Vita Priyambada
Vita Priyambada karyawan swasta

Penulis dan filatelis. Goresan pena mengenai filateli, dunia tulis menulis, dunia kerja, renungan, wisata, prosa, puisi, dan sebagainya tersebar di Suara Pembaruan,harian Surya, Surabaya Post, Koran Pendidikan, Renungan Pagi, Intisari, majalah Kereta Api, Merpati Pos dan beberapa media cetak. Penelitian tentang cap pos bisa ditemui dalam blog filateli http://www.marcophilyindonesia.wordpress.com dan kumpulan tulisan (termasuk koleksi buku majalah) dalam blog http://www.pondokbacatulis.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Hobi Pilihan

Simpanlah Karcis Anda

9 Agustus 2018   20:42 Diperbarui: 9 Agustus 2018   20:58 552 0 0
Simpanlah Karcis Anda
Boarding pass sesuai dengan identitas penumpang, akan keluar setelah mengisi kode booking pada mesin check-in. (foto: kompas.com)

Memulai suatu hobi bisa melalui cara bermacam-macam. Ada yang bermula karena ikut teman, ada yang berawal dari keisengan belaka, dan ada yang mengikuti tren ketika hobi yang ditekuni sedang banyak penggemarnya. 

Benda-benda yang dikumpulkan beraneka ragam, dari harga yang sangat murah sampai harga yang mahal, dengan bahan yang terbuat dari lembaran kertas sampai barang yang mudah disimpan sampaibarang yang membutuhkan ruang luas. Intinya, apapun bentuk barang itu bisa menjadi benda koleksi unik.

Barangkali, langka orang yang terpikir untuk menekuni hobi yang satu ini, padahal untuk memperoleh benda-benda tersebut sangat mudah. Benda ini bisa didapat dengan mengeluarkan uang banyak, bisa juga sedikit, atau bahkan tanpa mengeluarkan uang sama sekali. Mungkin karena benda ini hanya dianggap sebagai tanda penukar jasa. 

Benda ini dianggap remeh dan tidak dipandang sama seklai, karena itu sudah pantas jika akhirnya di uwel-uwel dan masuk keranjang sampah! Benda yang dimaksud adalah sobekan kertas yang disebut karcis. 

Segala macam bentuk karcis dan sebutannya seperti tiket, retribusi dan tanda masuk. Karcis-karcis seperti ini banyak ditemui di tempat-tempat umum, terminal, tempat parkir, tempat wisata, pasar tradisional, pusat perbelanjaan modern dan tempat lain yang banyak dikunjungi masyarakat.

Dok. Pribadi
Dok. Pribadi
KARCIS TERMINAL
Sebelm masuk terminal bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) calon penumpang membeli karcis di loket sebagai tanda masuk. Sesudah itu, karcis diserahlan lepada petugas loket untuk disobek-sobek (dan akhirnya masuk tong sampah!) di pintu masuk. 

Biasanya jarak antara loket dan pintu masuk di terminal bis sangat dekat, sehingga kalau dihitung dengan waktu, karcis berada di tangan calon penumpang tidak lebih dari tiga puluh detik, bahkan bisa kurang dari itu. 

Kolektor bisa memperoleh karcis dengan cara membeli karcis lebih di loket, satu karcis diserahkan pada petugas, satu karcis lain disimpan sebagai koleksi. Cara yang lain, meskipun harus berdebat dulu dengan petugas,, dengan meminta kembali karcis yang sudah diserahkan sebelum disobek-sobek.

Tiap terminal di wilayah kota dan kabupaten memiliki corak karcis yang berbeda. Karcis yang dikeluarkan pemerintah kabupaten Jombang tertulis : retribusi pemakaian fasilitas terminal. Pemerintah kota Malang mengeluarkan karcis peron dengan tulisan : retribusi pemanfaatan ruang tunggu, pemerintah kabupaten Sidoarjo dengan tulisan : retribusi ruang tunggu penumpang dan pengunjung

Dari pemerintah kota Surakarta : dinas lalu lintas angkutan jalan, terminal induk bus umum Tirtonadi disebut retribusi jasa ruang tunggu. Karcis masuk ini seharga Rp200/orang satu kali masuk, dasar perda no.2 th 2002. Jenis karcis sebelumnya tertulis : Pemerintah Kotamadya Dati II Surakarta, dinas pendapatan daerah, terminal induk bis umum Tirtonadi, karcis retribusi masuk terminal, Rp50,- (lima puluh rupiah) per orang setiap kali masuk. dasar perda no. 02 th 1991 . Perubahan wilayah pemerintahan kabupaten menjadi kota turut mengubah dasar peraturan daerah dan tarif masuk terminal.

