlan, SH. Pemenangnya adalah pasangan nomor urut Dua.

3. Kabupaten Muaro Jambi. Diikuti 4 pasangan calon, nomor urut 1. Abun Yani, SH - Suhariyanto, pasangan nomor urut 2. Agustian Mahir, SH - Suswiyanto, pasangan nomor urut 3. Masnah - Bambang Bayu Suseno dan Pasangan nomor urut 4. H Ivan Wirata, ST., MM., MT - Dodi Sularso, SH. Dimenangkan oleh pasangan nomor urut Tiga.

Dari tiga kabupaten diatas, Pilkada serentak tahun 2017 ini, dua pasangan calon di dua daerah  berhasil menang dengan nomor urut dua, satu daerah dengan nomor urut tiga. 

Dari total 9 daerah yang telah melaksanakan pilkada diatas, dapat di simpulkan bahwa pasangan dengan nomor urut 2 menjadi pemenang di 6 (enam) daerah, pasangan dengan nomor urut 1 ada di 2 (dua) daerah dan pasangan dengan nomor urut 3 hanya 1 (satu) daerah, itupun yang menang dengan nomor urut satu, keduanya melanjutkan ke periode kedua.

Misteri itu terjadi lagi, pada Pilkada jilid III tahun 2018 di provinsi Jambi, nomor urut 2 semakin menunjukkan sisi misteriusnya, nomor ini seakan telah di setting (padahal tidak) untuk berlabuh kepada calon bupati /walikota petahana, agar kiranya salam dua periode yang jauh-jauh hari digemborkan seakan mendapat ridho yang maha kuasa.

1. Kota Jambi, diikuti 2 pasangan calon, nomor urut 1. Abdullah Sani - Kemas Alfarizi sementara calon walikota petana mendapat nomor urut 2. Syarif Fasha - Maula. 

2. Kabupaten Kerinci, diikuti 3 pasangan calon, nomor urut 1. Monadi - Edison. Pasangan calon bupati petahana dengan nomor urut 2. Adirozal - Ami Taher dan pasangan dengan nomor urut 3. Zainal Anidin - Arsal.

3. Kabupaten Merangin, diikuti 3 pasangan calon, nomor urut 1. Ahmad Fauzi Ansori - Sujarmin, Pasangan calon bupati petahana dengan nomor urut 2. Al Haris - Mashuri dan Pasangan nomor urut 3. Nalim - Abdul Khafidh. 

Tiga calon kepala daerah incumbent dalam provinsi Jambi mendapat nomor urut yang sama, yakni nomor urut 2 (dua), yang terpenting diketahui bahwa angka hanyalah simbol namun cukup beralasan dikatakan misterius.

Tulisan ini tidak bermaksud mengkampanyekan nomor urut dua, tanpa sedikit ada niatan mengecilkan nomor urut 1 dan 3, ini hanyalah sajian fakta yang penulis rangkum dari berbagai sumber dan menurut bacaan penulis 'kebetulan' ini cukup misterius.

Soal pemenang pada tanggal 27 Juni 2018 nanti, itu termasuk domainnya  Allah SWT, semua bisa saja berubah, apa lagi perubahan dalam politik, sekali lagi ulasan ini bukanlah konfirmasi kecendrungan pilihan, menurut penulis ini datanya logis untuk diulas dan ditulis.


Bangko, 13 Februari 2018

Oleh : Himun Zuhri (Sekjend KoPiPeDe Kabupaten Merangin).