Mohon tunggu...
Syaripudin Zuhri
Syaripudin Zuhri Mohon Tunggu... Pembelajar sampai akhir

Saya senang bersahabat dan suka perdamaian. Moto hidup :" Jika kau mati tak meninggalkan apa-apa, maka buat apa kau dilahirkan?"

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Pilpres Membuat Indonesia Terpecah Belah?

2 April 2019   14:37 Diperbarui: 2 April 2019   15:04 0 3 1 Mohon Tunggu...
Pilpres Membuat Indonesia Terpecah Belah?
Silahkan berlomba, namun tetap dalam kecintaan pada bangsa dan negara. Sumber: beritagar.com

Bisakah Indonesia hapus dari peta Dunia? Bisa, itu jawaban yang pesimis, tapi jawaban optimis ngga bisa, karena NKRI itu sudah final, apapun yang terjadi, harus tetap dijaga. Walaupun ada gonjang-ganjing di sana-sini, terutama menjelang Pilpres yang hanya tinggal hitungan hari, Insya Allah NKRI tetap terjaga. Hiruk pikuk Pilpres dan Pileg yang bersamaan, tidak membuat bangsa Indonesia terpecah belah, apalagi Indonesia sampai bubar dan hilang dari peta dunia, tidak.

Ujaran kebencian, hoax, fitnah dan lain sebagainya, semoga membuat jiwa bangsa Indonesia besar dan kuat, tahan bantingan! Ini hanya riak kehidupan rutin lima tahunan, bukan sesuatu yang membuat bangsa Indonesia menjadi rapuh dan lemah. Yuk kita mundur ke belakang sejenak. Kita melihat sisi manusia, orang perorang sebelum melihat Indonesia secara utuh.

Manusia seringkali aneh, mengapa? Karena kebanyakan manusia takut kehilangan sesuatu yang bukan miliknya. Takut kehilangan sesuatu, padahal sesuatu itu bukan miliknya! Anak, istri, harta, kedudukan, jabatan dan sebagainya, semuanya adalah milik Allah, amanat Allah yang diberikan kepada manusia untuk menjaganya dan mengolahnya. Tapi manusia sangat takut bahkan bisa stress dan bisa sampai gila, bila semua itu hilang dari dirinya, padahal semua itu bukan miliknya. Anehkan?

Dan manusia lebih takut lagi kalau dirinya sendiri mati, padahal pada saat dirinya mati itu adalah proses pengambilan kembali milik Allah. Jasad manusia dengan seluruh anggota tubuhnya adalah milik Allah semata, jadi bukan milik manusia itu sendiri, tapi aneh bin ajaib manusia kabanyakan takut kehilangan dirinya atau nyawanya sendiri, padahal itu bukan miliknya.

Kalau Anda saja merasa menderita atau tidak bahagia bahkan takut mati, misalnya, bagaimana orang-orang yang sedang dalam peperangan di musim dingin. Atau  coba Anda perhatikan para petugas pengeruk salju di Rusia,  berjam-jam mereka di luar mengeruk salju, bukan hanya perempuan, tapi emak-emak! Coba bayangkan, Anda yang berada di dalam rumah saja bila musim dingin, dinginnya bukan main, begitu terasa, nah mereka berjam-jam berada di luar ruangan sambil bekerja, di tengah-tengah hujan salju mereka tetap bekerja.

Mari kita masuk ke dalam jiwa bangsa Indonesia yang tetap ramah, merefleksi ke dalam jiwa bangsa. Dokumen pribadi.
Mari kita masuk ke dalam jiwa bangsa Indonesia yang tetap ramah, merefleksi ke dalam jiwa bangsa. Dokumen pribadi.

Kadang-kadang dipagi-pagi buta mereka sudah mengeruk salju, padahal orang lain sedang enak-enaknya di tempat tidur. Lebih menderitakah Anda dibanding mereka? Kalau Anda merasa lebih menderita, keterlaluan! Coba lihat lagi orang-orang yang kelaparan di landa kekeringan, makan susah, mencari sesuap dua suap nasi yang dapat dimakan. Bisa Anda bahkan seringkali kekenyangan, Anda bahkan menjadi kegemukan!

Masihkah Anda merasa menderita hidup di Indonesia? Padahal karunia Allah sudah begitu banyak Anda terima di bumi yang bernama Indonesia, dari sumber daya alam yang melimpah, sampai cuaca yang tidak mengenal ekstrem, tidak terlalu panas seperti di Padang Pasir Sahara dan tidak terlalu dingin seperti di Kutub Utara maupun Kutub Selatan, hingga Anda tak mampu menghitungnya karuniaNya yang begitu banyak.

Kalau Anda merasa sendirian dirantau, di Moskow, misalnya, dan jauh dari sanak keluarga di Tanah air Indonesia. kemudian merasa  tidak bahagia, coba Anda perhatikan dan Anda bayangkan orang-orang yang hidupnya di penjara, mereka bertahun-tahun hidup di penjara, bahkan ada yang sampai seumur hidup bahkan sampai mati di penjara!

Mereka yang hidup di penjara, yang mereka hadapi hanya tembok-tembok yang membeku, dingin dan kehidupan yang sangat keras. Mereka tak bisa kemana-mana, tidur di tempat yang kotor, nyamuk, tumbila, tikus dlan lai-lain adalah teman sehari-hari. Bahkan pernah beberapa tahun lalu, di St Peterburg, dalam acara liburan musim panas, masuk ke sebuah penjara di pinggi pantai, bukan karena melakukan kejahatan, tapi lagi rekreasi.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2