Ciri-ciri yang serupa dijumpai hampir di tiap karcis itu, yaitu dasar peraturan daerah (perda), nomor yang terdiri dari beberapa angka, seri yang terdiri dari satu atau dua huruf, tarif karcis, dan nama terminal (ada juga yang tanpa nama terminal). Karcis-karcis ini di plong (kumpulan titik berlubang yang membentuk huruf) dengan singkatan kota misalnya SDA untuk Sidoarjo dan KML untuk Kota Malang. Meskipun di terminal yang sama, warna karcis bisa berbeda tiap harinya.

Masih di seputar terminal. Karcis bis AKAP yang diberikan kondektur menarik untuk dikumpulkan. Penggemar karcis bisa mengumpulkan dua jenis karcis yaitu karcis bis patas (cepat terbatas) dan karcis bis biasa dengan variasi perusahaan otobis yang berbeda. 

Pada karcis bis AKAp tertera nama perusahaan otobis, alamat lengkap, nomor telepon, seri dan nomor karcis. Di antara perusahaan otobis itu ada yang menambahkan tulisan : bila sopir ngebut/ugal-ugalan, mohon dihubungi telepon sekian, sms sekian atau tromol pos sekian. 

Demikian juga saran dan kritik membangun selalu kami nantikan. Terima kasih. Di tiap karcis tertera nama kota yang dilewati dari terminal asal sampai terminal tujuan. Kondektur tinggal mencoret nama kota asal naik dan turun penumpang.

Karcis bis kota yang dikeluarkan Perum Damri menarik juga dikoleksi dari bis karcis tarif biasa dan bis patas dengan warna macam-macam. Sayangnya, tidak setiap kondektur memberikan karcis pada penumpang. Salah satu contoh karcis bis kota yang unik dari Perum Damri unit bis kota Ujung Pandang (sebelum menjadi Makassar). Di atas karcis tercetak tarif Rp 300, kemudian dicetak tindih dengan harga baru Rp400 memakai cap karet.

Di tiap kota pasti ada jalur angkutan umum, entah namanya angkota, mikrolet, angkudes, bemo, dan sebagainya. Jalur angkutan umum di kota Malang ditulis dengan dua atau tiga huruf yang merupakan huruf awal nama terminal asal dan tujuan. jalur mikrolet di Malang seperti LG (Landungsari - Gadang), jalur MM (Mulyorejo - Madyopuro), jalur AG, GA, ADL, AL, LDG, ABB, TST, dan masih banyak lagi. Masing-masing jalur mikrolet mempunyai paguyuban yang menarik iuran dari anggotanya. Kuitansi untuk pembayaran dana rutin organisasi dari paguyuban jalur mikrolet bisa menjadi pilihan koleksi yang menarik.

Contoh karcis lain yang dapat diperoleh dari sekitar terminal bisa seperti retribusi non bus dalam kota, tanda pembayaran retribusi terminal penumpang dalam kota, tanda pembayaran retribusi parkir khusus bus/bus mini/truk.

Karcis / retribusi terminal (dok. pribadi)
Karcis / retribusi terminal (dok. pribadi)
Suatu ketika saya ke terminal Bratang di kota Surabaya. Di dekat pos jaga masuk terminal ada tong sampah dan saya yakin pasti ini tong sampah sobekan retribusi. Maka tanpa ragi dan malu saya mengambil sobekan-sobekan retribusi.

Tiba-tiba penjaga pos bertanya,"Cari apa, Mbak?

Saya jawab dengan cuek,"Saya mencari sobekan-sobekan retribusi."

"Untuk apa sobekan retribusi dipungut?"

"Saya buat koleksi."

Mungkin Bapak itu heran dengan jawaban saya yang dianggap aneh.

"Mbak, ini saya beri 3 gepok retribusi yang masih utuh."

Saya bengong. Wah, baik betul itu Bapak memberi saya retribusi yang masih utuh.

 Saya mengucapkan terima kasih dengan girang, tak disangka memperoleh harta karun.

KARCIS PARKIR

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2